HALO NTB — MATARAM, Keandalan pasokan listrik kepada masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kesiapan jaringan dan infrastruktur. Di balik pelayanan kelistrikan yang berjalan setiap hari, terdapat faktor penting yang tidak boleh diabaikan, yakni keselamatan para petugas yang bekerja di lapangan.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu komitmen PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram dalam menjalankan operasional ketenagalistrikan. Konsistensi menerapkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mengantarkan unit ini meraih Juara 2 kategori Zero Accident dalam ajang HSSE Award 2026 tingkat nasional.
Penghargaan yang diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keberhasilan PLN UP3 Mataram mempertahankan jam kerja selamat tanpa kecelakaan fatal (fatality) maupun Lost Time Injury (LTI) selama periode penilaian 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian tersebut memiliki arti penting di tengah tuntutan pelayanan kelistrikan yang harus berjalan secara berkesinambungan. Petugas PLN dituntut mampu melakukan pemeliharaan jaringan, merespons gangguan, serta memastikan pelayanan teknis kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik.
Dalam kondisi tersebut, penerapan standar keselamatan menjadi fondasi agar seluruh pekerjaan dapat dilakukan secara terencana, profesional, dan meminimalkan risiko terhadap pekerja maupun mitra kerja.
Manager PLN UP3 Mataram, Hengky Purbo Lesmono, mengatakan bahwa penghargaan yang diraih merupakan hasil kedisiplinan dan kolaborasi seluruh personel dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja.
PLN UP3 Mataram secara konsisten melakukan penguatan pengawasan melalui safety briefing, inspeksi peralatan kerja, pemeriksaan APD, serta pemanfaatan aplikasi Yantek Mobile dan aplikasi HSSE untuk mendukung pemantauan aktivitas petugas.
Tidak hanya itu, peningkatan kompetensi melalui pembinaan dan sertifikasi K3 juga dilakukan terhadap personel teknis maupun mitra kerja.
PLN turut memberikan perhatian terhadap penerapan prinsip Stop Work Authority (SWA). Prinsip ini memungkinkan setiap pekerja menghentikan sementara pekerjaan apabila menemukan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Yondri Zulfadli, menyebut pencapaian tersebut sebagai cerminan konsistensi insan PLN dalam membangun budaya keselamatan kerja.
Ia menegaskan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan dengan alasan apa pun, termasuk demi mengejar penyelesaian pekerjaan.
“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia. Kami meyakini bahwa operasional yang mengutamakan keselamatan akan mendukung keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Yondri.
Menurutnya, budaya keselamatan yang kuat akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan operasional perusahaan. Ketika pekerja terlindungi dan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai standar, upaya menjaga kontinuitas pasokan listrik dapat dilakukan secara lebih optimal.
Dampak akhirnya diharapkan dirasakan masyarakat luas, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, fasilitas publik, hingga berbagai sektor produktif yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Penghargaan Zero Accident HSSE Award 2026 pun menjadi momentum bagi PLN UP3 Mataram untuk terus memperkuat komitmen bahwa pelayanan kelistrikan yang andal harus berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan setiap pekerja.







