Halontb.com – LOMBOK TIMUR – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano kembali berjalan normal pada Sabtu (24/1/2026) malam. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan memastikan bahwa kondisi cuaca dan perairan saat ini masih dalam batas aman untuk pelayaran, meskipun wilayah NTB sedang berada dalam periode peringatan cuaca ekstrem dari BMKG.
Kepastian tersebut diperoleh dari laporan pelayaran kapal KMP Belida yang berangkat dari Kayangan menuju Poto Tano pada pukul 19.15 Wita. Berdasarkan laporan nakhoda, posisi kapal berada di titik koordinat 08° 28’ 650” LS dan 116° 41’ 820” BT dengan kecepatan 5,9 knot.
Dalam laporan cuaca tersebut, kondisi laut terpantau relatif tenang dengan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter. Angin bertiup dari arah selatan dengan intensitas rendah, arus laut mengarah ke utara, cuaca berawan, serta jarak pandang dinyatakan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan manajemen ASDP Kayangan, Erlisetya Wahyudi, mengatakan bahwa situasi ini memungkinkan operasional pelabuhan kembali berjalan seperti biasa.
“Saat ini Pelabuhan Kayangan beroperasi normal karena kondisi cuaca cukup baik,” ungkapnya.
Kebijakan Keselamatan Tetap Dikedepankan
Sebelumnya, dalam dua hari terakhir, pelayaran lintas Kayangan–Poto Tano sempat diberlakukan sistem buka tutup. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi atas kondisi cuaca yang tidak stabil.
“Buka tutup dilakukan sesuai dengan arahan regulator dan berdasarkan pertimbangan keselamatan,” kata Erlisetya.
Menurutnya, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, terlebih di tengah potensi cuaca ekstrem.
Pengumuman Lewat Pengeras Suara
Untuk memastikan penumpang mendapatkan informasi terbaru, ASDP Kayangan menyampaikan seluruh perkembangan kondisi pelayaran melalui sistem pengeras suara di pelabuhan.
“Imbauan dan informasi terkait kondisi cuaca maupun operasional pelayaran kami sampaikan melalui public address di area pelabuhan,” jelas Erlisetya.
Dengan sistem ini, penumpang diharapkan dapat menyesuaikan rencana perjalanan dan memahami kemungkinan perubahan jadwal keberangkatan.
Masih Dalam Pantauan Cuaca BMKG
BMKG sebelumnya menetapkan peringatan potensi cuaca ekstrem di NTB pada periode 20–26 Januari 2026, dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang yang dapat berdampak pada transportasi laut.
ASDP Kayangan menyatakan tetap mengacu pada informasi BMKG serta laporan langsung dari kapal-kapal yang beroperasi di lapangan.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca. Jika kondisi berubah dan tidak aman untuk pelayaran, maka operasional akan kembali disesuaikan,” tegas Erlisetya.
Ia mengimbau masyarakat yang akan menyeberang agar tetap memperhatikan informasi resmi dari petugas pelabuhan dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca memburuk.







