Home / NTB

Perhimpunan Pemuda Sasak: Kalau Sekda Harus Impor, Untuk Apa Ada ASN Lokal ?

- Wartawan

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perhimpunan Pemuda Sasak NTB menggelar konferensi pers menyoroti rencana pengangkatan Sekda dari luar daerah dan menegaskan pentingnya mengutamakan SDM lokal.(Foto: Istimewa)

Perhimpunan Pemuda Sasak NTB menggelar konferensi pers menyoroti rencana pengangkatan Sekda dari luar daerah dan menegaskan pentingnya mengutamakan SDM lokal.(Foto: Istimewa)

Halontb.com – Penolakan terhadap wacana pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda) dari luar Nusa Tenggara Barat terus bergulir. Perhimpunan Pemuda Sasak (PPS) NTB menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk paradoks birokrasi, berbicara tentang kemandirian daerah, tetapi justru menggantungkan jabatan strategis pada figur eksternal.

Dalam pernyataannya, PPS menilai ide Sekda impor lebih mencerminkan ketidakberanian mengambil keputusan berbasis kapasitas lokal ketimbang upaya memperbaiki kualitas pemerintahan.

“Kalau Sekda harus dicari dari luar, maka ASN lokal selama ini sedang disiapkan untuk apa? Sekadar mengisi kursi rapat?” ujar Presiden PPS NTB, Taupik Hidayat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PPS menegaskan bahwa regulasi negara tidak pernah mewajibkan Sekda berasal dari luar daerah. Sebaliknya, aturan dalam PP Nomor 13 Tahun 2002 serta Permendagri Nomor 74 Tahun 2022 memberi ruang seleksi terbuka dengan prinsip kompetensi, bukan geografis. Namun PPS menilai semangat aturan itu justru diabaikan jika daerah memilih jalan pintas dengan mendatangkan figur dari luar.

Menurut PPS, Sekda adalah arsitek birokrasi daerah. Tanpa pemahaman lokal yang kuat, jabatan itu berpotensi berubah menjadi pos administratif semata, bukan pusat kendali kebijakan.

“Bagaimana mengurai masalah daerah kalau persoalannya saja baru dipelajari setelah dilantik?” kritik Taupik.

PPS juga menilai Sekda impor berisiko menciptakan jarak sosial dengan jajaran birokrasi daerah. Tanpa ikatan emosional dan historis, koordinasi antarlembaga akan berjalan kaku dan penuh adaptasi yang menghabiskan waktu.

Selain itu, PPS menyoroti soal kesinambungan pembangunan. Mereka khawatir Sekda impor hanya akan berorientasi pada target jangka pendek demi reputasi pribadi, bukan pada keberlanjutan program daerah.

“NTB bukan tangga karier. Kami butuh orang yang menanam, bukan yang sekadar memanen lalu pindah,” katanya.

Bagi PPS, kebijakan ini juga mengandung pesan simbolik yang buruk, seolah-olah daerah tidak cukup dewasa untuk mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan figur luar.

“Ini bukan soal menutup diri. Ini soal percaya pada kemampuan sendiri,” ujar Taupik.

PPS NTB memastikan akan terus menyuarakan sikap ini kepada pemerintah daerah dan pusat sebagai bagian dari kontrol publik terhadap arah kebijakan birokrasi NTB.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kuta Jangan Hanya Dijual sebagai Surga Wisata, Sistem Perlindungan Wisatawan Harus Naik Kelas
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Bukan Hanya Menjaga Listrik MotoGP, PLN Hadir Berbagi untuk Warga Mandalika

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:59 WITA

ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima

Rabu, 30 September 2026 - 13:15 WITA

11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Rabu, 30 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Rp1 Investasi Sosial Menghasilkan Rp2,56 Manfaat, Pelajaran dari Desa Berdaya Medana

Berita Terbaru