Home / NTB

Pemulihan Pascabanjir Dimulai, Pemprov NTB Fokus Infrastruktur dan Mitigasi Lingkungan di Sekotong

- Wartawan

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekskavator memindahkan material lumpur ke truk pengangkut sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pascabencana di Sekotong.(Foto: Istimewa)

Ekskavator memindahkan material lumpur ke truk pengangkut sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pascabencana di Sekotong.(Foto: Istimewa)

Halontb.com – Tahap awal pemulihan pascabencana banjir di Dusun Pengantap, Kecamatan Sekotong, resmi dimulai. Pemerintah Provinsi NTB mengoperasikan sejumlah alat berat sejak Kamis (15/1/2026) untuk menangani kerusakan infrastruktur dan lingkungan yang ditinggalkan banjir.

Pengerahan alat berat ini merupakan implementasi dari arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai meninjau langsung lokasi terdampak bencana pada Rabu sebelumnya. Fokus penanganan diarahkan pada pembersihan sedimentasi sungai, normalisasi saluran air, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material lumpur dan bebatuan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB, Budi Herman, SH, MH, mengatakan bahwa percepatan penanganan ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tetapi juga bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. Lingkungan pascabencana yang tidak tertangani dengan baik berpotensi memicu munculnya penyakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa hari terakhir, Pemprov NTB juga telah melakukan berbagai langkah tanggap darurat, mulai dari distribusi logistik bantuan hingga penetapan status darurat bencana di sejumlah daerah terdampak. Langkah tersebut memungkinkan mobilisasi sumber daya secara cepat dan terkoordinasi di wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima, dan Dompu.

Lebih jauh, pemerintah provinsi menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada tahap darurat. Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan, terutama di kawasan perbukitan dan aktivitas tambang rakyat, akan menjadi bagian dari strategi mitigasi jangka panjang guna menekan risiko bencana serupa di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Lombok Barat Gandeng DPRD dan Aparatur Kelurahan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak
Perkuat Transformasi Digital, Pemprov NTB Sinkronkan Data Daerah hingga Level Nasional
Pemprov NTB Bentuk Satgas Terpadu, Kawal Pengiriman 20 Ribu Ekor Sapi ke Jabodetabek
Transparansi Mulai Terbuka, Proyek IPAL Mataram Masuk Babak Baru dengan Pengawasan Ketat
Menuju NTB Satu Digit: Ikhtiar Pemerintah Menata Masa Depan Lewat Kolaborasi
Jalan Lendang Re–Menjut Mangkrak Usai Tambahan 50 Hari, Warga Sekotong Geram: “Kami Butuh Aksi, Bukan Janji”
Perempuan Asal Mataram Hanyut di Sungai Tibu Ijo Lobar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif
Polsek Batulayar Siaga Tangani Banjir di Jalur Senggigi

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 04:46 WITA

Fakta Sidang Jadi Sorotan, Massa Nilai Mawardi Tak Terbukti Korupsi

Selasa, 7 April 2026 - 14:02 WITA

KNPI NTB Soroti Maraknya Judi Sabung Ayam di Mataram, Desak Aparat Bertindak Tegas

Selasa, 7 April 2026 - 07:44 WITA

Polisi Naikkan Status Kasus BIN Gadungan di Lombok Barat ke Tahap Penyidikan

Senin, 6 April 2026 - 13:44 WITA

Polda NTB Amankan Terduga Pelaku Penimbun BBM Subsidi di Sumbawa, 800 Liter Solar Disita

Senin, 6 April 2026 - 01:34 WITA

Niat Jual Motor Curian di Gerung, Pencuri N-MAX Biru di Sekotong Tak Berkutik saat Diringkus Polisi

Rabu, 1 April 2026 - 03:21 WITA

Polres Lombok Barat Pastikan Lokasi Tambang Emas di Sekotong Sudah Tidak Beroperasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:40 WITA

Proyek Prestisius, Dugaan Korupsi Serius: Kasus Lahan Samota Masuk Tahap Penuntutan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:07 WITA

Polsek Kuripan Bubarkan Praktik Judi Sabung Ayam, Tidak Ada Ruang untuk Penyakit Masyarakat

Berita Terbaru