Home / NTB

LSH Gelar Pelatihan Juleha, Hadirkan Inovasi Penyembelihan Halal “Sapu Cinta”

- Wartawan

Senin, 19 Januari 2026 - 07:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pejabat dan pengurus Lembaga Sembelih Hidayatullah (LSH) menghadiri pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) di Aula Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (19/1/2026).(Foto: Istimewa)

Sejumlah pejabat dan pengurus Lembaga Sembelih Hidayatullah (LSH) menghadiri pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) di Aula Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (19/1/2026).(Foto: Istimewa)

Halontb.com – Lembaga Sembelih Hidayatullah (LSH) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem halal di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), LSH berupaya memastikan jaminan keamanan pangan dari hulu hingga ke hilir.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (Senin–Selasa, 19–20 Januari 2026) ini digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat. Agenda ini diikuti oleh puluhan peserta yang didominasi oleh pelaku dan pemasok daging, termasuk para penyedia protein hewani untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

Ketua LSH, Ustaz Nanang Hanani, menegaskan bahwa juru sembelih adalah “penjaga gawang” pertama dalam rantai pasok pangan. Menurutnya, kedaulatan halal sebuah produk sangat bergantung pada proses penyembelihan yang benar secara syariat maupun teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Juru sembelih adalah mata rantai paling hulu. Jika di titik ini standar profesionalisme dan syariat tidak terpenuhi, maka status halal di hilir akan terancam. Ini adalah ikhtiar kami mendukung visi NTB sebagai destinasi wisata halal dunia,” ujar Ustaz Nanang di sela-sela kegiatan, Senin (19/1).

Pelatihan yang diikuti sekitar 30 peserta ini juga menjadi jawaban atas instruksi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui program nasional “Satu Desa, Dua Juleha”.

Pelatihan ini menarik perhatian dengan diperkenalkannya metode “Sapu Cinta”, sebuah teknik perebahan hewan yang mengedepankan prinsip Animal Welfare (kesejahteraan hewan) untuk meminimalkan stres pada ternak sebelum disembelih.

LSH membekali peserta dengan tiga pilar utama: Iman, Ihsan, dan Profesional. Materi yang diujikan meliputi fikih penyembelihan, adab spiritual, hingga teknis penggunaan bilah dengan standar ketajaman maksimal. Seluruh instruktur dalam agenda ini telah mengantongi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Kelulusan bersifat ketat dan berbasis kompetensi nyata. Jika praktik lapangan menunjukkan titik sayatan belum presisi, peserta wajib mengulang hingga benar-benar mumpuni,” tegasnya.

Hidayatullah NTB kini telah mengoperasikan ekosistem halal terpadu melalui empat unit layanan spesifik:

1. Sasambo Halal: Pusat layanan informasi halal bagi masyarakat.
2. LPH (Lembaga Pemeriksa Halal): Melayani audit halal untuk hotel dan rumah makan.
3. LSH (Lembaga Sembelih Halal): Fokus pada standarisasi juru sembelih.
4. LP3H: Pendampingan sertifikasi halal gratis bagi pelaku UKM.

Apresiasi datang dari Kasi Bimas Islam Kemenag Lombok Barat, Nahrowi. Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat agar tidak hanya melihat sosok penjual, tetapi juga memahami legalitas proses penyembelihannya.

“Kami menargetkan minimal satu desa memiliki satu Juleha bersertifikat. Saat ini Lombok Barat memiliki 122 desa, dan kebutuhan tenaga kompeten sangat mendesak. Data Juleha yang lulus akan kami distribusikan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) agar masyarakat mudah mengakses jasa mereka,” jelas Nahrowi.

Pelatihan di Lombok Barat ini menandai putaran kesembilan safari edukasi LSH di wilayah NTB, menyusul kesuksesan sebelumnya di Sumbawa, Dompu, dan Bima. Melalui standarisasi ini, Juleha diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjamin konsumsi daging yang tidak hanya halal, tetapi juga thayib bagi seluruh lapisan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sinergi FDIK UIN Mataram dan Kemenhaj: Menstandardisasi Kompetensi Pembimbing Haji di Era Baru.
Kado Terindah Awal Tahun! 2.997 Tenaga Honorer Lobar Akhirnya Resmi Berstatus ASN
Pemprov NTB dan Direktorat PPA Polda NTB Kolaborasi Berantas Kejahatan Siber Terhadap Perempuan dan Anak
VIRAL! Potret Memprihatinkan Janda Miskin Ekstrem di Kuripan Selatan, Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Dari Bantuan Hingga Asesmen, YBM PLN Petakan Luka Banjir di Sekotong Lombok Barat
Akses Lumpuh Total, DPRD Lombok Barat Minta Perbaikan Jembatan Sedau Jadi Prioritas Utama
Sadis dan Misterius! Mr X Ditemukan Tewas Terbakar di Sekotong, Polisi Selidiki Unsur Pembunuhan
Dari Ampenan, Gubernur NTB Serukan Mitigasi Serius Hadapi Ancaman Rob di Kawasan Pesisir

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:29 WITA

DPRD NTB Tegaskan Sikap: Polri Harus Tetap di Bawah Komando Presiden

Senin, 26 Januari 2026 - 14:07 WITA

Laskar Gibran Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo–Gibran, Bantah Isu Perpecahan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:31 WITA

Ketua Umum Laskar Gibran Pusat dan Daerah Tegaskan Konsistensi Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:10 WITA

Reformasi Birokrasi Berlanjut, Pemkab Lombok Barat Segarkan OPD dan Lantik Pejabat Strategis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 15:53 WITA

Lalu Winengan Luncurkan “ABG – Abangnya Bang Gibran”: Sinyal Dukungan Total untuk Sang Wapres, Lawan Politik Mulai Resah ?

Minggu, 20 Juli 2025 - 03:01 WITA

Anggota DPRD NTB Periode 2019-2024 Bikin Testimoni, Ungkap Kronologi Kasus Bagi-bagi Uang Siluman di DPRD NTB

Rabu, 25 Juni 2025 - 09:40 WITA

Mendengar Langsung Suara Rakyat, Hj. Rafi’ah Janjikan Sumur Bor dan Dukung Tradisi Sosial Rungkang

Minggu, 22 Juni 2025 - 09:12 WITA

Musda XI Golkar NTB Rampung, Mohan Terpilih Aklamasi dan Siap Rebut Dapil NTB I

Berita Terbaru