Home / NTB

Kompak! Gubernur NTB Gandeng Walikota Mataram dan Bupati Lobar Teken Skema Penanganan Sampah Kebon Kongok

- Wartawan

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) berfoto bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (kiri) dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (kanan) usai rapat koordinasi penanganan krisis sampah TPA Regional Kebon Kongok.(Foto: Dok. Biro Umum dan Adpim NTB)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) berfoto bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (kiri) dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (kanan) usai rapat koordinasi penanganan krisis sampah TPA Regional Kebon Kongok.(Foto: Dok. Biro Umum dan Adpim NTB)

HaloNTB.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi menetapkan langkah strategis guna mengatasi krisis persampahan di TPA Regional Kebon Kongok. Melalui rapat koordinasi lintas daerah, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan penerapan dua skema utama: perluasan landfill untuk jangka pendek dan implementasi teknologi Waste to Energy (WTE) sebagai solusi permanen.

Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan sampah di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat tetap berjalan optimal tanpa hambatan teknis.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang kerjanya pada Rabu (21/1), Gubernur menyatakan bahwa perluasan area penimbunan (landfill) merupakan langkah yang tidak bisa ditunda. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah yang kerap memicu status darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk jangka pendek, kita tidak punya pilihan selain memperluas landfill. Ini harus segera dikerjakan agar tidak terjadi krisis sampah berulang,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.

Perluasan ini diproyeksikan mampu menambah daya tampung TPA Regional Kebon Kongok hingga dua tahun ke depan. Pemprov NTB memastikan lahan yang akan digunakan telah siap secara teknis dan proses pembebasan lahan pendukung sudah masuk dalam anggaran.

Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah kesepakatan mengenai skema pembiayaan. Mengingat TPA Kebon Kongok melayani dua wilayah administratif, beban anggaran penanganan jangka pendek dibagi secara proporsional:
* 40% Pemerintah Provinsi NTB
* 40% Pemerintah Kota Mataram
* 20% Pemerintah Kabupaten Lombok Barat

Kesepakatan ini disetujui langsung oleh Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, dan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Sebagai visi jangka panjang, Pemprov NTB mulai bergerak menuju pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan atau Waste to Energy. Gubernur mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah investor telah mengajukan proposal untuk mengolah sampah menjadi sumber energi.

“Kami tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian PUPR untuk menyelaraskan regulasi. Target kita jelas, penyelesaian jangka pendek tuntas tahun ini, sehingga ke depan kita tidak perlu lagi menetapkan status darurat sampah,” tegas Lalu Iqbal.

Transisi ke teknologi WTE diharapkan tidak hanya menghilangkan gunungan sampah secara fisik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah melalui produksi energi terbarukan.

Target Bebas Darurat Sampah
Dengan sinergi antara Provinsi, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Barat, pemerintah optimis persoalan klasik persampahan di Pulau Lombok dapat terurai secara sistematis. Fokus utama saat ini adalah memastikan pengerjaan fisik perluasan landfill segera dimulai agar target “Zero Emergency” tahun ini dapat tercapai.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal
Menjelang Idul Adha, 30 Ribu Hewan Ternak NTB Tembus Pasar Nasional, Karantina Pastikan Bebas PMK
Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung
393 Jemaah Haji Kloter 10 Asal Mataram Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci
Baru Saja Tiba, Seorang Jemaah Haji Kloter 5 Asal Mataram Dideportasi oleh Otoritas Arab Saudi
KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:55 WITA

Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:05 WITA

Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:26 WITA

Menjelang Idul Adha, 30 Ribu Hewan Ternak NTB Tembus Pasar Nasional, Karantina Pastikan Bebas PMK

Senin, 4 Mei 2026 - 08:06 WITA

Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung

Senin, 4 Mei 2026 - 04:55 WITA

393 Jemaah Haji Kloter 10 Asal Mataram Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:59 WITA

Baru Saja Tiba, Seorang Jemaah Haji Kloter 5 Asal Mataram Dideportasi oleh Otoritas Arab Saudi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:53 WITA

KNPI NTB Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntut Stabilitas Harga

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:45 WITA

Peringatan May Day 2026: Gubernur Iqbal Tegaskan Serikat Buruh Adalah Mitra Strategis Kebijakan NTB.

Berita Terbaru