Home / NTB

Cuaca Berfluktuasi, Lintasan Lembar–Padang Bai Tetap Terlayani dengan Pengawasan Ketat

- Wartawan

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GM ASDP Lembar Handoyo Priyanto saat memberikan keterangan terkait operasional penyeberangan Lembar–Padang Bai di tengah potensi cuaca ekstrem di perairan Selat Lombok.(Foto: Istimewa)

GM ASDP Lembar Handoyo Priyanto saat memberikan keterangan terkait operasional penyeberangan Lembar–Padang Bai di tengah potensi cuaca ekstrem di perairan Selat Lombok.(Foto: Istimewa)

Halontb.com – LOMBOK BARAT – Layanan penyeberangan lintas Lembar–Padang Bai masih berjalan normal meski perairan Selat Lombok berada dalam periode potensi cuaca ekstrem. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar memastikan bahwa operasional pelayaran tetap dilaksanakan dengan pengawasan ketat dan mengacu pada ketentuan keselamatan pelayaran.

Kondisi tersebut tercermin dari laporan pelayaran kapal KMP Roditha yang berlayar dari Pelabuhan Lembar menuju Padang Bai pada Sabtu (24/1/2026) pukul 02.00 Wita. Berdasarkan laporan nakhoda, kapal berada di posisi 08° 40’ 56” Lintang Selatan dan 115° 57’ 38” Bujur Timur atau di sekitar perairan Gili Poh. Kecepatan kapal tercatat 10,2 knot, dengan kecepatan angin berkisar 11–15 knot dari arah barat daya. Tinggi gelombang berada di kisaran 2 hingga 2,5 meter, arus mengarah ke selatan, kondisi cuaca berawan, dan jarak pandang dinyatakan normal.

Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar melalui GM Handoyo Priyanto menegaskan bahwa pelayaran masih diperbolehkan sesuai surat edaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapal feri KM Dharma Ferry VII milik PT Dharma Lautan Utama melayani penyeberangan Lembar–Padang Bai dengan kondisi pelayaran yang masih dinyatakan aman di tengah peringatan cuaca ekstrem.(Foto: Istimewa)

“Operasional tetap berjalan dengan memperhatikan rekomendasi regulator dan hasil pemantauan cuaca di lapangan,” ujarnya.

Gapasdap: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal

Di sisi lain, Ketua DPC Gapasdap Lembar Firman Dandy dari PT Dharma Lautan Utama menyampaikan bahwa meskipun terjadi peningkatan angin dan curah hujan dalam beberapa hari terakhir, kondisi gelombang di jalur pelayaran utama Selat Lombok masih dalam kategori aman bagi kapal feri Ro-Ro.

“Di lintasan Lembar–Padang Bai, khususnya di jalur pelayaran (TSS), tinggi gelombang berkisar setengah hingga satu meter. Ini masih sangat aman untuk kapal feri. Karena itu, aktivitas masyarakat, baik perekonomian, perdagangan, maupun pariwisata tetap berjalan normal,” kata Firman.

Ia menegaskan tidak ada penutupan lintasan maupun pembatalan jadwal keberangkatan. Seluruh jadwal penyeberangan dilaksanakan seperti biasa tanpa kendala berarti.

Pemantauan Cuaca Dilakukan Berlapis

Firman menjelaskan bahwa antisipasi cuaca buruk dilakukan sejak sebelum keberangkatan kapal. Operator kapal rutin memantau data cuaca yang dirilis BMKG melalui laman resmi dan kanal komunikasi internal, serta memanfaatkan laporan dari kapal-kapal yang tengah melintas di Selat Lombok.

“Setiap akan berangkat, kami memetakan kondisi cuaca berdasarkan data BMKG dan laporan kapal di lapangan. Setelah itu kami berkoordinasi dengan KSOP setempat untuk memastikan kondisi aman,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko pelayaran di tengah dinamika cuaca yang berubah cepat.

Edaran KSOP: Keselamatan Jadi Prioritas

Sementara itu, KSOP Lembar mengeluarkan edaran kepada para nakhoda dan operator kapal agar memastikan seluruh kapal dalam kondisi laik laut. Edaran tersebut menekankan pentingnya pemeriksaan peralatan navigasi, alat keselamatan jiwa, kesiapan awak kapal, serta kesesuaian manifest penumpang dan muatan.

Operator kapal juga diwajibkan melakukan pengikatan kendaraan (lashing) bagi kapal Ro-Ro, memantau cuaca secara real time melalui BMKG, serta menunda pelayaran jika kondisi cuaca tidak sesuai dengan spesifikasi kapal.

Selain itu, nakhoda diminta menyampaikan informasi keselamatan kepada penumpang sebelum kapal berlayar dan melaporkan kondisi cuaca kepada kapal lain, Vessel Traffic Service (VTS), serta Syahbandar selama pelayaran berlangsung.

Masih Dalam Periode Waspada BMKG

BMKG sebelumnya mengeluarkan prakiraan potensi gelombang tinggi di perairan Selat Lombok pada periode 21 hingga 27 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang meningkatkan kecepatan angin di wilayah perairan NTB dan Bali.

Meski demikian, ASDP dan operator kapal menegaskan bahwa keputusan berlayar tetap mengacu pada kondisi riil di lapangan dan rekomendasi otoritas pelabuhan.

“Kami tetap mengutamakan keselamatan. Jika cuaca berubah dan dinilai tidak aman, maka operasional akan disesuaikan,” tegas Handoyo.

Masyarakat yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Lembar menuju Padang Bai diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari petugas pelabuhan dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca memburuk. Dengan pengawasan berlapis dari ASDP, Gapasdap, dan KSOP, layanan penyeberangan diharapkan tetap menjadi penopang utama mobilitas dan aktivitas ekonomi antara NTB dan Bali di tengah cuaca yang fluktuatif.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : W Bayu A

Berita Terkait

BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03 WITA

Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:10 WITA

Brigadir Rizka Dituntut 14 Tahun Penjara atas Kematian Suaminya Brigadir Esco

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:36 WITA

Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Proyek Truk Sampah Senilai Rp5,1 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00 WITA

Bongkar Jaringan Lintas Provinsi, Tim Puma Jatanras Polda NTB Ringkus 8 Pelaku Curanmor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:49 WITA

Kapolda NTB Pimpin Patroli Rinjani Presisi, 868 Personel Sisir Lokasi Rawan Kriminalitas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:49 WITA

Polda NTB Ungkap 184 Kasus 3C dan Amankan 232 Tersangka dalam 5 Bulan

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:17 WITA

BGN dan Polda NTB Ungkap Penipuan Dapur MBG Rp950 Juta di Lotim, Satu Terduga Ditetapkan

Rabu, 27 Mei 2026 - 03:47 WITA

Pencurian di Labuapi Berakhir Tragis: Terduga Pelaku Tewas Usai Dihakimi Warga

Berita Terbaru