“Waktu audisi umum Bilqis belum lolos karena saat itu memang ia belum menonjol. Baru empat tahun kemudian ada turnamen di Surabaya, kami lihat Bilqis mulai menunjukkan kebolehannya,” kata Manajer PB Djarum, Fung Permadi.
“Apalagi dia dipoles sama orang tuanya, kita sudah tahu orang tua Bilqis merupakan pemain hebat. Setelah turnamen di Surabaya akhirnya Bilqis kami undang untuk audisi khusus dan kemudian bergabung dengan PB Djarum.”
Hanya saja Fung mengakui selama Bilqis Prasista masuk di Pelatnas PBSI, ia tak bisa memantau langsung perkembangan si atlet. Akan tetapi dengan pencapaiannya mengalahkan atlet nomor satu dunia, ia menilai Bilqis mengalami kemajuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tentu gembira dengan kemajuan Bilqis. Dia memiliki keberanian menghadapi pemain yang jauh di atasnya. Tapi kalau melihat penampilan seorang atlet tidak bisa dinilai dari satu pertandingan saja. Ia tak boleh lengah. Tapi tentu ini menjadi sinyal positif buat Bilqis,” kata Fung.
“Dan kami punya harapan agar Bilqis bisa lebih berkembang dan tambah percaya diri. Kami juga berharap Bilqis bisa cepat matang dan terus unjuk gigi dalam menghadapi pemain kelas dunia,” ujar Fung.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






