Lombok Barat Halontb.com – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Lembar memberangkatkan ratusan pemudik melalui program mudik gratis dari Pelabuhan Lembar menuju Surabaya pada 15 Maret 2026. Program ini memberikan fasilitas perjalanan tanpa biaya kepada ratusan penumpang dengan berbagai layanan selama pelayaran.
Manager PT DLU Cabang Lembar sekaligus Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Firman Dandy, mengatakan bahwa pada keberangkatan tahun ini pihaknya memberangkatkan sebanyak 460 pemudik dengan tiket gratis.
“Total ada 460 pemudik yang diberangkatkan. Rinciannya 310 penumpang pejalan kaki dan 150 pemudik yang membawa kendaraan golongan dua seperti sepeda motor, mobil, termasuk truk logistik,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, program mudik gratis tahun ini hanya dilaksanakan satu kali keberangkatan. Hal tersebut berbeda dibandingkan tahun 2024 yang sempat menggelar dua kali keberangkatan mudik gratis.
Selain mendapatkan tiket gratis, para pemudik juga memperoleh perlindungan asuransi selama perjalanan. Asuransi tersebut diberikan oleh Jasa Raharja Putera dengan masa perlindungan hingga 14 hari.
Firman menambahkan, seluruh pemudik mendapatkan fasilitas yang sama seperti penumpang reguler selama berada di atas kapal. Penumpang memperoleh dua kali makan selama pelayaran, sementara pengemudi truk logistik mendapatkan tambahan satu kali makan.
Selain itu, berbagai fasilitas hiburan dan layanan juga disediakan di atas kapal, di antaranya hiburan musik live show, kafetaria, pujasera, ruang kebugaran (gym), serta fasilitas hiburan melalui televisi yang menayangkan film dan informasi keselamatan pelayaran.
“Khusus untuk pengemudi truk logistik juga disediakan fasilitas tambahan berupa layanan pijat gratis serta laundry gratis,” katanya.
Pelayaran mudik gratis ini menggunakan kapal KM Kirana VII yang melayani rute Lombok–Surabaya melalui jalur pelayaran coastal atau jalur yang melintas dekat pantai.

Menurut Firman, jalur coastal memberikan keuntungan tersendiri bagi penumpang karena selama perjalanan jaringan telekomunikasi relatif tetap tersedia.
“Selama pelayaran sinyal komunikasi masih bisa didapatkan. Paling hanya sekitar dua sampai tiga jam saja kehilangan sinyal, selebihnya tetap terhubung karena jalur pelayaran melipir pantai dan pulau,” jelasnya.
Dalam melayani arus mudik Lebaran, PT DLU mengoperasikan dua kapal untuk rute Lombok–Surabaya, yaitu KM Kirana VII yang berlayar setiap tanggal ganjil serta KM Dharma Kartika V yang juga melayani pelayaran pada jadwal tertentu.
Selain itu, untuk lintasan penyeberangan Lembar–Padangbai, DLU mengoperasikan dua kapal lainnya yakni Dharma Ferry VIII dan Dharma Ferry IX.
Firman menyebutkan, tiket penyeberangan rute Lombok–Surabaya masih tersedia bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik.
“Tiket masih tersedia baik untuk penumpang maupun kendaraan. Masyarakat bisa langsung datang ke Kantor DLU untuk melakukan pembelian,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan prediksi Gapasdap, arus mudik dari Bali menuju Lombok diperkirakan mengalami peningkatan hingga 20 persen tahun ini.
Menurut Firman, peningkatan tersebut dipicu oleh momentum libur panjang yang berdekatan dengan perayaan Nyepi di Bali.
“Pergerakan kendaraan dari Bali menuju Lombok sudah mulai terlihat meningkat sejak tadi malam. Sepeda motor dan mobil mulai ramai karena penyeberangan akan ditutup sementara mulai 18 Maret,” katanya.
Saat ini, lintasan penyeberangan Lembar–Padangbai dilayani oleh 21 kapal. Pada kondisi normal, sekitar 13 kapal beroperasi setiap hari, sementara delapan kapal lainnya disiapkan sebagai armada cadangan.
“Jika terjadi lonjakan signifikan saat puncak arus mudik, seluruh 21 kapal bisa kami operasikan untuk mengurai antrean kendaraan di pelabuhan,” pungkasnya.
Editor : reza
Sumber Berita : Taufik Natanagara


































