Lombok Barat Halontb.com– Kepolisian Resor Lombok Barat (Lobar) mematangkan berbagai langkah strategis untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026. Operasi kepolisian terpusat tersebut digelar guna memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idulfitri.
Operasi ini melibatkan personel Polri yang didukung TNI, kementerian, serta sejumlah lembaga terkait. Kegiatan pengamanan dilaksanakan selama 13 hari dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, yang diperkuat dengan penegakan hukum serta dukungan kegiatan kehumasan.
Kasat Lantas Polres Lobar, IPTU Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Operasi Ketupat Rinjani 2026 bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui operasi ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. Selain itu, kami juga berupaya menekan angka kriminalitas, pelanggaran lalu lintas, serta kecelakaan yang berpotensi meningkat seiring mobilitas masyarakat yang tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemetaan Polres Lobar, sejumlah titik di wilayah hukum setempat berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas maupun kecelakaan selama periode mudik Lebaran.
Beberapa ruas jalan yang diprediksi rawan kemacetan antara lain Jalan TGH Ibrahim Al Khalidi di Kecamatan Kediri, Jalan TGH Saleh Hambali di jalur Bengkel–Labuapi, serta Jalan Raya Senggigi–Batu Layar yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata.
Sementara itu, jalur yang masuk kategori rawan kecelakaan di antaranya Jalan Yos Sudarso di wilayah Lembar. Selain itu, beberapa ruas jalan di kawasan Gerung, Labuapi, dan Batu Layar juga menjadi perhatian karena berpotensi terjadi gangguan lalu lintas.
Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Rinjani 2026, Polres Lobar menyiapkan tiga pos pengamanan strategis, yakni Pos Pengamanan Senggigi di wilayah Batu Layar, Pos Pengamanan Gerung di kawasan Giri Menang Square (GMS), serta Pos Terpadu di Pelabuhan Lembar.
Pos-pos tersebut difungsikan untuk memantau pergerakan arus kendaraan, mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, serta mengatur kendaraan yang keluar masuk pelabuhan selama masa mudik dan arus balik.
Selain pengamanan arus mudik, kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas pada malam takbiran, khususnya di kawasan Bundaran Giri Menang Square (GMS) Gerung yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional mulai pukul 20.00 WITA hingga 00.00 WITA. Kendaraan dari arah Mataram yang menuju Lembar akan diarahkan memutar di titik tertentu, sementara kendaraan dari arah Lembar menuju Mataram akan dialihkan melalui jalur alternatif.
Selain itu, sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi kegiatan pawai takbir seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Jenderal A. Yani di Gerung akan ditutup sementara untuk kendaraan dan dialihkan ke jalur lain.
Pengamanan juga difokuskan pada sejumlah destinasi wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat setelah Idulfitri. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengawasan antara lain Pantai Senggigi, Pantai Kerandangan, Pantai Tanjung Bias, Pantai Tawun, Pantai Elak-Elak di Sekotong, serta kawasan wisata Batu Layar dan Bundaran GMS.
Potensi kerawanan di lokasi wisata tersebut meliputi kemacetan lalu lintas, balap liar, penggunaan knalpot bising, hingga konsumsi minuman keras yang dapat memicu gangguan keamanan.
Berdasarkan prediksi kepolisian, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-2 hingga H-1 Lebaran. Sementara itu, kepadatan arus balik diprediksi terjadi pada H+3 setelah Hari Raya Idulfitri.
Polres Lobar mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik maupun arus balik.
Selain pengamanan lalu lintas, kepolisian juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran. Warga dapat menitipkan sepeda motor maupun mobil di kantor kepolisian terdekat, baik di Polsek maupun di Polres Lobar.
“Layanan ini tanpa dipungut biaya alias gratis. Kami ingin masyarakat mudik dengan tenang tanpa rasa khawatir akan pencurian kendaraan di rumah kosong,” tambah Kasat Lantas.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Polres Lobar berharap pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026 dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, dan nyaman.
Sumber Berita : Taufik Natanagara


































