Skandal Combine Pokir DPRD KSB: Nama Sudah Disebut, Tersangka Belum Ditetapkan, Ada Apa di Kejari KSB?

- Wartawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Solidarity Center, Benny Tanaya, menegaskan publik menunggu ketegasan Kejari KSB dalam menetapkan tersangka kasus combine Pokir DPRD. (Foto istimewa)

Direktur Eksekutif Solidarity Center, Benny Tanaya, menegaskan publik menunggu ketegasan Kejari KSB dalam menetapkan tersangka kasus combine Pokir DPRD. (Foto istimewa)

Halontb.com – Dugaan korupsi pengadaan mesin combine harvester melalui pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sumbawa Barat memasuki fase yang memantik tanda tanya publik. Nama-nama yang disebut berpotensi menjadi tersangka sudah diungkap, namun hingga kini belum ada satu pun yang ditetapkan secara resmi.

Kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp11,25 miliar ini menyeret program bantuan pertanian tahun anggaran 2023–2025, dengan indikasi penyimpangan yang terjadi sejak tahap perencanaan hingga distribusi.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Agung Pamungkas, sebelumnya menyampaikan di hadapan massa aksi pada 9 Maret 2026 bahwa terdapat sekitar sembilan orang dari unsur DPRD baik aktif maupun nonaktif serta tiga orang dari OPD yang berpotensi menjadi tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut bukan disampaikan di ruang tertutup, melainkan di forum terbuka. Namun hingga kini, publik belum melihat langkah lanjutan berupa penetapan tersangka.

Di lapangan, fakta-fakta yang terungkap terbilang serius. Mesin combine yang seharusnya dimanfaatkan kelompok tani justru diduga berpindah tangan dan tidak digunakan sesuai peruntukan. Penyidik bahkan telah mengamankan antara 7 hingga 21 unit alat dari total 21 unit yang diadakan dalam kurun waktu tiga tahun.

Lebih dari 60 saksi telah diperiksa, mulai dari anggota DPRD, pejabat Dinas Pertanian, hingga kelompok tani. Artinya, konstruksi perkara dinilai telah terbentuk dan tidak lagi berada pada tahap awal penyelidikan.

Kejari KSB juga telah menegaskan bahwa pengembalian alat tidak menghapus dugaan tindak pidana. Namun, lambannya penetapan tersangka justru memunculkan persepsi publik yang kian liar.

Direktur Eksekutif Solidarity Center, Benny Tanaya, menilai situasi ini menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum di daerah.

“Nama sudah disebut, indikasi sudah jelas, saksi sudah banyak. Sekarang yang ditunggu hanya keberanian menetapkan tersangka,” tegasnya.

Kasus ini kini tidak hanya soal dugaan korupsi, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Transparansi dan ketegasan menjadi kunci agar penanganan perkara ini tidak berujung pada spekulasi atau bahkan kehilangan arah.

Publik menunggu, apakah Kejari KSB akan segera menuntaskan perkara ini hingga ke penetapan tersangka, atau justru membiarkan kasus besar ini menggantung tanpa kepastian.

Facebook Comments Box

Editor : Gatot Suherman

Berita Terkait

Tragis! Pemuda di Lombok Barat Tewas Diduga Bunuh Diri , Sekolah Bantah Isu Bullying
Koalisi Rakyat NTB Minta Kejati Usut Tuntas BPKAD, Tim Transisi, dan Anggota DPRD yang Belum Mengembalikan Dana
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Tanjung Menangis
Puluhan Massa Gelar Aksi di Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Sempat Blokade Jalan Bertong–Telaga
Ditpolairud Polda NTB Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas dari Perairan Senggigi ke RS Bhayangkara
Kabar Bahagia! 1.149 Napi di Lombok Barat Diusulkan Dapat Remisi Idul Fitri, 6 Orang Langsung Bebas
Polda NTB Tetapkan Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Polda NTB Tetapkan Kabid PTK Dikbudpora Bima Sebagai Tersangka Pungli Tunjangan Guru

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:43 WITA

Tragis! Pemuda di Lombok Barat Tewas Diduga Bunuh Diri , Sekolah Bantah Isu Bullying

Sabtu, 14 Maret 2026 - 03:29 WITA

Koalisi Rakyat NTB Minta Kejati Usut Tuntas BPKAD, Tim Transisi, dan Anggota DPRD yang Belum Mengembalikan Dana

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:11 WITA

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Tanjung Menangis

Senin, 9 Maret 2026 - 08:29 WITA

Puluhan Massa Gelar Aksi di Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Sempat Blokade Jalan Bertong–Telaga

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:15 WITA

Ditpolairud Polda NTB Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas dari Perairan Senggigi ke RS Bhayangkara

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:37 WITA

Kabar Bahagia! 1.149 Napi di Lombok Barat Diusulkan Dapat Remisi Idul Fitri, 6 Orang Langsung Bebas

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:04 WITA

Polda NTB Tetapkan Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:31 WITA

Polda NTB Tetapkan Kabid PTK Dikbudpora Bima Sebagai Tersangka Pungli Tunjangan Guru

Berita Terbaru