LOMBOK TIMUR, Halontb.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2026), dan dirangkaikan dengan panen raya serta groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Gubernur NTB beserta jajaran Forkopimda, para Kapolda, unsur pemerintah daerah, kelompok tani, perguruan tinggi, BUMN, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa penguatan produksi bawang putih menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Saat ini, menurut data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 90–95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: KDKMP Jadi Penggerak Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif
Di sisi lain, produksi bawang putih dalam negeri disebut masih berada pada kisaran 34.000 hingga 40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kesenjangan tersebut menjadi tantangan besar dalam mewujudkan kemandirian pangan.
“Artinya, di satu sisi adalah tantangan bagi kita semua untuk bagaimana kita mengulang kejayaan yang pernah terjadi,” kata Kapolri dalam arahannya.
Kapolri mengingatkan bahwa Indonesia sebelumnya pernah mencapai swasembada bawang putih. Pengalaman tersebut, menurut dia, harus menjadi modal optimisme untuk membangun kembali kekuatan produksi bawang putih nasional sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Polri melalui Satgas Pangan bersama jajaran Polda dan kelompok tani saat ini menyiapkan pengembangan lahan bawang putih yang tersebar di 17 wilayah. Total potensi lahan yang disebut dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 2.593,1 hektare.
Baca juga: MotoGP Mandalika 2026 Buka Rekrutmen 2.500 Volunteer bagi Warga NTB
Untuk tahap penanaman serentak, luas lahan yang ditanam mencapai 279,5 hektare. Sembalun sendiri menjadi salah satu wilayah yang telah dikembangkan sejak 2025 dan terus didorong untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen.
Pengembangan bawang putih juga diarahkan melalui riset dan uji coba pada berbagai ketinggian lahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan perluasan budidaya bawang putih ke wilayah dengan karakteristik geografis yang berbeda.
Kapolri juga menekankan pentingnya dukungan sarana produksi pertanian. Dalam kegiatan tersebut, dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), traktor serta pompa air turut disiapkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya.
Baca juga: 3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas
Selain itu, dukungan pupuk juga diberikan untuk menunjang pengembangan tanaman bawang putih. Kolaborasi antara pemerintah, Polri, BUMN, perguruan tinggi, kelompok tani dan pihak terkait dinilai menjadi kunci agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata.
Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi langkah Polri melalui Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional. Menurutnya, penanaman serentak di 17 provinsi menunjukkan adanya langkah konkret untuk memperkuat produksi pangan nasional.
Titiek sapaan akrabnya menilai swasembada bawang putih membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, Kementerian Pertanian, lembaga penelitian, Polri, BUMN, dunia usaha, kelompok tani hingga perguruan tinggi harus menjalankan peran masing-masing secara terintegrasi.
Baca juga: Wabup UNA di HUT ke-81 RI: Evaluasi Diri, Benahi Birokrasi, Kembalikan APBD untuk Rakyat
Titiek juga mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada tidak hanya diukur dari luas lahan dan volume produksi. Kesejahteraan petani, kepastian pasar, ketersediaan benih unggul, pupuk, teknologi, pembiayaan, alsintan serta pendampingan harus menjadi bagian dari ekosistem produksi.
Ia berharap gerakan penanaman bawang putih tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi program berkelanjutan dengan target yang jelas dan terukur menuju swasembada bawang putih pada 2028.
“Indonesia pernah swasembada, kita memiliki lahan, kita memiliki petani, dan hari ini kita memiliki semangat untuk membangun kembali kekuatan bawang putih nasional,” ujarnya.
Baca juga: PLN Siapkan 45 Ribu Personel Amankan Listrik HUT ke-81 RI, Pemulihan Gempa Flores Terus Dikebut
Sembalun pun diharapkan terus berkembang sebagai salah satu sentra produksi bawang putih nasional sekaligus menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis kolaborasi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan didorong memperluas sentra produksi ke daerah lain yang memiliki potensi.
Program tersebut pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, teknologi, sarana produksi, kepastian pasar serta keterlibatan petani, target swasembada bawang putih diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.










