Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi, Sembalun Jadi Pusat Penguatan Swasembada Nasional

- Wartawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, dan jajaran Forkopimda NTB mengikuti panen raya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026).(Foto: Istimewa)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, dan jajaran Forkopimda NTB mengikuti panen raya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026).(Foto: Istimewa)

LOMBOK TIMUR, Halontb.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2026), dan dirangkaikan dengan panen raya serta groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Gubernur NTB beserta jajaran Forkopimda, para Kapolda, unsur pemerintah daerah, kelompok tani, perguruan tinggi, BUMN, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa penguatan produksi bawang putih menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Saat ini, menurut data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 90–95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: KDKMP Jadi Penggerak Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif

Di sisi lain, produksi bawang putih dalam negeri disebut masih berada pada kisaran 34.000 hingga 40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kesenjangan tersebut menjadi tantangan besar dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Artinya, di satu sisi adalah tantangan bagi kita semua untuk bagaimana kita mengulang kejayaan yang pernah terjadi,” kata Kapolri dalam arahannya.

Kapolri mengingatkan bahwa Indonesia sebelumnya pernah mencapai swasembada bawang putih. Pengalaman tersebut, menurut dia, harus menjadi modal optimisme untuk membangun kembali kekuatan produksi bawang putih nasional sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Polri melalui Satgas Pangan bersama jajaran Polda dan kelompok tani saat ini menyiapkan pengembangan lahan bawang putih yang tersebar di 17 wilayah. Total potensi lahan yang disebut dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 2.593,1 hektare.

Baca juga: MotoGP Mandalika 2026 Buka Rekrutmen 2.500 Volunteer bagi Warga NTB

Untuk tahap penanaman serentak, luas lahan yang ditanam mencapai 279,5 hektare. Sembalun sendiri menjadi salah satu wilayah yang telah dikembangkan sejak 2025 dan terus didorong untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen.

Pengembangan bawang putih juga diarahkan melalui riset dan uji coba pada berbagai ketinggian lahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan perluasan budidaya bawang putih ke wilayah dengan karakteristik geografis yang berbeda.

Kapolri juga menekankan pentingnya dukungan sarana produksi pertanian. Dalam kegiatan tersebut, dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), traktor serta pompa air turut disiapkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya.

Baca juga: 3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Selain itu, dukungan pupuk juga diberikan untuk menunjang pengembangan tanaman bawang putih. Kolaborasi antara pemerintah, Polri, BUMN, perguruan tinggi, kelompok tani dan pihak terkait dinilai menjadi kunci agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata.

Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi langkah Polri melalui Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional. Menurutnya, penanaman serentak di 17 provinsi menunjukkan adanya langkah konkret untuk memperkuat produksi pangan nasional.

Titiek sapaan akrabnya menilai swasembada bawang putih membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, Kementerian Pertanian, lembaga penelitian, Polri, BUMN, dunia usaha, kelompok tani hingga perguruan tinggi harus menjalankan peran masing-masing secara terintegrasi.

Baca juga: Wabup UNA di HUT ke-81 RI: Evaluasi Diri, Benahi Birokrasi, Kembalikan APBD untuk Rakyat

Titiek juga mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada tidak hanya diukur dari luas lahan dan volume produksi. Kesejahteraan petani, kepastian pasar, ketersediaan benih unggul, pupuk, teknologi, pembiayaan, alsintan serta pendampingan harus menjadi bagian dari ekosistem produksi.

Ia berharap gerakan penanaman bawang putih tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi program berkelanjutan dengan target yang jelas dan terukur menuju swasembada bawang putih pada 2028.

“Indonesia pernah swasembada, kita memiliki lahan, kita memiliki petani, dan hari ini kita memiliki semangat untuk membangun kembali kekuatan bawang putih nasional,” ujarnya.

Baca juga: PLN Siapkan 45 Ribu Personel Amankan Listrik HUT ke-81 RI, Pemulihan Gempa Flores Terus Dikebut

Sembalun pun diharapkan terus berkembang sebagai salah satu sentra produksi bawang putih nasional sekaligus menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis kolaborasi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan didorong memperluas sentra produksi ke daerah lain yang memiliki potensi.

Program tersebut pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, teknologi, sarana produksi, kepastian pasar serta keterlibatan petani, target swasembada bawang putih diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Empat Tahun Menunggu, CV Clini Agung Kini Siap Mengguyur Pasar Air Mineral NTB dari Sigerongan
Kekeringan Ancam Pertanian Lobar, Hampir 150 Hektare Lahan Tempos Terdampak
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Terjual 50%, Pemprov NTB Genjot Infrastruktur dan Layanan Inklusif
Jelang Maulid, Disdag Lobar Intensifkan Sidak Harga dan Siapkan Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Sembako
Pemkab Lombok Barat Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen, Fokus Tangani 4.000 KK Miskin Ekstrem
Pasca OTT Bupati Nonaktif LAZ, Wabup Lobar Pastikan CFN-CFD, Festival Senggigi, hingga Subsidi UMKM Tetap Berjalan
Pelabuhan Senggigi Melejit: PAD Tembus 97 Persen, Wisatawan Naik 10 Kali Lipat
Kabar Gembira! Pemprov NTB Hapuskan Denda Pajak Kendaraan dan Putihkan Tunggakan di Atas 5 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Kawal Enam Titik yang Tak Boleh Kehilangan Daya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:43 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, ITDC-DLU Gelar Simulasi Pelayaran dan Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Ratusan Petugas PLN Jadi Garda Terdepan Kelistrikan MotoGP Mandalika 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:59 WITA

ASDP Lembar Perkuat Kesiapan Jelang MotoGP, 17 Kapal Siap Dioperasikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Mandalika Kembali Jadi Panggung Dunia, PLN Perkuat Kesiapan Kelistrikan Jelang MotoGP 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Tak Sekadar Soal Listrik, PLN UP3 Bima Ikut Merawat Pesisir Kota Bima

Rabu, 30 September 2026 - 13:15 WITA

11 Hari Menuju MotoGP Mandalika 2026, PLN Mulai ‘Stress Test’ Peralatan Kelistrikan

Rabu, 30 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Rp1 Investasi Sosial Menghasilkan Rp2,56 Manfaat, Pelajaran dari Desa Berdaya Medana

Berita Terbaru