“Ini saya bilang ke Doktor Iwan sebagai potensial menjadi data bodong. Jumlah UMKM kan tidak menggambarkan output. Saya sarankan, sebaiknya gubernur melalui Dinasnya, melengkapi pendekatan kelembagaan UMKM nya dengan menghimpun jumlah output UMKM-nya, bukan sekedar register UMKM-nya. Jadi nanti datanya bisa disandingkan, bisa dibandingkan dengan data BPS” sambung Ojhie.
Ojhie pun meluruskan adanya pemberitaan yang menyebut ia lari dari diskusi. Gubernur meninggalkan acara duluan. Justru pada kesempatan itu ia harus mengejar pesawat, ia pun menyampaikan intinya saja.
“Saya apresiasi acara kemarin. Tapi ke depan, saya berharap diskusi semacam ini saling membagi data, bukan hanya pendapat sepihak. Pemaparan saya berdasar data BPS dan dokumen RPJMD Provinsi NTB, ” tutupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor: Dewa Reza


































