Halontb.com – Ramadan 1447 H menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kepedulian sosial. Bagi PT PLN (Persero) UIW NTB, bulan suci ini juga menjadi waktu strategis untuk memperluas kampanye keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, PLN menghadirkan pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda. Para siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman praktis tentang risiko listrik dan cara pencegahannya.
Peningkatan konsumsi listrik selama Ramadan menjadi perhatian utama. Aktivitas sahur dini hari, penggunaan perangkat penerangan tambahan, hingga peralatan elektronik untuk kebutuhan rumah tangga berpotensi meningkatkan beban instalasi listrik. Tanpa instalasi yang laik operasi dan peralatan bersertifikat, risiko gangguan maupun kecelakaan dapat meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Manager UPK Tambora, Doddy Rizqi, menyebut bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan. “Ketika siswa memahami risiko dan cara pencegahannya, pesan keselamatan itu akan sampai ke rumah masing-masing,” ujarnya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian tak terpisahkan dari misi pelayanan PLN. Ia menyampaikan bahwa perusahaan terus mendorong masyarakat memastikan instalasi listrik sesuai standar dan menggunakan perangkat yang telah memenuhi ketentuan keselamatan.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan dunia pendidikan dan masyarakat, PLN berharap tercipta ekosistem pemanfaatan listrik yang aman, produktif, dan berkelanjutan di NTB. Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat budaya keselamatan demi kenyamanan bersama hingga Idulfitri tiba.







