MATARAM, HaloNTB.com – Ada agenda yang lebih besar di balik penyelenggaraan RIMO Badminton Cup 2026. Bank NTB Syariah tidak sekadar menggelar kompetisi bulu tangkis antarperguruan tinggi, tetapi menjadikan momentum tersebut sebagai pintu masuk untuk memperkuat hubungan dengan lingkungan akademik di Nusa Tenggara Barat.
Enam perguruan tinggi ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung pada September 2026 tersebut. Pertandingan dibagi dalam dua kategori, yakni antar-mahasiswa serta antar-dosen dan karyawan perguruan tinggi.
Keterlibatan berbagai unsur civitas akademika membuat RIMO Badminton Cup memiliki ruang interaksi yang lebih luas. Perguruan tinggi tidak hanya hadir sebagai institusi yang mengirimkan atlet mahasiswa, tetapi juga membawa dosen dan karyawan ke dalam sebuah forum bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
RIMO Badminton Cup 2026 dibuka oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah. Hadir pula Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Bumigora Mataram Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., serta jajaran Bank NTB Syariah dan perwakilan perguruan tinggi.
Bagi Bank NTB Syariah, pilihan olahraga sebagai medium membangun hubungan bukan tanpa alasan. Pertandingan menghadirkan interaksi yang lebih informal, tetapi sekaligus membawa nilai yang dekat dengan budaya organisasi, seperti disiplin, integritas, kerja sama dan sportivitas.
Ferry Ardiansyah menegaskan bahwa RIMO Badminton Cup diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi.
“Semoga dari kegiatan ini lahir semangat kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi yang lebih kuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang penting dalam kegiatan tersebut.
“Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadikan kompetisi ini sebagai sarana membangun persahabatan dan memperkuat sinergi,” tambahnya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah Campus Partnership yang sedang dibangun Bank NTB Syariah dengan perguruan tinggi di NTB.
Campus Partnership membuka ruang kerja sama yang jauh lebih luas dibandingkan kegiatan olahraga. Perguruan tinggi dapat menjadi mitra dalam pengembangan literasi dan inklusi keuangan, digitalisasi transaksi, kewirausahaan mahasiswa, edukasi perbankan syariah hingga berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Kebutuhan tersebut memiliki kaitan erat dengan kehidupan mahasiswa. Generasi muda tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan digital, kewirausahaan dan berbagai aspek ekonomi yang akan mereka hadapi setelah memasuki dunia kerja.
Karena itu, hubungan antara bank dan perguruan tinggi dapat dikembangkan menjadi ekosistem yang saling mendukung. Kampus memiliki mahasiswa, tenaga pendidik, pengetahuan dan berbagai kegiatan akademik, sementara lembaga perbankan memiliki pengalaman serta layanan yang dapat dikenalkan secara edukatif kepada civitas akademika.
Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd. menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan olahraga antarkampus dapat menjadi agenda yang memperkuat hubungan antarperguruan tinggi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan yang memperkuat silaturahmi antarkampus di NTB,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bumigora Mataram Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D. menekankan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha terus diperkuat.
Menurutnya, kolaborasi tidak harus selalu berlangsung dalam forum akademik formal. Kegiatan olahraga juga dapat menjadi sarana mempertemukan berbagai pihak dan membangun komunikasi yang lebih dekat.
“Semoga kegiatan ini terus berkembang, pesertanya semakin banyak, dan menjadi agenda bersama perguruan tinggi di NTB,” tuturnya.
Dari perspektif yang lebih luas, RIMO Badminton Cup dapat dilihat sebagai bagian dari upaya membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan. Ketika komunikasi antarinstitusi terbangun, peluang kerja sama dalam bidang lain menjadi semakin terbuka.
Hal tersebut menjadi penting bagi Bank NTB Syariah sebagai bank daerah yang memiliki hubungan erat dengan berbagai unsur pembangunan di NTB. Perguruan tinggi merupakan salah satu ekosistem strategis karena dari lingkungan akademik inilah lahir calon-calon profesional, pelaku usaha dan pemimpin masa depan daerah.
Karena itu, Campus Partnership tidak hanya dapat dimaknai sebagai kerja sama institusional. Di dalamnya terdapat ruang untuk memperkenalkan layanan keuangan, membangun pemahaman ekonomi syariah dan mendorong keterampilan kewirausahaan generasi muda.
RIMO Badminton Cup 2026 menjadi momentum awal yang dikemas melalui olahraga. Enam perguruan tinggi dipertemukan, mahasiswa diberi ruang berkompetisi, sementara dosen dan karyawan memperoleh kesempatan membangun relasi dengan civitas akademika kampus lain.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan dan perluasan jumlah peserta akan menjadi faktor penting untuk melihat sejauh mana ruang kolaborasi tersebut dapat berkembang.
Namun satu hal telah dimulai: hubungan antara Bank NTB Syariah dan perguruan tinggi tidak hanya dibangun di ruang pertemuan formal. Kali ini, hubungan tersebut dimulai dari lapangan bulu tangkis dengan semangat kompetisi yang sehat, silaturahmi dan membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih luas.









