Dari RIMO Hingga QRIS Cross Border, Bank NTB Syariah Bangun Fondasi Menuju Bank Devisa

- Wartawan

Jumat, 25 September 2026 - 06:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Digitalisasi & Global
Bank NTB Syariah memperkuat layanan digital dan transaksi lintas negara sebagai bagian dari roadmap menuju Bank Devisa, sejalan dengan meningkatnya konektivitas ekonomi NTB dengan pasar global.

Digitalisasi & Global Bank NTB Syariah memperkuat layanan digital dan transaksi lintas negara sebagai bagian dari roadmap menuju Bank Devisa, sejalan dengan meningkatnya konektivitas ekonomi NTB dengan pasar global.

MATARAM, HaloNTB.com — Perubahan besar dalam industri perbankan tidak selalu dimulai dari pembukaan kantor baru atau ekspansi jaringan fisik.

Di era digital, batas geografis sebuah bank justru semakin ditentukan oleh kemampuan teknologinya.

Bank milik daerah Nusa Tenggara Barat itu kini menyiapkan langkah menuju status Bank Devisa pada 2027, di tengah upaya memperkuat transformasi digital dan membangun ekosistem layanan keuangan yang dapat menjangkau transaksi lintas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menarik karena fondasi transaksi internasional Bank NTB Syariah sebenarnya sudah mulai terlihat melalui layanan digital.

Pada Mei 2026, Bank NTB Syariah mengumumkan implementasi QRIS Cross Border yang memungkinkan transaksi pembayaran lintas negara melalui ekosistem QRIS. Layanan tersebut telah mencakup sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, China, Malaysia, Thailand dan Singapura.

Pada September 2026, cakupan layanan digital tersebut diberitakan telah menjangkau enam negara Asia, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok. Nasabah dapat memanfaatkan aplikasi RIMO untuk melakukan transaksi pada merchant yang mendukung layanan QRIS Cross Border.

Perkembangan itu memperlihatkan satu hal penting: aktivitas ekonomi masyarakat NTB sudah semakin terkoneksi dengan dunia luar.

Wisatawan asing datang ke NTB. Masyarakat NTB bekerja di luar negeri. Pelaku UMKM berinteraksi dengan pasar yang semakin luas. Mobilitas masyarakat meningkat.

Sementara itu, kebutuhan transaksi tidak lagi selalu menggunakan pola konvensional.

Karena itulah transformasi Bank NTB Syariah diarahkan lebih luas daripada sekadar digitalisasi layanan.

Pemerintah Provinsi NTB mendorong Bank NTB Syariah melakukan corporate turnaround, yaitu transformasi dari fase recovery menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam roadmap 2026–2027, sejumlah agenda menjadi perhatian, mulai dari restrukturisasi model bisnis, penguatan pembiayaan produktif, peningkatan CASA, penguatan digital banking hingga peningkatan produktivitas organisasi.

Setelah tahapan tersebut, Bank NTB Syariah menargetkan status Bank Devisa pada 2027 dengan tetap mengikuti seluruh persyaratan dan ketentuan regulator.

Target itu sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital dan transformasi kelembagaan berjalan beriringan.

Teknologi dapat membuka akses transaksi, tetapi status Bank Devisa membutuhkan kesiapan yang jauh lebih kompleks.

Ada aspek tata kelola. Ada manajemen risiko. Ada kesiapan sistem. Ada sumber daya manusia. Ada kepatuhan terhadap regulasi. Dan tentu saja ada tuntutan terhadap kekuatan fundamental bank.

Karena itu, perjalanan menuju Bank Devisa tidak dapat hanya diukur dari seberapa banyak transaksi digital yang berhasil dilakukan.

Pertanyaan yang lebih besar adalah seberapa siap seluruh organisasi Bank NTB Syariah mengelola bisnis yang semakin kompleks dan memiliki keterhubungan dengan sistem keuangan internasional.

Kebutuhan tersebut terlihat jelas dalam ekosistem PMI.

Saat ini Bank NTB Syariah masih memanfaatkan kerja sama dengan Maybank untuk kebutuhan tertentu yang berkaitan dengan transaksi lintas negara, termasuk dalam skema KUR PMI. Pemerintah menyebut Bank NTB Syariah ditargetkan menjadi Bank Devisa pada 2027 sehingga ruang keterlibatan langsung bank dalam transaksi internasional dapat dikembangkan.

Ketika seorang warga NTB bekerja di luar negeri, bank dapat hadir sejak sebelum keberangkatan melalui pembiayaan. Ketika sudah berada di luar negeri, bank dapat menyediakan konektivitas transaksi. Ketika penghasilan dikirim ke tanah air, sistem remitansi menjadi bagian dari ekosistem. Ketika dana sampai kepada keluarga, bank kembali berperan dalam pengelolaan keuangan.

Rantai tersebut menunjukkan bagaimana sebuah bank daerah dapat membangun hubungan dengan nasabah bukan hanya dalam satu fase kehidupan ekonomi, tetapi dari hulu hingga hilir.

Wisatawan mancanegara yang datang ke NTB membutuhkan kemudahan pembayaran. Pelaku usaha lokal membutuhkan sistem yang dapat menerima transaksi. UMKM membutuhkan akses terhadap ekosistem pembayaran modern.

QRIS Cross Border menjadi salah satu infrastruktur yang menghubungkan kebutuhan tersebut.

Maka, ketika Bank NTB Syariah berbicara tentang target Bank Devisa, yang sedang dipersiapkan sesungguhnya bukan hanya perubahan status.

Bank daerah dituntut mampu bergerak mengikuti masyarakat yang kini semakin mobile, digital dan terkoneksi secara internasional.

Roadmap tersebut bahkan tidak berhenti pada 2027. Setelah target Bank Devisa, Bank NTB Syariah diarahkan menyiapkan transformasi menjadi perusahaan terbuka dan IPO pada 2028 apabila seluruh aspek fundamental, permodalan, tata kelola serta persyaratan regulator dan pasar modal telah terpenuhi. Untuk 2029, agenda yang disiapkan adalah pengembangan financial holding melalui sinergi BUMD sektor keuangan sesuai ketentuan dan kajian kelembagaan.

Dengan demikian, perjalanan Bank NTB Syariah saat ini sedang memasuki fase yang menentukan.

Dari aplikasi di genggaman nasabah hingga transaksi lintas negara, dari kebutuhan PMI hingga wisatawan mancanegara, seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem baru yang sedang dibangun.

Dan jika seluruh tahapan dapat dipenuhi sesuai ketentuan regulator, target Bank Devisa 2027 akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi Bank NTB Syariah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukan Hanya Balapan, MotoGP Mandalika Jadi Taruhan Citra NTB di Mata Dunia, PLN Siapkan Dukungan Kelistrikan
Jelang MotoGP Mandalika, Disparekrafpora Lobar Sebut Hotel di Senggigi Mulai Nyaris Penuh
Bank NTB Syariah Gaspol Sektor Perumahan, Target 300 Unit FLPP dan Peluang Pembiayaan Baru Disiapkan
Menanti Air Mengalir Lebih Andal, PT Duta Abadi Tuntaskan Proyek Strategis SPAM Semongkat Sumbawa
Ketika Listrik Menyalakan Harapan, Dua Keluarga di Nijang Kini Nikmati Terang
500 Personel Disiapkan, PLN Bangun Benteng Kelistrikan Hadapi MotoGP Mandalika 2026
Bukan Sekadar Ruang Monitor, Centralized Command Center PLN NTB Disiapkan Jadi Otak Koordinasi Kelistrikan
Saat Dunia Menatap Mandalika, PLN Pastikan Energi NTB Siap Menopang MotoGP 2026

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Selasa, 22 September 2026 - 20:19 WITA

Sepanjang 2026, Satpol PP Lombok Barat Tertibkan Lebih dari 500 Rombong PKL

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Jumat, 18 September 2026 - 12:00 WITA

NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Mulai Berdampak

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WITA

DPRD-Pemprov NTB Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Tembus Rp6,05 Triliun di Tengah Tekanan Fiskal

Kamis, 17 September 2026 - 06:08 WITA

PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”

Berita Terbaru