LOMBOK TIMUR, Halontb.com — Pembangunan ekonomi daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pusat-pusat pertumbuhan di kawasan perkotaan. Desa dengan segala potensi lokalnya juga harus menjadi bagian penting dari ekosistem pertumbuhan ekonomi.
Upaya memperkuat fondasi tersebut terus dilakukan melalui Program Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah inisiatif yang mempertemukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi NTB, lembaga keuangan dan berbagai mitra pembangunan.
Baca juga: 62 Tahun Mengabdi, Bank NTB Syariah Hadiahkan Aksi Hijau untuk Alam Lewat Penanaman Mangrove Paremas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu bentuk implementasinya berlangsung di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 20 warga desa menerima bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui budidaya ayam petelur yang disalurkan Bank NTB Syariah.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong masyarakat desa agar tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi di wilayahnya.
Pengembangan usaha berbasis potensi lokal menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun ekonomi desa. Masyarakat diberikan ruang untuk mengembangkan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Baca juga: Bukan Hanya Kirim Uang, Bank NTB Syariah Dorong PMI Bangun Aset di Kampung Halaman
Budidaya ayam petelur menjadi salah satu pilihan karena dapat dikembangkan sebagai usaha produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam memperluas dampak program pemberdayaan. Dalam penyaluran bantuan di Lendang Nangka Utara, hadir jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang masing-masing diwakili Sekretaris Daerah.
Turut hadir pimpinan OJK Pusat dan OJK Provinsi NTB, kepala dinas terkait, mitra lembaga keuangan lokal dan internasional, serta jajaran Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara dan masyarakat.
Sejumlah mitra yang turut terlibat antara lain Astra Financial, PT SMF, WWB dan ILO.
Kehadiran berbagai institusi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi desa membutuhkan orkestrasi program dan dukungan dari banyak pihak.
Baca juga: Tak Sekadar Bisnis, Bank NTB Syariah dan Bank Jatim Bantu 220 Pelajar dengan Kacamata Gratis
Bagi Bank NTB Syariah, keterlibatan dalam Program Desa Berdaya merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan peran perbankan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan bank memiliki komitmen untuk ikut memperkuat perekonomian daerah melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Bank NTB Syariah berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir dan berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif pada Program Desa Berdaya bersama OJK dan Pemprov NTB,” ujar Adhi.
Baca juga: HUT Ke-62 Bank NTB Syariah Jadi Momentum Akselerasi Transformasi Digital Lewat RIMO RUN 2026
Ia mengatakan bantuan yang diberikan kepada 20 penerima manfaat diharapkan mampu menjadi stimulus bagi lahirnya usaha-usaha mandiri di tengah masyarakat.
Menurut Adhi, sektor usaha mikro dan peternakan rakyat mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan apabila dikelola secara terstruktur, produktif dan berkelanjutan.
Karena itu, bantuan sarana budidaya ayam petelur diharapkan tidak berhenti pada tahap pemberian fasilitas. Penerima manfaat didorong untuk mampu mengelola usaha secara optimal sehingga hasil produksi dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga.
Lebih jauh, berkembangnya usaha peternakan rakyat juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi lain di sekitarnya.
Baca juga: HUT Ke-62 Bank NTB Syariah Jadi Momentum Akselerasi Transformasi Digital Lewat RIMO RUN 2026
Rantai ekonomi yang terbentuk mulai dari penyediaan kebutuhan peternakan hingga pemasaran hasil produksi berpotensi menciptakan perputaran ekonomi baru di desa.
Dalam konteks tersebut, Program Desa Berdaya memiliki arti strategis. Desa tidak hanya diposisikan sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai basis pertumbuhan ekonomi yang mempunyai potensi dan karakteristik tersendiri.
Penguatan ekonomi berbasis desa juga berkaitan erat dengan upaya memperluas inklusi keuangan. Masyarakat yang memiliki kegiatan usaha produktif membutuhkan akses terhadap pengetahuan, layanan serta ekosistem keuangan yang mendukung pengembangan usaha.
Bank NTB Syariah menyatakan akan terus memperluas program pemberdayaan dan pendampingan keuangan inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan fungsi sosial dan bisnis perbankan syariah secara beriringan.
Di tengah kebutuhan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, pendekatan kolaboratif menjadi semakin penting. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan ekosistem, OJK menjalankan fungsi penguatan dan pengawasan sektor jasa keuangan, sementara lembaga keuangan dapat mengambil bagian melalui dukungan pemberdayaan masyarakat.
Desa Lendang Nangka Utara menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi tersebut diterjemahkan dalam bentuk program konkret.
Sebanyak 20 penerima manfaat kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha budidaya ayam petelur. Tantangan selanjutnya adalah memastikan usaha tersebut mampu tumbuh, produktif dan berkelanjutan.
Jika dikelola dengan baik, usaha tersebut bukan hanya memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan desa.
Pada akhirnya, keberhasilan Program Desa Berdaya bukan semata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan yang lahir setelah program berjalan, masyarakat yang semakin produktif, usaha yang semakin berkembang, akses keuangan yang semakin terbuka, dan desa yang semakin mampu menggerakkan ekonominya sendiri.
Dari Lendang Nangka Utara, semangat tersebut kembali ditegaskan: membangun ekonomi daerah berarti memastikan masyarakat desa memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama.










