LOMBOK BARAT, Halontb.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan tasyakkuran milad Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan madrasah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada seluruh warga madrasah.
Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat H. Muliadi, M.Pd.I., Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Lombok Barat, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), Ketua Pokjawas Provinsi NTB, Ketua Pokjawas Kabupaten Lombok Barat, Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite MAN Lombok Barat, Camat Gerung, Lurah Gerung Utara, serta sejumlah tokoh agama, unsur kepolisian dan undangan lainnya.
Baca juga: Haniy, Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya sinergi antara madrasah, pemerintah, tokoh agama, masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mendukung keberadaan MAN Lombok Barat sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang.

Bagi keluarga besar MAN Lombok Barat, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Peringatan tersebut menjadi momentum refleksi untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan dan akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para wali kelas yang telah berperan dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada panitia dan wali kelas. Mudah-mudahan Maulid ini membawa keberkahan bagi kita semua. Semoga kita bisa menauladani Rasulullah,” ujarnya, Senin (24/8).
Dalam sambutannya, Kemas juga mengingatkan keluarga besar madrasah mengenai pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”
Menurut Kemas, keteladanan Rasulullah harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, tenaga kependidikan maupun sebagai peserta didik.
Baca juga: Kapolda Bersama Gubernur NTB Tinjau Rumah Adat Sasak Sade yang Terbakar
Ia berharap momentum Maulid Nabi sekaligus tasyakkuran milad dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa MAN Lombok Barat semakin maju dan sukses.
“Semoga MAN Lombok Barat semakin sukses,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin bersama-sama membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Muliadi menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid. Lebih dari itu, kecintaan tersebut perlu diwujudkan dengan menghidupkan sunnah dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan tasyakkuran milad dapat menjadi sumber keberkahan sekaligus motivasi bagi MAN Lombok Barat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Semoga dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakkuran milad ini, MAN Lombok Barat semakin mendapatkan keberkahan dan terus berkembang menjadi madrasah yang maju,” harapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan dan bertambahnya usia MAN Lombok Barat.
Sebagai madrasah aliyah negeri di Kabupaten Lombok Barat, MAN Lombok Barat memiliki peran strategis dalam memberikan layanan pendidikan yang memadukan penguatan akademik dengan nilai-nilai keislaman.
Tasyakkuran milad juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan madrasah dalam mendidik generasi muda. Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, madrasah dituntut tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, spiritualitas dan kepedulian sosial.
Baca juga: Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Terjual 50%, Pemprov NTB Genjot Infrastruktur dan Layanan Inklusif
Setelah pemotongan tumpeng, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai simbol doa dan harapan. Pelepasan tersebut menjadi penanda optimisme keluarga besar MAN Lombok Barat agar madrasah semakin berkembang dan mampu mengukir prestasi di masa mendatang.
Maulid Nabi dan tasyakkuran milad akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan dua semangat besar yakni meneladani Rasulullah SAW sekaligus mensyukuri perjalanan madrasah dalam menjalankan amanah pendidikan.
Dengan semangat cinta kepada Rasulullah, dukungan berbagai pihak dan komitmen seluruh keluarga besar madrasah, MAN Lombok Barat optimistis dapat terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan yang unggul, religius, berkarakter dan berprestasi.
Bagi MAN Lombok Barat, peringatan tersebut bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan. Dari keteladanan Rasulullah, nilai-nilai akhlak ditanamkan dari rasa syukur, semangat kemajuan dibangun dan dari pendidikan, generasi masa depan dipersiapkan.










