Bukan Hanya Kirim Uang, Bank NTB Syariah Dorong PMI Bangun Aset di Kampung Halaman

- Wartawan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi Pemprov NTB, Bank NTB Syariah, KBRI Kuala Lumpur, dan perusahaan perkebunan Malaysia diharapkan menjadi terobosan perlindungan ekonomi bagi PMI agar pulang membawa rumah, tanah, dan usaha. (Dok. Bank NTB Syariah)

Sinergi Pemprov NTB, Bank NTB Syariah, KBRI Kuala Lumpur, dan perusahaan perkebunan Malaysia diharapkan menjadi terobosan perlindungan ekonomi bagi PMI agar pulang membawa rumah, tanah, dan usaha. (Dok. Bank NTB Syariah)

MATARAM, Halontb.com – Pemerintah Provinsi NTB bersama Bank NTB Syariah tengah membangun paradigma baru dalam tata kelola pekerja migran. Jika selama ini keberhasilan PMI lebih sering diukur dari besarnya remitansi yang dikirim ke kampung halaman, kini orientasi itu mulai bergeser pada penciptaan aset produktif yang mampu mengangkat kesejahteraan keluarga secara permanen.

Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan strategis di Kantor KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (24/7/2026), yang melibatkan Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, BP3MI, APJATI, jajaran diplomatik Indonesia serta perusahaan-perusahaan besar pengguna tenaga kerja asal Indonesia.

Bank NTB Syariah menjadi salah satu aktor utama dalam agenda tersebut melalui penyusunan skema pembiayaan syariah yang dirancang khusus bagi calon PMI maupun PMI aktif asal NTB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Nazaruddin bersama Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan membawa misi besar agar penghasilan pekerja migran selama berada di Malaysia tidak habis untuk konsumsi semata, tetapi dapat dikonversi menjadi investasi yang memberikan manfaat jangka panjang.

Konsep yang dibangun cukup sederhana namun memiliki dampak besar.

Selama bekerja di Malaysia, PMI diarahkan memanfaatkan layanan pembiayaan Bank NTB Syariah untuk membeli rumah, lahan produktif maupun mengembangkan usaha keluarga di kampung halaman.

Dengan dukungan subsidi dari Pemerintah Provinsi NTB, pembiayaan tersebut diharapkan menjadi lebih mudah diakses sehingga para pekerja migran tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan mengatakan bahwa gagasan tersebut lahir dari arahan langsung Gubernur NTB yang menginginkan perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi keluarga pekerja migran.

Selama ini banyak PMI yang telah menghabiskan usia produktif bekerja di luar negeri, namun ketika kembali ke daerah belum memiliki aset yang dapat menopang kehidupan mereka.

Kondisi tersebut menjadi ironi mengingat NTB merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 70 persen pekerja migrannya berada di Malaysia.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa keberangkatan masyarakat bekerja ke luar negeri benar-benar menjadi jalan keluar dari kemiskinan, bukan sekadar sumber penghasilan sesaat.

Dalam forum tersebut, manajemen SD Guthrie dan FELDA Plantation juga menyambut positif inisiatif Bank NTB Syariah dan Pemerintah Provinsi NTB.

Pembahasan diarahkan pada sinkronisasi regulasi, perlindungan data pekerja, hingga kepatuhan perusahaan agar implementasi pembiayaan dapat berjalan aman dan sesuai ketentuan.

Apabila terealisasi, skema ini berpotensi menjadi model nasional dalam perlindungan ekonomi pekerja migran. Bukan hanya melindungi mereka selama bekerja di luar negeri, tetapi juga memastikan setiap tetes keringat yang dihasilkan berubah menjadi rumah, tanah, usaha, dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga di Nusa Tenggara Barat.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Berita Terkait

PLN Siapkan 45 Ribu Personel Amankan Listrik HUT ke-81 RI, Pemulihan Gempa Flores Terus Dikebut
Jelang HUT ke-81 RI, PLN Perkuat Keandalan Listrik di Praya Lombok Tengah
Dari Labuhan Sangoro, PLN Terjemahkan Semangat Kemerdekaan Lewat Energi untuk Nelayan Sumbawa
Tarif Listrik Tidak Berubah Hingga September 2026, Komitmen Pemerintah dan PLN Hadirkan Energi Andal dengan Harga Terjangkau
PLN UIW NTB Jadikan Semangat Kemerdekaan Sebagai Energi Pemberdayaan UMKM Perempuan di Kota Bima
Maknai Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, PLN UIW NTB Bangun Masa Depan Anak Bangsa Lewat Bantuan Pendidikan YBM PLN
Kolaborasi PLN dan BPBD Berbuah Manis, Desa Gerimak Indah Naik Status Jadi Destana Pratama Berkat Penguatan Perempuan
Listrik Andal Jadi Wujud Pengabdian di Hari Kemerdekaan, PLN UIW NTB Pastikan Seluruh Sistem Siap Operasi

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru