LOMBOK BARAT, Halontb.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengawal nilai-nilai kemanusiaan. Kali ini, aksi nyata tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan kepada Yusril, salah seorang tokoh pejuang Non-Governmental Organization (NGO) yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit paru-paru basah.
Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, M.A., menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan pilar fundamental yang harus terus dirawat dan diperkuat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bantuan yang disalurkan kepada Yusril bukan sekadar donasi materi, melainkan manifestasi dari solidaritas mendalam bagi sesama yang sedang diuji oleh masalah kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap bantuan dan dukungan yang diberikan dapat meringankan beban saudara kita, Yusril, serta memberikan suntikan semangat dalam menjalani proses pengobatan,” ujar Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, Senin (15/6/2026).
Pria yang akrab disapa Doktor Iqbal ini menjelaskan bahwa peran BAZNAS kini telah bertransformasi lebih luas. Kehadiran lembaga ini tidak lagi hanya terpaku pada manajemen penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara kaku, melainkan juga menjadi motor penggerak kebersamaan.
“Ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus upaya menyambung silaturahmi antar sesama agar nilai-nilai kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Kasus yang menimpa Yusril diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif yang lebih besar. Sebagai tokoh NGO yang selama ini mendedikasikan hidupnya untuk advokasi dan kepentingan masyarakat, momentum ini menjadi saat yang tepat bagi publik untuk bergandengan tangan memberikan timbal balik moral dan materi.
Di akhir keterangannya, Ketua BAZNAS NTB mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga komunitas sipil untuk terus memupuk rasa empati terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
Menurutnya, di tengah dinamisnya tantangan zaman, semangat gotong royong dan kebersamaan yang kokoh adalah modal sosial terbesar untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Nusa Tenggara Barat.











