Home / NTB

Pedagang Cilok Asal Gerung Lombok Barat Berangkat Haji Setelah 34 Tahun Menabung

- Wartawan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mutmainah, jemaah haji asal Lombok Barat, saat berada di Asrama Haji Embarkasi Lombok sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.(Foto. Istimewa)

Mutmainah, jemaah haji asal Lombok Barat, saat berada di Asrama Haji Embarkasi Lombok sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.(Foto. Istimewa)

MATARAM Halontb.com — Perjalanan ibadah haji ke Tanah Suci tidak selalu berjalan mulus bagi setiap orang. Ujian kesabaran yang mendalam harus dihadapi oleh Mutmainah (54), seorang jemaah calon haji asal Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia sempat tertunda keberangkatannya akibat kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun drastis, sebelum akhirnya kembali dijadwalkan terbang untuk menyusul sang suami.

Awalnya, Mutmainah dan suaminya tergabung dalam rombongan Kloter 8 Lombok Barat Embarkasi Lombok. Namun, sesaat setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok, kondisi fisiknya melemah.

“Saya baru duduk, tiba-tiba muntah-muntah. Padahal dari rumah merasa sehat. Mungkin karena kelelahan,” tutur Mutmainah saat ditemui di Asrama Haji, Minggu (3/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas medis yang berjaga di Asrama Haji langsung melakukan pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tekanan darah Mutmainah menurun dan ia dinyatakan tidak laik terbang (istitha’ah kesehatan sementara). Tim medis pun memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB guna menjalani perawatan rawat inap.

Kondisi ini sempat memukul perasaan Mutmainah dan suaminya. Pasalnya, selama ini ia sangat bergantung pada sang suami untuk membimbingnya dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah, terlebih Mutmainah telah lama mengidap penyakit diabetes.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Lombok Barat, H. Suparlan, yang mendampingi jemaah pada momen tersebut, mengakui betapa beratnya situasi psikologis yang dialami pasangan suami istri tersebut.

“Saya sampaikan langsung kepada suaminya bahwa sang istri dinyatakan belum layak terbang dan membutuhkan perawatan intensif. Itu adalah kondisi yang sangat sulit diterima karena tekad kuat mereka untuk berangkat bersama,” ujar H. Suparlan.

Melihat kesedihan yang mendalam, H. Suparlan berusaha memberikan penguatan moral agar sang suami tetap berangkat terlebih dahulu memenuhi panggilan ibadah.

“Panggilan Allah harus diutamakan. Saya meminta beliau untuk menerima ketetapan ini dengan pasrah dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. Ada hikmah yang tidak kita ketahui. Bisa jadi menurut kita baik, tetapi menurut Allah tidak. Begitupun sebaliknya. Alhamdulillah, sang suami membulatkan hati untuk berangkat terlebih dahulu,” tambahnya.

Perjuangan Mutmainah menuju Baitullah bukanlah perkara instan. Ia dan suaminya telah mendaftar haji sejak tahun 2012 silam, saat usianya menginjak 40 tahun. Selama lebih dari satu dekade, pasangan perantau asal Lamongan, Jawa Timur, ini mengumpulkan rupiah demi rupiah dari hasil berjualan cilok di Lombok sejak era 1992 atau kurang lebih selama 34 tahun.

“Bapaknya jualan cilok keliling. Dari usaha kecil itu kami bisa menyisihkan uang dan menyekolahkan anak-anak sampai bangku kuliah,” kenang Mutmainah.

Ketika usahanya sedang ramai, ia mampu menabung hingga jutaan rupiah per bulan demi mewujudkan rukun Islam kelima. Sebagai pelaku usaha mikro, Mutmainah selalu memegang prinsip hidup hemat.

“Kalau dapat untung, jangan dihabiskan semua. Sebagiannya harus ditabung untuk masa depan,” katanya.

Keteguhan hati Mutmainah akhirnya berbuah manis. Doa yang dipanjatkan sang suami dari Tanah Suci diijabah. Setelah menjalani perawatan intensif dan dinyatakan pulih oleh tim dokter, kondisi kesehatan Mutmainah membaik secara signifikan.

Setelah mengantongi surat kelaikan terbang dari tim kesehatan, Mutmainah kini dipastikan dapat melanjutkan perjalanan spiritualnya. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Selasa, 4 Mei 2026, bergabung dengan Kloter 10 Mataram.

H. Suparlan menyatakan rasa syukurnya atas perkembangan kesehatan Mutmainah yang memungkinkan dirinya untuk segera menyusul sang suami.

“Alhamdulillah, doa dari Tanah Suci diijabahkan. Ibu Mutmainah kini sudah sehat dan dapat diterbangkan. Insyaallah, nanti beliau akan kembali bertemu dengan suaminya di Makkah dalam satu hotel,” jelas H. Suparlan.

Bagi Mutmainah, kesempatan ini adalah mukjizat dan buah dari kesabaran. Di tengah keterbatasan fisik akibat diabetes yang diidapnya sejak sebelum mendaftar haji, tekadnya tidak pernah surut.

“Sempat sedih karena suami harus berangkat duluan. Tapi alhamdulillah, yang penting sekarang saya bisa menyusul dan nanti bertemu suami di Tanah Suci. Saya hanya berharap bisa sehat, ibadah lancar, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Nagata

Berita Terkait

BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:58 WITA

Kembalikan Figur Ayah di Sekolah, SMKN 1 Gerung Jadi Pelopor Gerakan GEMAR di NTB

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:11 WITA

Cetak Prestasi Nasional, Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Emas di AKSI 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:33 WITA

Belajar Sambil Bermain, Polda NTB Kenalkan Unit Polisi Satwa ke Siswa Sekolah Rakyat Lombok Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:52 WITA

Sukses Jalankan Transformasi Digital, Kepala MAN Lombok Barat Apresiasi Kelancaran ASAS Berbasis CBT

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:30 WITA

Harumkan NTB di Tingkat Nasional, Siswa MAN Lombok Barat Sabet Medali Emas Islamic Olympiade VII

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:33 WITA

Perkuat Karakter dan Kesejahteraan Guru, Gubernur NTB: Jadilah Teladan yang Dicintai Murid

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:16 WITA

Luar Biasa ! Dua Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali di NTB Science Competition 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:01 WITA

NIP dan Gaji Puluhan PPPK Paruh Waktu Lobar Macet, DPRD Desak BKD Segera Tuntaskan Administrasi

Berita Terbaru