Mataram,Halontb.com— Konsep ruang publik kini mengalami transformasi. Tidak lagi sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan interaksi sosial. Hal inilah yang tercermin dalam “Mataram Friday Relax 2026” yang digelar oleh Bank NTB Syariah.
Bertempat di Teras Udayana, kegiatan ini menghadirkan wajah baru ruang kota: hidup, dinamis, dan inklusif. Masyarakat dari berbagai latar belakang hadir, berbaur tanpa sekat, menikmati suasana santai yang sarat makna.
Di balik suasana santai tersebut, terdapat pergerakan ekonomi yang signifikan. UMKM lokal mendapatkan panggung untuk tampil dan berkembang, sementara masyarakat menjadi bagian dari siklus ekonomi itu sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kontribusi lembaga keuangan terhadap masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai institusi finansial, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi sarana strategis dalam meningkatkan literasi keuangan. Pengenalan layanan digital seperti RIMO menjadi langkah konkret dalam mendorong inklusi keuangan di tengah masyarakat.
Apresiasi datang dari Mohan Roliskana yang menilai kegiatan ini mampu menciptakan dampak berlapis.
“Ini adalah contoh sinergi yang baik. Ruang publik hidup, ekonomi bergerak, dan masyarakat terlibat aktif,” katanya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan, Mataram Friday Relax tidak hanya menjadi event rutin, tetapi berpotensi menjadi model pembangunan kota berbasis komunitas.
Ke depan, ketika kegiatan ini terus berlanjut, bukan hanya ruang publik yang hidup tetapi juga harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Editor : Reza











