Lombok Timur,Halontb.com – Di Desa Jeruk Manis, peringatan Hari Kartini tahun ini terasa berbeda. Tidak ada panggung megah atau seremoni berlebihan. Yang ada justru kehadiran bantuan sederhana namun bermakna bagi 15 lansia dhuafa sebuah wujud kepedulian dari PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB).
Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, bantuan tersebut disalurkan sebagai bagian dari program sosial berbasis dana zakat pegawai. Di balik program ini, tersimpan pesan kuat: bahwa energi yang disalurkan PLN tidak hanya berupa listrik, tetapi juga kepedulian sosial.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa semangat Kartini yang diangkat PLN adalah semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kartini adalah simbol perjuangan dan kepedulian. Kami ingin menerjemahkan nilai itu dalam bentuk aksi nyata,” katanya.
Program santunan ini melanjutkan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan di berbagai wilayah, termasuk ULP Selong, Pringgabaya, Kopang, dan Praya. Dengan jangkauan yang terus diperluas, PLN berupaya memastikan bahwa manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Bagi warga Desa Jeruk Manis, bantuan ini memiliki arti yang sangat besar. Kepala desa setempat, Nasipudin, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu para lansia yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Di sisi lain, YBM PLN UIW NTB menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana. Hal ini menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan program serta meningkatkan kepercayaan publik.
Apa yang dilakukan PLN UIW NTB menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus selalu dalam bentuk besar. Justru dari langkah-langkah kecil yang konsisten, perubahan nyata dapat tercipta. Dari Desa Jeruk Manis, pesan itu mengalir: bahwa kepedulian adalah energi yang mampu menyalakan harapan.











