Home / NTB

PJU Rp17,8 Miliar Terang di Lapangan, DPRD NTB Minta Semua Proses Dibuka

- Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan Pulau Sumbawa tampak berfungsi optimal, mendukung keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas pada malam hari.(Foto: Istimewa)

Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan Pulau Sumbawa tampak berfungsi optimal, mendukung keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas pada malam hari.(Foto: Istimewa)

MATARAM — Halontb.com – Lampu penerangan jalan umum di sejumlah ruas jalan Provinsi NTB kini telah menyala. Namun di balik terang lampu tersebut, proyek PJU senilai Rp17,8 miliar masih menyisakan pertanyaan publik. Dinas Perhubungan Provinsi NTB menegaskan proyek ini sah secara hukum dan teknis, sementara Komisi IV DPRD NTB menuntut keterbukaan menyeluruh agar polemik tidak berubah menjadi krisis kepercayaan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub NTB, Chairy Chalidyanto, menyatakan pemasangan PJU berangkat dari kewajiban negara dalam menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Undang-undang jelas memerintahkan pemerintah daerah menyediakan perlengkapan keselamatan jalan. PJU adalah bagian dari itu. Jadi ini bukan proyek dadakan,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengakui bahwa kebutuhan keselamatan jalan di NTB selama ini belum sepenuhnya terjawab. Selain PJU, masih banyak fasilitas lain yang dibutuhkan masyarakat, namun keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan prioritas.

Prioritas Mandalika hingga Sumbawa

Dalam pelaksanaannya, Dishub NTB menerapkan skema dua tahap. Tahap awal melalui pergeseran anggaran dialokasikan sekitar Rp7,6 miliar. Dari total rencana 187 titik, Dishub mengeksekusi 100 titik lebih dulu berdasarkan prioritas kawasan strategis, termasuk jalur menuju Sirkuit Mandalika.

Tahap kedua dilanjutkan melalui APBD Perubahan dengan tambahan anggaran Rp10,8 miliar. Anggaran ini digunakan untuk memasang 260 titik baru, ditambah sisa 87 titik tahap awal, sehingga total mencapai 347 titik.

“PJU tersebar di 13 ruas jalan. Satu ruas di tahap awal, sisanya 12 ruas di tahap perubahan, meliputi Lombok dan Sumbawa,” jelas Chairy.

Pengadaan E-Katalog dan Klaim Rampung

Chairy menegaskan pengadaan dilakukan melalui e-katalog. Menurutnya, seluruh PJU telah terpasang dan berfungsi sejak akhir tahun lalu. “Di Lombok dan Sumbawa sudah menyala semua,” ujarnya.

Pernyataan ini sejalan dengan klarifikasi Kepala Dishub NTB Ervan Anwar, yang menegaskan proyek PJU tidak lepas dari mekanisme formal penganggaran.

“APBD murni maupun perubahan selalu dibahas bersama eksekutif dan legislatif. Tidak ada proyek yang berjalan tanpa prosedur,” tegas Ervan.

Komisi IV DPRD NTB: Jangan Ada Titik Gelap

Meski demikian, Komisi IV DPRD NTB menilai penjelasan teknis belum cukup tanpa transparansi menyeluruh. Abdul Rahim menegaskan DPRD memiliki kewajiban konstitusional untuk mengawal proyek agar tidak menyimpang di lapangan.

“Kami ingin memastikan tidak ada perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan. Jangan sampai direncanakan di titik A, dipasang di titik B. Harga, kualitas, dan spesifikasi harus sepadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbukaan data menjadi benteng utama melawan isu liar yang sempat berkembang di ruang percakapan informal. “Kalau semuanya jelas dan bisa dibuktikan, polemik selesai,” katanya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha (UNA), memberikan keterangan kepada sejumlah awak media seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Lombok Barat, Selasa (29/9/2026).(Foto: Halo NTB/Taufik).

Pemerintahan

Tiga Besar Calon Sekda Lombok Barat Segera Dipanggil Wabup UNA

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:12 WITA