Halontb.com – Di balik rencana pembangunan Islamic Center Lombok Barat, tersimpan visi besar yang melampaui pembangunan fisik. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tengah merancang sebuah ruang peradaban tempat bertemunya spiritualitas, budaya, dan ekonomi umat yang kelak menjadi warisan jangka panjang bagi generasi mendatang.
Visi besar itu mulai dipaparkan secara terbuka dalam Sosialisasi Pembangunan Islamic Center Lombok Barat yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Lombok Barat, Rabu (14/1/2026). Forum ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam memastikan proyek berjalan sesuai nilai keislaman dan kearifan lokal.
Sinergi Pemerintah dan Ulama
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri para Tuan Guru se-Kabupaten Lombok Barat, alim ulama, tokoh masyarakat, pimpinan OPD, serta unsur Kemenag dan Dinas PUPR. Kehadiran mereka bukan formalitas, melainkan bagian dari proses legitimasi sosial dan spiritual proyek tersebut.
Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, Ratnawi, menyebut keterlibatan ulama sebagai elemen krusial sejak tahap perencanaan.
“Islamic Center ini bukan milik pemerintah semata. Ini milik umat. Karena itu, kami ingin setiap detailnya mendapat masukan dari para Tuan Guru dan tokoh masyarakat,” katanya.
Arsitektur Modern Berakar Lokal
Islamic Center Lombok Barat dirancang sebagai kawasan terpadu. Selain masjid utama, kawasan ini akan dilengkapi fasilitas pendidikan, ruang dakwah, pusat kegiatan sosial, hingga area pemberdayaan ekonomi umat.
Desain bangunan mengusung arsitektur modern dengan sentuhan budaya Sasak, mencerminkan identitas Lombok Barat sebagai daerah religius yang kaya tradisi. Pendekatan ini diharapkan melahirkan bangunan ikonik yang membumi sekaligus berkelas nasional.
Tahapan Legal dan Pembiayaan APBN
Dari sisi teknis, Ratnawi memastikan seluruh tahapan pembangunan mengikuti regulasi pemerintah pusat. Salah satu syarat utama adalah rekomendasi resmi dari Menteri Agama yang menjadi pintu masuk pembiayaan APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Begitu rekomendasi keluar, Menteri PU akan menerbitkan SK pembangunan. Anggaran pembangunan sepenuhnya dari APBN,” jelasnya.
Pembebasan lahan sendiri telah dinyatakan rampung. Saat ini, pemerintah daerah tinggal menyelesaikan penetapan lokasi dan proses appraisal agar pembayaran lahan dapat segera dituntaskan.
Islamic Center yang Inklusif
Selain memenuhi syarat jamaah inti, Islamic Center Lombok Barat juga dirancang ramah disabilitas. Prinsip inklusivitas menjadi bagian dari konsep besar agar seluruh masyarakat, tanpa kecuali, dapat memanfaatkan kawasan ini.
Penamaan Islamic Center pun belum ditetapkan. Pemerintah daerah memilih menunggu hingga pembangunan berjalan, agar nama yang disematkan benar-benar lahir dari musyawarah bersama tokoh agama dan masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Citra Daerah
Kepala Kantor Kemenag Lombok Barat, Drs. H. Haryadi Iskandar, menilai Islamic Center ini akan menjadi pengungkit ekonomi baru bagi daerah. Dengan luas lahan sekitar 4 hektare dan estimasi anggaran Rp300 miliar, kawasan ini diproyeksikan menjadi magnet aktivitas ekonomi dan wisata religi.
“Kita ingin masyarakat Lombok Barat menjadi pelaku utama ekonomi di kawasan ini. UMKM lokal harus mendapat ruang dan manfaat,” tegas Haryadi.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Lombok Barat yang dinilai mampu menghadirkan terobosan pembangunan strategis dalam waktu relatif singkat.
Menuju Ikon Peradaban
Dengan pengelolaan profesional dan dukungan penuh masyarakat, Islamic Center Lombok Barat diharapkan mengikuti jejak pengelolaan modern seperti Islamic Center Hubbul Wathan, yang telah menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial di NTB.
Lebih dari sekadar bangunan, Islamic Center Lombok Barat diproyeksikan sebagai simbol arah baru pembangunan daerah memadukan iman, identitas budaya, dan kesejahteraan umat dalam satu kawasan peradaban Islam yang modern dan inklusif.







