Home / NTB

Dari Bantuan Darurat hingga Reformasi Hulu, Gubernur NTB Tegaskan Banjir Tak Bisa Ditangani Setengah-Setengah

- Wartawan

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah kaki di jalur berlumpur menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah, saat Gubernur NTB dan rombongan meninjau lokasi banjir dan memetakan penanganan jangka pendek hingga perbaikan tata ruang.(Foto: Istimewa)

Langkah kaki di jalur berlumpur menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah, saat Gubernur NTB dan rombongan meninjau lokasi banjir dan memetakan penanganan jangka pendek hingga perbaikan tata ruang.(Foto: Istimewa)

Halontb.com – Penanganan banjir di Lombok Barat tidak boleh berhenti pada pembagian bantuan semata. Pesan itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Rabu (14/1).

Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat, Gubernur memaparkan strategi penanganan banjir yang disusun secara berlapis. Menurutnya, bencana ini merupakan akumulasi dari persoalan teknis dan ekologis yang telah berlangsung lama.

Pada tahap awal, Pemerintah Provinsi bersama Pemkab Lombok Barat dan Baznas memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Bantuan logistik telah disalurkan, sementara alat berat dikerahkan untuk membersihkan drainase dan memperlancar aliran air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak ingin warga berjuang sendiri. Negara harus hadir sejak fase paling darurat,” tegas Gubernur.

Langkah berikutnya adalah normalisasi sungai. Gubernur secara khusus memanggil Balai Wilayah Sungai untuk segera melakukan pengerukan sedimentasi. Endapan lumpur yang menumpuk di sungai dinilai menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman.

Namun, perhatian terbesar Gubernur tertuju pada kondisi lingkungan di wilayah hulu. Ia menyebut degradasi perbukitan sebagai bom waktu yang terus memicu banjir dan sedimentasi.

“Bukit-bukit yang gundul ini harus kita pulihkan. Kalau tidak, banjir seperti ini hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya dengan nada tegas.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyentil persoalan tata kelola administrasi desa. Ia meminta agar rekomendasi pertanahan tidak lagi dikeluarkan tanpa kajian lingkungan yang matang, mengingat dampaknya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Nurul Adha, Kepala Pelaksana BPBD NTB, serta unsur terkait lainnya, menandai keseriusan pemerintah daerah dalam membangun penanganan banjir yang lebih berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Lombok Barat Gandeng DPRD dan Aparatur Kelurahan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak
Perkuat Transformasi Digital, Pemprov NTB Sinkronkan Data Daerah hingga Level Nasional
Pemprov NTB Bentuk Satgas Terpadu, Kawal Pengiriman 20 Ribu Ekor Sapi ke Jabodetabek
Transparansi Mulai Terbuka, Proyek IPAL Mataram Masuk Babak Baru dengan Pengawasan Ketat
Menuju NTB Satu Digit: Ikhtiar Pemerintah Menata Masa Depan Lewat Kolaborasi
Jalan Lendang Re–Menjut Mangkrak Usai Tambahan 50 Hari, Warga Sekotong Geram: “Kami Butuh Aksi, Bukan Janji”
Perempuan Asal Mataram Hanyut di Sungai Tibu Ijo Lobar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif
Polsek Batulayar Siaga Tangani Banjir di Jalur Senggigi

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 04:46 WITA

Fakta Sidang Jadi Sorotan, Massa Nilai Mawardi Tak Terbukti Korupsi

Selasa, 7 April 2026 - 14:02 WITA

KNPI NTB Soroti Maraknya Judi Sabung Ayam di Mataram, Desak Aparat Bertindak Tegas

Selasa, 7 April 2026 - 07:44 WITA

Polisi Naikkan Status Kasus BIN Gadungan di Lombok Barat ke Tahap Penyidikan

Senin, 6 April 2026 - 13:44 WITA

Polda NTB Amankan Terduga Pelaku Penimbun BBM Subsidi di Sumbawa, 800 Liter Solar Disita

Senin, 6 April 2026 - 01:34 WITA

Niat Jual Motor Curian di Gerung, Pencuri N-MAX Biru di Sekotong Tak Berkutik saat Diringkus Polisi

Rabu, 1 April 2026 - 03:21 WITA

Polres Lombok Barat Pastikan Lokasi Tambang Emas di Sekotong Sudah Tidak Beroperasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:40 WITA

Proyek Prestisius, Dugaan Korupsi Serius: Kasus Lahan Samota Masuk Tahap Penuntutan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:07 WITA

Polsek Kuripan Bubarkan Praktik Judi Sabung Ayam, Tidak Ada Ruang untuk Penyakit Masyarakat

Berita Terbaru