Halontb.com – Jalur penyeberangan Kayangan–Pototano kembali menjadi nadi utama mobilitas masyarakat Nusa Tenggara Barat menjelang Tahun Baru 2026. Arus penumpang dan kendaraan yang melintas melalui pelabuhan ini menunjukkan tren peningkatan yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, menyebutkan bahwa peningkatan tersebut sudah terpantau sejak beberapa hari terakhir. Data internal mencatat kenaikan jumlah penumpang mencapai 23 persen, sementara kendaraan meningkat sekitar 25 persen.
“Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada momentum akhir tahun. Namun hingga saat ini, situasi penyeberangan masih berjalan dengan baik dan terkendali,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penguatan Pelayanan dan Keamanan
Mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP Kayangan melakukan penguatan dari berbagai sisi. Posko terpadu didirikan di area pelabuhan sebagai pusat pengendalian operasional dan koordinasi lintas sektor selama masa Nataru.
Selain itu, fasilitas bagi penumpang diperkuat, khususnya untuk kendaraan roda dua, dengan penambahan tenda-tenda tunggu guna memberikan perlindungan dari panas maupun hujan. Petugas operasional dan pengamanan juga disiagakan penuh untuk memastikan ketertiban di seluruh area pelabuhan.
“Pelayanan, operasional, dan keamanan menjadi fokus utama kami dalam menjaga kelancaran penyeberangan,” kata Erlisetya.
Operasional Kapal Masih Stabil
Dari sisi armada, ASDP Kayangan masih menerapkan pola operasi normal dengan mengoperasikan 10 kapal secara bergantian. Hingga kini, kondisi arus dinilai belum memerlukan penambahan kapal atau perubahan signifikan terhadap jadwal pelayaran.
Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan respons cepat jika terjadi perubahan situasi di lapangan.
Sinergi Lintas Instansi
Dalam menjaga keselamatan dan kelancaran penyeberangan, ASDP Kayangan terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai instansi, mulai dari KSOP, TNI, Polri, BPTD, Dinas Perhubungan, BMKG, Basarnas, hingga tenaga kesehatan. Koordinasi ini dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun melalui sistem komunikasi terpadu selama masa posko Nataru.
Langkah tersebut memungkinkan setiap potensi kendala dapat segera ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
Imbauan kepada Masyarakat
ASDP Kayangan mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin selama berada di kawasan pelabuhan maupun di atas kapal. Kepatuhan terhadap antrean, arahan petugas, serta kelengkapan kendaraan dan dokumen perjalanan dinilai sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama.
Pengguna jasa juga diimbau memastikan data identitas penumpang dan kendaraan diisi secara lengkap dan akurat saat pembelian tiket, karena manifest menjadi bagian penting dalam pelayanan dan keselamatan pelayaran.
Menutup keterangannya, Erlisetya mengajak masyarakat NTB untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Selamat Natal bagi yang merayakan dan selamat menyambut Tahun Baru. Semoga seluruh perjalanan berjalan aman, lancar, dan membawa kebahagiaan,” pungkasnya.






