Ketika Barongsai Bicara Bahasa Sasak: Kisah Anak-anak NTB Menembus Sekat Tradisi

- Wartawan

Kamis, 31 Juli 2025 - 23:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim barongsai Vamos Rinjani dari NTB tampil memukau di atrium Mataram Mall dengan kostum adat khas Lombok dalam ajang FORNAS VIII 2025, membaurkan seni tradisional dan semangat olahraga rekreasi secara inklusif. (Foto: Istimewa)

Tim barongsai Vamos Rinjani dari NTB tampil memukau di atrium Mataram Mall dengan kostum adat khas Lombok dalam ajang FORNAS VIII 2025, membaurkan seni tradisional dan semangat olahraga rekreasi secara inklusif. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Di antara sorot lampu mall dan desiran AC yang menggantung dingin di udara, sepasang barongsai tiba-tiba melompat dari sudut atrium. Namun ada yang berbeda—tidak ada motif naga emas klasik atau pakaian merah menyala. Yang terlihat justru busana adat khas Lombok, menyatu dengan gerakan lincah khas barongsai.

Itulah Vamos Rinjani, tim barongsai dari Nusa Tenggara Barat yang menggebrak pentas Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025. Mereka datang bukan hanya membawa gerakan, tapi juga gagasan. Lewat dua tim bertajuk simbolik Auman Singa Betina Merindukan Bulan dan Singa Jantan yang Menemukan Jati Diri mereka menyampaikan pesan: bahwa warisan budaya tak boleh dibatasi oleh garis etnis.

Mega Herlambang, sosok di balik kelahiran Vamos Rinjani, mengatakan misi mereka lebih besar dari sekadar kompetisi. “Kami ingin memperluas pemahaman masyarakat bahwa barongsai itu bukan hanya milik Tionghoa dan bukan sekadar perayaan Imlek. Ini olahraga. Ini ekspresi seni. Ini bisa kita miliki bersama,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses persiapan bukan main-main. Dengan anggota tim yang masih pelajar dan pekerja muda, mereka menjalani latihan intens selama tiga bulan. Bukan hanya untuk menyatukan teknik, tapi juga mengolah makna. Kostum adat tak sekadar pelengkap, tapi bagian dari pesan. Bahwa di balik kepala singa yang menari, ada suara lokal yang sedang bicara.

Penampilan mereka berhasil membuat pengunjung mall terkesima. Bukan karena kemegahan semata, tapi karena keberanian menggabungkan dua dunia yang selama ini tak bersinggungan. Seakan menari di atas garis batas, Vamos Rinjani menjadikan panggung FORNAS sebagai titik temu budaya.

Mega mengungkapkan bahwa tantangan terbesar justru datang dari pemahaman publik yang belum menyeluruh. Banyak yang masih melihat barongsai sebagai simbol etnis, bukan olahraga terbuka. “Kami ingin mengubah itu. Kami ingin anak-anak Lombok merasa bahwa mereka juga bisa menari sebagai singa langit,” ucapnya.

Mereka mungkin tidak membawa pulang medali emas, tetapi Vamos Rinjani telah memenangkan sesuatu yang lebih besar: pengakuan bahwa budaya adalah milik bersama. Dalam setiap gerak, dalam setiap dentuman drum, mereka menyampaikan pesan bahwa Indonesia adalah rumah yang besar dan setiap anak bangsa berhak untuk menari di tengahnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Petugas Siaga Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026
MotoGP Mandalika 2026 Makin Siap, NTB Targetkan Event Dunia Berdampak Besar bagi Masyarakat
Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Cek Rekayasa Lalin di Bypass Mandalika
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Matangkan Pengamanan Kedatangan Rider, Official hingga Logistik
Jelang MotoGP 2026, Polda NTB Survei Lokasi Pos Pengamanan di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas
Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:23 WITA

PLN UP3 Bima Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Kelistrikan Diarahkan Dukung Ketahanan Pangan NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:26 WITA

Dari Layanan Kelistrikan hingga Kepedulian Sosial, PLN Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat Sumbawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PLN Perluas Makna Pengabdian, Hadirkan Energi Inspirasi bagi Pendidikan Anak-anak Lombok Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Dari NTB ke Jepang, Bank NTB Syariah Gandeng Lembaga Pelatihan untuk Perkuat Pembiayaan Pemagangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WITA

Danantara Dorong BUMN Utamakan Pelanggan, PLN Masuk Dua Besar Layanan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Efek MotoGP Mandalika, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang 40 Persen dan Kendaraan 32 Persen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026

Berita Terbaru