4 Bulan Terbengkalai Pasca-Banjir, Kades Tempos Desak Pemkab Lobar Segera Perbaiki Jalan Amblas

- Wartawan

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Tempos, H. Sudirman, memberikan penjelasan terkait jalan rusak dan amblas yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/6).(Foto: Istimewa)

Kepala Desa Tempos, H. Sudirman, memberikan penjelasan terkait jalan rusak dan amblas yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/6).(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Kerusakan infrastruktur jalan akibat bencana alam di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga kini belum kunjung mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah setempat.

Kerusakan parah berupa jalan amblas terjadi di wilayah Desa Tempos, Kecamatan Gerung, sejak Februari 2026 lalu akibat diterjang banjir, namun dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan hingga pertengahan tahun ini.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mendalam bagi masyarakat sekitar, mengingat ruas jalan sepanjang 10 meter yang amblas tersebut merupakan akses utama penopang mobilitas dan urat nadi perekonomian warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Tempos, H. Sudirman, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat untuk segera mengambil tindakan nyata guna merealisasikan perbaikan jalan sebelum memasuki siklus musim penghujan berikutnya.

“Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi satu-satunya akses menuju pasar, sekolah, pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, hingga lahan pertanian warga,” ujar Sudirman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/6).

Berdasarkan kronologi kejadian, kerusakan bermula saat curah hujan tinggi memicu longsor pada bahu jalan di awal tahun. Ironisnya, kerusakan ini terjadi tidak lama setelah proyek pengaspalan hotmix di ruas jalan tersebut baru saja rampung dikerjakan.

Dampaknya, sebagian besar badan jalan kini dalam kondisi menggantung dan rawan ambruk total jika beban kendaraan yang melintas terus bertambah tanpa adanya penguatan struktur.

Sudirman memaparkan, proyek pembangunan jalan ini sejatinya merupakan program Balai Jalan yang dibiayai oleh APBN. Namun, karena statusnya merupakan jalan kabupaten, maka kewenangan penanganan pascabencana berada di bawah kendali Pemkab Lombok Barat.

Pemerintah Desa Tempos mengklaim telah menempuh berbagai upaya birokrasi, mulai dari berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat, hingga perwakilan DPRD Provinsi NTB.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah dialokasikan dan masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kabupaten Lombok Barat tahun ini.

“Informasinya anggaran sudah tersedia. Kami hanya menunggu proses rekomendasi dan pelaksanaan pekerjaan. Tetapi masyarakat terus bertanya kapan akan dikerjakan,” tegas Sudirman mempertanyakan lambannya eksekusi fisik di lapangan.

Pihak desa mengkhawatirkan adanya potensi penundaan yang berlarut-larut. Jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut, dipastikan badan jalan akan terkikis sepenuhnya dan memutus total akses transportasi.

Meski sejauh ini belum ada laporan insiden kecelakaan atau korban jiwa, pemerintah desa meminta pemda tidak bersikap pasif dan menunggu sampai jatuh korban baru bertindak.

Sebagai langkah taktis, Sudirman menyarankan agar Pemkab Lombok Barat setidaknya melakukan penanganan darurat terlebih dahulu, seperti penimbunan sementara di titik longsor guna meminimalisasi risiko bagi pengendara.

Perlu diketahui, dampak kerusakan ini meluas hingga ke wilayah tetangga, yakni Desa Banyu Urip, di mana warganya setiap hari memanfaatkan jalur lintas ini untuk akses ke sektor pertanian dan fasilitas publik.

Jika akses utama ini terputus total, warga kedua desa terpaksa harus memutar jauh melintasi wilayah Reyang dan Kuripan, yang dipastikan akan melonjakkan waktu tempuh serta biaya logistik masyarakat.

Menutup keterangannya, Sudirman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini hingga tuntas demi memastikan keselamatan warga dan stabilitas ekonomi desa tetap terjaga dengan baik.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Respons Cepat Pemprov NTB: TRC Infrastruktur Alokasikan Rp700 Juta Perbaiki Jalan Kuripan–Kediri

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:40 WITA

Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:24 WITA

Tiga Anggota DPRD NTB Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Siluman

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Polresta Mataram Gelar 44 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WITA

Polresta Mataram Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Berita Terbaru