Sirkuit Samota: Dari Mimpi Balapan Dunia Jadi Lintasan Skandal Anggaran Rp53 Miliar

- Wartawan

Selasa, 11 November 2025 - 10:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aspidsus Kejati NTB menyampaikan update penyidikan usai dilakukan ekspose bersama BPKP NTB. (Foto: Istimewa)

Aspidsus Kejati NTB menyampaikan update penyidikan usai dilakukan ekspose bersama BPKP NTB. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – Mimpi besar menjadikan Samota sebagai destinasi dunia lewat gelaran MXGP kini diselimuti awan tebal. Kejaksaan Tinggi NTB terus mengusut dugaan korupsi dalam pembelian lahan sirkuit seluas 70 hektare yang menguras anggaran Rp53 miliar dari APBD Sumbawa tahun 2023.

Kasus ini bukan sekadar soal angka di neraca daerah, tapi soal bagaimana ambisi bisa menyalip akal sehat. Proyek yang digadang-gadang menjadi kebanggaan Sumbawa itu kini justru menyeret nama pejabat dan mantan kepala daerah.

Aspidsus Kejati NTB, Muh Zulkifli Said, mengungkapkan pihaknya baru saja melakukan ekspose bersama BPKP NTB. “Belum ada angka pasti kerugian negara, karena masih dalam proses,” ujarnya. Namun di balik pernyataan hati-hati itu, sumber internal penegak hukum menyebutkan ada indikasi kuat penggelembungan harga dan penyalahgunaan kewenangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembelian tanah dari mantan Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dachlan, menjadi titik awal penyelidikan. Pemeriksaan terhadap pejabat Dinas PRKP, PUPR, hingga tim appraisal dari KJPP Mataram terus dilakukan untuk memperkuat alat bukti. Nama-nama pejabat yang dulu tersenyum di depan kamera kini justru dipanggil satu per satu oleh penyidik.

Publik di Sumbawa mulai bertanya-tanya, bagaimana mungkin proyek yang didanai rakyat kini berubah menjadi panggung penghamburan? Sirkuit yang dulu dibangun untuk adu cepat motor, kini menjadi lintasan perlombaan mencari siapa paling lihai menyalip aturan.

Seolah menjadi ironi, Samota yang dulu disebut “berkilau di mata dunia” kini justru tampak buram di hadapan rakyatnya sendiri.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

WNA Skotlandia Jadi Korban Pencurian di Lombok Barat, Total Kerugian Mencapai Rp142 Juta
Fakta Sidang Jadi Sorotan, Massa Nilai Mawardi Tak Terbukti Korupsi
KNPI NTB Soroti Maraknya Judi Sabung Ayam di Mataram, Desak Aparat Bertindak Tegas
Polisi Naikkan Status Kasus BIN Gadungan di Lombok Barat ke Tahap Penyidikan
Polda NTB Amankan Terduga Pelaku Penimbun BBM Subsidi di Sumbawa, 800 Liter Solar Disita
Niat Jual Motor Curian di Gerung, Pencuri N-MAX Biru di Sekotong Tak Berkutik saat Diringkus Polisi
Polres Lombok Barat Pastikan Lokasi Tambang Emas di Sekotong Sudah Tidak Beroperasi
Proyek Prestisius, Dugaan Korupsi Serius: Kasus Lahan Samota Masuk Tahap Penuntutan

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 04:03 WITA

Menteri Haji dan Umrah Tekankan Profesionalisme Petugas di Pelantikan Serentak PPIH 2026

Rabu, 15 April 2026 - 10:51 WITA

Pemkab Lombok Barat Gandeng DPRD dan Aparatur Kelurahan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak

Rabu, 15 April 2026 - 10:43 WITA

Perkuat Transformasi Digital, Pemprov NTB Sinkronkan Data Daerah hingga Level Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 07:10 WITA

Transparansi Mulai Terbuka, Proyek IPAL Mataram Masuk Babak Baru dengan Pengawasan Ketat

Selasa, 14 April 2026 - 09:24 WITA

Menuju NTB Satu Digit: Ikhtiar Pemerintah Menata Masa Depan Lewat Kolaborasi

Selasa, 7 April 2026 - 13:58 WITA

Jalan Lendang Re–Menjut Mangkrak Usai Tambahan 50 Hari, Warga Sekotong Geram: “Kami Butuh Aksi, Bukan Janji”

Senin, 6 April 2026 - 13:40 WITA

Perempuan Asal Mataram Hanyut di Sungai Tibu Ijo Lobar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Minggu, 5 April 2026 - 11:16 WITA

Polsek Batulayar Siaga Tangani Banjir di Jalur Senggigi

Berita Terbaru