Tak Sekadar Santunan, BPJS Ketenagakerjaan Bantu 52 Ahli Waris di NTB Bangkit dan Mandiri

- Wartawan

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS Ketenagakerjaan dan Bank NTB Syariah memberikan pelatihan serta dukungan usaha kepada ahli waris peserta di NTB melalui Program PEKA. (Dok. Bank NTB Syariah)

BPJS Ketenagakerjaan dan Bank NTB Syariah memberikan pelatihan serta dukungan usaha kepada ahli waris peserta di NTB melalui Program PEKA. (Dok. Bank NTB Syariah)

MATARAM, Halontb.com – Kehilangan tulang punggung keluarga bukan hanya menghadirkan duka, tetapi juga mengubah arah kehidupan. Di tengah ketidakpastian ekonomi, tidak sedikit keluarga pekerja yang harus berjuang memulai kehidupan baru demi mempertahankan keberlangsungan hidup.

Berangkat dari kenyataan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program ini tidak sekadar memastikan santunan diterima oleh ahli waris, tetapi juga membuka jalan agar mereka mampu membangun usaha, memperoleh penghasilan, dan kembali berdiri di atas kaki sendiri.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, langkah tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Bank NTB Syariah. Sebanyak 52 ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, hingga akses terhadap dukungan pembiayaan sebagai bekal mengembangkan usaha produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan perlindungan sosial pada hakikatnya tidak boleh berhenti ketika santunan telah disalurkan. Menurutnya, keluarga pekerja membutuhkan pendampingan agar manfaat yang diterima mampu menjadi pijakan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan mengembangkan konsep value beyond protection, sebuah pendekatan yang memandang perlindungan sosial sebagai upaya menciptakan keberlanjutan kesejahteraan keluarga peserta.

“Kami ingin manfaat jaminan sosial tidak hanya menjadi solusi sesaat ketika musibah terjadi. Yang lebih penting adalah bagaimana keluarga peserta dapat bangkit, memiliki usaha, memperoleh penghasilan, dan hidup lebih mandiri. Di sinilah kolaborasi dengan Bank NTB Syariah menjadi sangat penting,” ujar Saiful.

Komitmen tersebut tercermin dari besarnya manfaat jaminan sosial yang telah disalurkan kepada masyarakat NTB. Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan membayarkan manfaat sebesar Rp430,93 miliar kepada 50.006 penerima klaim. Sementara hingga Juni 2026, realisasi pembayaran manfaat telah mencapai Rp259,05 miliar untuk 29.554 klaim.

Angka tersebut menunjukkan besarnya peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja. Namun, bagi Saiful, keberhasilan program tidak semata diukur dari nilai rupiah yang dibayarkan.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana dana tersebut mampu menjadi modal awal bagi keluarga penerima manfaat untuk menciptakan sumber penghasilan baru, meningkatkan kesejahteraan, dan keluar dari kerentanan ekonomi.

Dukungan terhadap cita-cita tersebut datang dari Bank NTB Syariah. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa lembaganya siap menjadi mitra dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan, akses pembiayaan syariah, dan pendampingan usaha.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bank NTB Syariah juga menyalurkan bantuan melalui Program Tunas senilai sekitar Rp10 juta kepada penerima manfaat sebagai tambahan modal usaha.

Menurut Nazaruddin, modal bukanlah satu-satunya kebutuhan pelaku usaha. Pendampingan, edukasi, serta akses terhadap layanan keuangan yang sehat juga menjadi faktor penting agar usaha yang dirintis mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Kami berharap para penerima manfaat tidak hanya memiliki usaha, tetapi mampu mengembangkan usaha yang produktif dan berdaya saing. Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus menghadirkan skema pembiayaan yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha mikro,” katanya.

Program PEKA juga memperoleh dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar. Kehadirannya menjadi sinyal bahwa penguatan jaminan sosial yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Berita Terkait

PLN Siapkan 45 Ribu Personel Amankan Listrik HUT ke-81 RI, Pemulihan Gempa Flores Terus Dikebut
Jelang HUT ke-81 RI, PLN Perkuat Keandalan Listrik di Praya Lombok Tengah
Dari Labuhan Sangoro, PLN Terjemahkan Semangat Kemerdekaan Lewat Energi untuk Nelayan Sumbawa
Tarif Listrik Tidak Berubah Hingga September 2026, Komitmen Pemerintah dan PLN Hadirkan Energi Andal dengan Harga Terjangkau
PLN UIW NTB Jadikan Semangat Kemerdekaan Sebagai Energi Pemberdayaan UMKM Perempuan di Kota Bima
Maknai Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, PLN UIW NTB Bangun Masa Depan Anak Bangsa Lewat Bantuan Pendidikan YBM PLN
Kolaborasi PLN dan BPBD Berbuah Manis, Desa Gerimak Indah Naik Status Jadi Destana Pratama Berkat Penguatan Perempuan
Listrik Andal Jadi Wujud Pengabdian di Hari Kemerdekaan, PLN UIW NTB Pastikan Seluruh Sistem Siap Operasi

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:38 WITA

BPK Ungkap Modus Pinjam Nama di 11 Sekolah Lombok Barat, Temukan Imbalan dan Kelebihan Bayar Rp1,4 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:40 WITA

Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Berita Terbaru