Mataram, Halontb.com – Perjalanan panjang menghadirkan listrik hingga pelosok Nusa Tenggara Barat kini mulai membuahkan hasil. Rasio elektrifikasi yang telah mendekati 100 persen menjadi bukti nyata keberhasilan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB dalam memperluas akses energi bagi masyarakat.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Anggota Komite II DPD RI Mirah Midadan Fahmid saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor PLN UIW NTB dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Ketenagalistrikan.
Menurut Mirah, keberhasilan meningkatkan rasio elektrifikasi merupakan pencapaian strategis yang tidak hanya mencerminkan keberhasilan pelayanan publik, tetapi juga membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari data yang kami lihat, rasio elektrifikasi di NTB sudah hampir mencapai 100 persen. Ini menunjukkan kerja keras PLN dalam menghadirkan listrik kepada masyarakat patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa akses listrik yang semakin merata akan memberikan dampak luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi hingga tumbuhnya industri baru.
Namun, Mirah mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus diikuti dengan kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan energi di masa depan.
Menurutnya, agenda hilirisasi dan industrialisasi yang tengah digencarkan pemerintah membutuhkan sistem kelistrikan yang jauh lebih kuat, stabil, dan berkelanjutan.
Karena itu, PLN diharapkan terus melakukan penguatan infrastruktur agar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menopang sektor industri berskala besar yang akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi NTB.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan, PLN berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional.
Ia menyebut listrik kini memiliki peran strategis yang jauh melampaui fungsi pelayanan dasar. Energi listrik telah menjadi faktor penentu daya saing daerah dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami akan terus memperkuat sistem kelistrikan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri dan hilirisasi di NTB,” katanya.
Yondri menambahkan, sinergi antara PLN, pemerintah daerah, DPR, DPD RI, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan sektor ketenagalistrikan berjalan berkelanjutan.
Memasuki usia ke-81 Republik Indonesia, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan listrik yang andal, berkualitas, dan berkeadilan. Dengan fondasi ketenagalistrikan yang semakin kuat, NTB diyakini memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia, di mana energi listrik menjadi penggerak utama industrialisasi, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Reza










