SUMBAWA BESAR, HaloNTB.com – Malam yang sebelumnya identik dengan keterbatasan penerangan kini memiliki cerita berbeda bagi dua keluarga di Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa.
Melalui bantuan penyambungan listrik dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama PT PLN (Persero) UP3 Sumbawa, kedua keluarga tersebut akhirnya dapat menikmati akses listrik di rumah mereka.
Bantuan ini disalurkan dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026. Namun lebih dari sekadar agenda peringatan, program tersebut membawa pesan tentang pentingnya memperluas manfaat energi kepada masyarakat yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: 500 Personel Disiapkan, PLN Bangun Benteng Kelistrikan Hadapi MotoGP Mandalika 2026
Penyalaan listrik dilakukan langsung Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, pada 15 September 2026.
Bagi masyarakat yang telah lama menikmati listrik, sebuah lampu yang menyala mungkin merupakan pemandangan biasa. Tetapi bagi keluarga yang sebelumnya belum memiliki akses listrik, hadirnya sambungan listrik dapat menjadi perubahan berarti dalam rutinitas sehari-hari.
Penerangan memungkinkan keluarga beraktivitas dengan lebih leluasa pada malam hari. Anak-anak memiliki ruang yang lebih nyaman untuk belajar. Pekerjaan rumah tangga dapat dilakukan dengan dukungan penerangan yang memadai. Bahkan dalam jangka lebih panjang, ketersediaan listrik dapat membuka peluang bagi keluarga untuk mengembangkan aktivitas produktif dari rumah.
Persoalan akses energi dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur. Di dalamnya terdapat dimensi sosial yang menyentuh kualitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, kolaborasi PLN UP3 Sumbawa dan YBM PLN menjadi salah satu bentuk kepedulian yang diarahkan kepada kebutuhan nyata masyarakat.
Firman Sulistyawan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan manfaat energi listrik dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui kolaborasi bersama YBM PLN, kami ingin memastikan manfaat energi listrik dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan yang diberikan dan listrik yang menyala hari ini dapat memberikan kenyamanan serta manfaat bagi keluarga penerima,” ujar Firman.
Bantuan penyambungan listrik tersebut bersumber dari dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun melalui YBM PLN dari insan PLN.
Skema tersebut menunjukkan bahwa program kepedulian sosial dapat berjalan melalui kolaborasi antara institusi dan kepedulian individu di dalamnya. Dana yang terkumpul kemudian dikembalikan dalam bentuk manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi dua keluarga di Nijang, manfaat itu hadir dalam bentuk yang sangat konkret: sebuah sambungan listrik yang membuat rumah menjadi terang.
Baca juga: Bukan Sekadar Seremoni Harpelnas, PLN UP3 Selaparang Bawa Semangat Mendengar Pelanggan ke Kopang
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Yondri Zulfadli, menyampaikan bahwa PLN akan terus berupaya menghadirkan energi yang memberi manfaat sekaligus memperkuat kepedulian sosial perusahaan.
“PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan energi yang memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama YBM PLN, kami berharap bantuan ini dapat menjadi wujud nyata kepedulian PLN sekaligus menyalakan harapan bagi masyarakat untuk menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif,” kata Yondri.
Program tersebut pada akhirnya membawa pesan sederhana: listrik bukan hanya tentang cahaya. Di balik rumah yang kini terang, terdapat aktivitas keluarga yang dapat berjalan lebih nyaman, anak-anak yang memiliki penerangan untuk belajar, serta kesempatan bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai kegiatan secara lebih produktif.
Dari Desa Nijang, kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk yang sederhana namun nyata. Dua rumah kini memiliki cahaya, dan bersama cahaya tersebut hadir harapan agar kehidupan keluarga penerima manfaat dapat berjalan lebih nyaman dan produktif.









