Lombok Barat Halontb.com — Kinerja operasional Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan tren pertumbuhan positif selama periode libur panjang yang dihitung sejak H-15 hingga H+7. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Lembar mencatat peningkatan pada arus penumpang serta lonjakan signifikan pada sektor kendaraan logistik.
General Manager Pelindo Cabang Lembar, Kunto Wibisono, mengungkapkan jumlah penumpang yang dilayani mencapai 28.211 orang atau meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 27.262 orang.
“Tren kenaikan penumpang mencapai 3 persen dengan total 28.211 orang hingga H+7. Ini didukung oleh 77 unit kapal yang beroperasi, meningkat sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Layanan tersebut meliputi rute utama jarak jauh, yakni lintasan Lembar–Surabaya dan Lembar–Banyuwangi melalui Pelabuhan Gili Mas. Dari total pergerakan tersebut, arus keberangkatan dari Lombok menuju Pulau Jawa tercatat lebih dominan.
Peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi oleh momentum libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga memperpanjang masa liburan. Selain itu, mobilitas mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa turut menjadi faktor pendorong.
“Libur panjang membuat pergerakan masyarakat lebih fleksibel, terutama mahasiswa yang pulang atau kembali ke daerah asal,” jelasnya.
Di sisi lain, pertumbuhan paling signifikan terjadi pada arus kendaraan yang melonjak hingga 40 persen. Pelindo mencatat total kendaraan yang melintas mencapai 22.656 unit, naik drastis dari 16.207 unit pada tahun sebelumnya.
Kendaraan tersebut mencakup seluruh jenis, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk logistik berbobot besar.
“Kenaikan ini sangat signifikan, terutama dari kendaraan pengangkut logistik yang menjadi tulang punggung distribusi barang,” katanya.
Pelindo mengidentifikasi dua faktor utama di balik lonjakan tersebut. Pertama, meningkatnya kebutuhan pasokan logistik ke wilayah NTB yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Kedua, adanya pengalihan arus kendaraan dari jalur penyeberangan Gilimanuk–Ketapang yang mengalami kepadatan.
“Sebagian kendaraan memilih jalur alternatif melalui Lembar dan Gili Mas untuk menghindari antrean panjang di Gilimanuk–Ketapang. Ini turut menyumbang peningkatan arus kendaraan di sini,” ungkapnya.
Dari sisi distribusi, jalur Gili Mas–Banyuwangi menjadi favorit kendaraan logistik dengan estimasi porsi sekitar 60 persen, sedangkan sisanya melalui jalur menuju Surabaya yang lebih didominasi penumpang.
Jenis logistik yang masuk ke NTB didominasi oleh bahan kebutuhan pokok (sembako), termasuk tren baru berupa distribusi minyak goreng dalam kemasan yang mulai menggantikan pola distribusi curah.
Selain itu, material bangunan juga turut masuk meski dalam jumlah terbatas. Namun, Pelindo mencatat arus balik kendaraan masih belum optimal karena minimnya muatan ekspor dari daerah.
“Sebagian besar kendaraan yang kembali dari Lombok masih kosong. Muatan balik masih didominasi hasil pertanian dan belum seimbang dengan volume barang masuk,” jelasnya.
Selama periode angkutan libur, operasional pelabuhan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Pelindo memastikan tidak terjadi kemacetan berkat dukungan buffer area dan ruang tunggu kendaraan yang memadai di Pelabuhan Lembar maupun Gili Mas.
Namun demikian, keterbatasan kapasitas Terminal Kedaro di Pelabuhan Lembar menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan penumpang. Saat ini, terminal tersebut hanya mampu menampung sekitar 200 orang, jauh di bawah kapasitas Terminal Gili Mas yang mencapai sekitar 1.500 orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan, Pelindo menyediakan fasilitas tambahan berupa tenda penumpang bekerja sama dengan instansi terkait.
Ke depan, Pelindo merencanakan revitalisasi Terminal Kedaro dengan target peningkatan kapasitas hingga 500–600 penumpang melalui skema pembangunan multi-years.
“Revitalisasi ini penting agar pelayanan penumpang lebih optimal, mengingat kapasitas kapal yang melayani rute langsung bisa mencapai 400 orang,” pungkasnya.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, Pelabuhan Lembar dan Gili Mas diproyeksikan semakin memperkuat perannya sebagai simpul strategis transportasi dan distribusi logistik di kawasan Nusa Tenggara Barat.
Editor : Reza
Sumber Berita : Taufik Natanagara







