Ketika Proyek Listrik Menggerakkan Roda Desa: PLN Bangun Jalan, Buka Akses Wisata Pantai Air Cina

- Wartawan

Rabu, 7 Mei 2025 - 00:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dan alat berat sedang melakukan proses pemadatan jalan dalam proyek pengaspalan menuju Pantai Air Cina, Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang. Pembangunan jalan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung aksesibilitas warga dan pengembangan potensi wisata lokal. (Foto: Dok. PLN)

Petugas dan alat berat sedang melakukan proses pemadatan jalan dalam proyek pengaspalan menuju Pantai Air Cina, Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang. Pembangunan jalan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung aksesibilitas warga dan pengembangan potensi wisata lokal. (Foto: Dok. PLN)

Halontb.com – Bagi warga Desa Lifuleo, jalan bukan sekadar sarana, tapi simbol perjuangan. Selama bertahun-tahun, mereka harus melewati jalan berbatu dan berlumpur untuk menjangkau pusat kota atau menjamu wisatawan yang hendak menikmati keindahan Pantai Air Cina. Namun, semuanya berubah saat PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3 Timor datang membawa proyek strategis nasional: PLTU Timor 1.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, PLN tidak tinggal diam. Merespons aspirasi warga yang disampaikan dalam sejumlah forum dialog, PLN membangun akses jalan hot mix sepanjang 6 kilometer yang kini menjadi urat nadi utama desa menuju pantai.

Proyek ini dilakukan bertahap: 4 km telah selesai, dan 2 km sisanya tengah dikebut untuk rampung pada Mei 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendengar langsung keresahan warga. Jalan ini bukan sekadar pelengkap proyek listrik, tetapi bagian dari komitmen PLN menghadirkan manfaat langsung ke masyarakat,” ujar Kasirun, Manager UPP Nusra 3.

Seiring jalan teraspal, geliat ekonomi mulai terasa. Pantai Air Cina, yang dahulu terkesan terisolasi, kini mulai ramai dikunjungi. UMKM lokal perlahan tumbuh, dan warga memiliki akses lebih baik untuk menjual hasil panen, membawa anak sekolah, hingga memperoleh layanan kesehatan ke Kupang.

PLN juga turut membangun fasilitas umum seperti lopo (gazebo tradisional) dan toilet umum di kawasan pantai—bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur dapat beriringan dengan pengembangan sosial dan budaya.

Agus, salah satu tokoh pemuda desa, menyebut proyek jalan ini sebagai “napas baru” bagi desanya.

“Dulu kalau hujan, kami bisa terjebak berjam-jam di jalan rusak. Sekarang, semua lebih mudah. Wisatawan juga senang. Kami bersyukur dan bangga,” tuturnya.

General Manager PLN UIP Nusra, Yasir, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjadikan setiap proyeknya sebagai penggerak perubahan. “PLN tidak hanya membangun pembangkit, tapi juga menyalakan peluang. Jalan ini adalah bagian dari itu membuka akses, membuka masa depan,” tegasnya.

Dengan konektivitas yang kini tersedia, Desa Lifuleo bukan lagi sekadar titik di peta. Ia menjadi destinasi. Dan di sana, di ujung jalan baru itu, harapan terus bertumbuh seiring langkah warga yang kini melaju lebih cepat ke masa depan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sentuh Ujung Lombok Barat, Gerakan Pangan Murah Pemprov NTB Sukses Tekan Harga Sembako
Sukseskan MTQ NTB 2026, PLN Tegaskan Peran Strategis Listrik dalam Mendukung Kegiatan Keagamaan dan Pembangunan Daerah
PLN Hadirkan Energi hingga Jantung Persawahan Sumbawa, 18 Pompanisasi Kini Beroperasi Penuh Dukung Ketahanan Pangan
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN UIW NTB Bantu 18 Guru Ngaji dan Penyandang Disabilitas
PLN dan Pemprov NTB Bersinergi Dorong Revolusi Kendaraan Listrik, Infrastruktur SPKLU Kian Merata
Maknai Hari Lahir Pancasila, YBM PLN Bima Salurkan Modal Usaha untuk 14 Perempuan Pelaku UMKM
YBM PLN NTB Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Batukliang Utara, Hadirkan Harapan dan Semangat Baru
Percepat Pemerataan Energi di NTB, PLN Gandeng 22 Mitra Kerja dan Siapkan Operasi Besar BPBL 2026

Berita Terbaru