Mataram, Halontb.com – Di tengah tren global menuju ekonomi rendah karbon, Nusa Tenggara Barat mengambil langkah progresif dengan memperkuat agenda transisi energi menuju Emisi Nol Bersih pada tahun 2050 atau lebih cepat. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat awal kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor energi.
Forum ini menjadi sinyal kuat bahwa NTB tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam transformasi energi dunia. Sebaliknya, daerah ini berupaya menempatkan diri sebagai salah satu pusat pengembangan energi bersih yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Keunggulan geografis dan potensi energi terbarukan yang dimiliki NTB menjadi modal penting dalam mewujudkan ambisi tersebut. Berbagai sumber energi ramah lingkungan diyakini mampu menjadi penggerak utama sistem ketenagalistrikan masa depan, sekaligus mendukung pengembangan kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai koridor energi hijau nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan itu, perhatian khusus diberikan pada rencana pengembangan super grid regional yang memungkinkan integrasi sumber-sumber energi terbarukan dalam skala besar. Sistem tersebut dipandang sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.
PLN UIW NTB sebagai operator utama sistem ketenagalistrikan daerah menyampaikan perkembangan positif dalam pemanfaatan energi baru terbarukan. Saat ini, kapasitas pembangkit berbasis EBT di NTB telah mencapai 37,60 MW atau setara 5,15 persen dari total kapasitas pembangkit yang beroperasi.
General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti menegaskan bahwa perusahaan terus mempercepat transformasi energi melalui berbagai program pengembangan energi hijau yang disesuaikan dengan potensi daerah.
Menurutnya, keberhasilan mencapai target Net Zero Emission membutuhkan langkah nyata yang dimulai dari sekarang melalui pembangunan infrastruktur energi bersih, peningkatan investasi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
“PLN mendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat transisi energi. Kami optimistis dengan sinergi yang kuat, NTB dapat menjadi salah satu contoh sukses implementasi energi bersih di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih jauh, percepatan transisi energi diyakini tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui hadirnya investasi hijau, pengembangan industri berkelanjutan, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih ramah lingkungan.
Dengan arah kebijakan yang semakin jelas dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, NTB kini sedang menapaki jalan menuju masa depan energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Sebuah langkah besar yang bukan hanya penting bagi daerah, tetapi juga bagi pencapaian target Net Zero Emission Indonesia secara keseluruhan.
Editor : Reza










