MATARAM,Halontb.com – Layanan mobile banking Bank NTB Syariah akhirnya kembali hadir di tengah masyarakat setelah hampir setahun vakum akibat serangan siber. Kembalinya layanan digital tersebut langsung disambut gelombang transaksi dari nasabah, dengan nilai perputaran dana mencapai Rp18 miliar hanya dalam dua hari.
Aktivasi kembali aplikasi mobile banking ini dilakukan setelah Bank Indonesia memberikan izin resmi pada Kamis (12/3/2026). Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri masa pembekuan layanan digital yang sempat menjadi perhatian publik.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menjelaskan bahwa pencabutan sanksi administrasi oleh Bank Indonesia sebenarnya telah dilakukan sejak awal tahun ini. Namun pihak bank membutuhkan waktu tambahan untuk memastikan kesiapan sistem sebelum kembali melayani transaksi digital nasabah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sanksi sudah dicabut sejak dua bulan lalu, tetapi kami fokus dulu pada pemulihan sistem dan penguatan keamanan,” kata Nazaruddin.
Setelah melalui proses evaluasi dan pengujian, layanan mobile banking akhirnya kembali dibuka untuk umum. Sejumlah fitur utama seperti transfer antarbank, pembayaran digital, serta transaksi menggunakan barcode kini kembali dapat diakses oleh nasabah.
Manajemen bank juga memastikan bahwa seluruh sistem telah terhubung kembali dengan jaringan perbankan nasional, termasuk jaringan bank-bank Himbara.
Lonjakan aktivitas transaksi langsung terjadi begitu layanan kembali aktif. Data internal bank menunjukkan bahwa dalam dua hari operasional pertama, nilai transaksi masuk mencapai Rp10 miliar, sedangkan transaksi keluar mencapai Rp8 miliar.
Total perputaran dana tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital milik daerah.
Menurut Nazaruddin, lonjakan transaksi ini tidak lepas dari kerinduan nasabah yang selama hampir satu tahun tidak dapat menggunakan layanan mobile banking tersebut.
“Mungkin karena sudah lama dinanti oleh nasabah, begitu aktif kembali transaksi langsung meningkat tajam,” ujarnya.
Meski layanan telah kembali normal, Bank NTB Syariah tetap menerapkan pengawasan ketat terhadap seluruh sistem teknologi informasi mereka.
Pusat pemantauan keamanan siber kini dioperasikan di gedung lama bank yang berada di depan Taman Sangkareang, Kota Mataram. Dari lokasi tersebut, tim IT melakukan pemantauan sistem secara terus menerus selama 24 jam.
Selain itu, bank juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat sistem digital melalui rekrutmen tenaga teknologi informasi dari kalangan talenta lokal NTB.
Program Officer Development Program (ODP) bidang IT akan dibuka untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda daerah berkontribusi dalam pengembangan sistem perbankan modern.
“Bank sekarang harus kuat di jaringan teknologi. Karena itu kami akan merekrut anak-anak NTB untuk memperkuat tim IT,” kata Nazaruddin.
Ia juga mengungkapkan bahwa serangan siber terhadap institusi perbankan saat ini semakin kompleks. Para peretas menggunakan teknologi robot otomatis yang mampu melakukan jutaan percobaan peretasan dalam waktu singkat.
Namun demikian, pihak bank memastikan bahwa insiden yang terjadi pada tahun lalu tidak berdampak pada keamanan data nasabah.
“Data nasabah tetap aman dan tidak ada kebocoran,” tegasnya.
Kembalinya layanan mobile banking Bank NTB Syariah menjadi momentum penting bagi transformasi digital sektor perbankan di Nusa Tenggara Barat sekaligus menegaskan komitmen bank daerah tersebut dalam memperkuat sistem keamanan teknologi finansial di era digital.







