RSUD Asy-Syifa’ KSB: Pelayanan Istimewa bagi Masyarakat Rentan, Inovasi yang Mengutamakan Kenyamanan

- Wartawan

Senin, 19 Agustus 2024 - 03:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pelayanan di RSUD Asy-Syifa' Sumbawa Barat menunjukkan komitmen rumah sakit. tiga loket khusus untuk bayi dan ibu hamil, penyandang disabilitas, serta lansia. (Foto: Istimewa)

Suasana pelayanan di RSUD Asy-Syifa' Sumbawa Barat menunjukkan komitmen rumah sakit. tiga loket khusus untuk bayi dan ibu hamil, penyandang disabilitas, serta lansia. (Foto: Istimewa)

Halontb.com – RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat kini menjadi sorotan positif berkat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang istimewa bagi masyarakat rentan. Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr. Carlof, menegaskan bahwa inisiatif ini bukanlah hal baru, melainkan bagian dari inovasi yang telah diterapkan rumah sakit sejak lama. “Pelayanan ini sudah lama dan ini merupakan inovasi kami,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Senin (12/8/2024).

Tujuan utama dari pelayanan ini adalah untuk mengurangi waktu tunggu yang kerap dialami oleh masyarakat rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan penyandang disabilitas. “Kasihan juga masyarakat yang tua menunggu lama, disabilitas atau bayi dan ibu hamil capek dia mengantre,” ujar dr. Carlof, menggambarkan kondisi yang dihadapi oleh kelompok ini saat berobat.

Sebagai bentuk nyata dari upaya tersebut, RSUD Asy-Syifa’ telah menyediakan tiga loket khusus yang dirancang untuk mempercepat proses layanan bagi masyarakat rentan. Tiga loket tersebut adalah Loket Bayi dan Ibu Hamil, Loket Disabilitas, dan Loket Lansia. Inovasi ini memungkinkan pasien untuk langsung menuju pemeriksaan tanpa perlu melalui antrian panjang. “Rekam medisnya sudah kita siapkan di loket tersebut, intinya tinggal masuk pemeriksaan dan berobat,” jelas dr. Carlof.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, untuk memudahkan pendaftaran, RSUD Asy-Syifa’ juga telah menyediakan layanan pendaftaran online yang memungkinkan pasien untuk langsung menuju poli yang dituju tanpa harus mengantre di loket pendaftaran. “Daftar online tetap langsung ke poli tanpa mengantre panjang,” tambahnya.

Inovasi pelayanan ini tidak hanya mendapat apresiasi dari masyarakat, tetapi juga diakui secara resmi dengan penghargaan. Tahun ini, RSUD Asy-Syifa’ berhasil meraih peringkat kedua dalam kategori pelayanan terbaik untuk rumah sakit daerah. “Ini malah terbaik pelayanan kami, tahun ini kami dapat juara dua,” tandas dr. Carlof dengan bangga.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gandeng Australia, NTB Terapkan Teknologi AI di Posyandu untuk Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil
Viral Keluhan Pelayanan di Medsos, RSUD Tripat Gerung Minta Maaf dan Janjikan Evaluasi Total
Babak Baru RSUP NTB: Lepas dari Beban Utang, Siap Naik Kelas Jadi RS Pendidikan Unggulan
Apresiasi Baksos FK Unram, Kades Perampuan: Ini Bukti Nyata Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial untuk Warga
Dukung Ketegasan BGN Tutup 29 SPPG di Lobar, Wabup Nurul Adha: Langkah Nyata Jaga Standar Gizi Nasional
RSUD Gerung Disorot: Kisah Pilu Munawar yang Menahan Sakit Selama 5 Jam Demi Mengantre Obat
BPJS Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, RSUD Tripat Gerung Berikan Jaminan Ini!
47.000 Warga Lombok Barat Kehilangan Kepesertaan BPJS PBI, Begini Penjelasan DSP3A

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 08:30 WITA

Polda NTB Tetapkan Pengelola LPK Ilegal jadi Tersangka TPPO, Raup Rp95 Juta dari Calon PMII

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:19 WITA

Diduga Peras Guru Terpencil hingga Ratusan Juta, Oknum Kabid Dikbudpora Bima Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:00 WITA

Polda NTB Ungkap 442 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Kapolda Tegaskan War On Drugs

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:14 WITA

GWO NTB Desak Polisi Usut Pemilik Akun Facebook “Mbk Mona” Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01 WITA

Polisi Tetapkan Kakek 70 Tahun di Kuripan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Persetubuhan Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:53 WITA

Rizka Sintiyani Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Brigadir Esco

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03 WITA

Pemkab Buleleng Layangkan SP-2, Pembangunan Tower di Bongancina Diminta Dihentikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:45 WITA

Tok! Radiet Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah

Berita Terbaru