MATARAM, Halontb.com – Kampus dan dunia industri memiliki jalur berbeda dalam menjalankan perannya, namun keduanya memiliki tujuan yang sama: menghadirkan sumber daya manusia berkualitas dan memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat.
Semangat mempertemukan dua kekuatan tersebut kini diwujudkan PT Bank NTB Syariah bersama Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) melalui kerja sama strategis yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi di Mataram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Universitas Islam Al-Azhar Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P. dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank NTB Syariah Ferry Ardiansyah menjadi pihak yang menandatangani kesepakatan tersebut.
MoU tersebut menjadi payung kerja sama bagi kedua pihak untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan mengubahnya menjadi program kolaboratif yang memberikan nilai tambah.
Bagi NTB, sinergi semacam ini memiliki arti strategis. Perguruan tinggi bukan hanya tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber gagasan untuk menjawab persoalan masyarakat.
Sementara perbankan memiliki pengalaman langsung dalam membaca kebutuhan ekonomi masyarakat, mengembangkan layanan keuangan dan membangun hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat.
Pertemuan dua perspektif tersebut dapat menghasilkan kerja sama yang lebih kontekstual.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengembangan sumber daya manusia. Perubahan teknologi dan tuntutan industri yang semakin dinamis membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja berkualitas terus meningkat.
Industri perbankan syariah, misalnya, membutuhkan SDM yang memahami aspek keuangan sekaligus memiliki kemampuan mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan nasabah.
Perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah Ferry Ardiansyah mengatakan kerja sama dengan UNIZAR merupakan bagian dari komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM unggul.
Ia menilai sinergi antara dunia perbankan syariah dan perguruan tinggi dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Tidak hanya bagi institusi yang terlibat, tetapi juga bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan industri keuangan syariah dan kemajuan daerah.
“Sinergi antara dunia perbankan syariah dan lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas Islam Al-Azhar sangat penting,” katanya.
Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Pada bidang pendidikan, sinergi dapat diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri. Mahasiswa dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai dunia kerja, sementara industri mendapatkan ruang untuk berinteraksi dengan calon-calon SDM masa depan.
Pada bidang penelitian, kerja sama dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengembangan kajian yang berkaitan dengan perkembangan industri keuangan syariah maupun persoalan ekonomi masyarakat.
Sedangkan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi kedua institusi memiliki peluang untuk menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dengan jaringan dan kapasitas yang dimiliki masing-masing pihak, kerja sama tersebut dapat diarahkan menjadi bagian dari penguatan literasi keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Di tengah transformasi ekonomi yang berlangsung cepat, literasi menjadi bagian yang tidak kalah penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga pemahaman mengenai cara menggunakan layanan tersebut secara tepat.
Karena itu, peran kampus dan industri dapat saling melengkapi.
UNIZAR dengan kapasitas akademiknya dapat memperkuat aspek pengetahuan dan kajian, sementara Bank NTB Syariah membawa pengalaman praktis dari dunia industri.
Kerja sama tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Masing-masing memiliki sumber daya dan keunggulan yang apabila disatukan dapat menghasilkan dampak yang lebih besar.
Setelah penandatanganan MoU, kerja sama Bank NTB Syariah dan UNIZAR akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara teknis antara unit kerja dan fakultas terkait di lingkungan UNIZAR dengan unit di Bank NTB Syariah.
Tahapan tersebut menjadi pintu masuk bagi lahirnya program-program konkret.
Ke depan, keberhasilan kemitraan tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi kedua pihak dalam menerjemahkan kesepakatan menjadi kegiatan nyata, terukur dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kerja sama bukan hanya terletak pada dokumen yang telah ditandatangani, tetapi pada manfaat yang dirasakan mahasiswa, dosen, industri dan masyarakat.
Jika kolaborasi tersebut mampu berjalan sesuai tujuan, maka sinergi Bank NTB Syariah dan UNIZAR dapat menjadi salah satu model hubungan kampus dan industri yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi bergerak menuju kerja sama yang produktif.
Dari ruang akademik lahir pengetahuan. Dari dunia industri lahir pengalaman. Ketika keduanya dipertemukan, terbuka peluang untuk melahirkan SDM yang lebih siap menghadapi masa depan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah.
Di titik itulah kerja sama Bank NTB Syariah dan UNIZAR menemukan makna strategisnya: menjadikan Tridarma Perguruan Tinggi bukan hanya kewajiban akademik, tetapi bagian dari gerak bersama membangun kualitas manusia dan kemajuan NTB.










