Mulud Adat Bayan Masuk KEN 2026, Sinta Titip Tradisi Tetap Asli

- Wartawan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 04:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, bersama tokoh adat, pejabat daerah, dan masyarakat mengenakan busana adat khas Lombok Utara dalam pembukaan Mulud Adat Bayan 2026 di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (27/8). (Foto: KominfotikNTB)

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, bersama tokoh adat, pejabat daerah, dan masyarakat mengenakan busana adat khas Lombok Utara dalam pembukaan Mulud Adat Bayan 2026 di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (27/8). (Foto: KominfotikNTB)

LOMBOK UTARA, Halontb.com — Mulud Adat Bayan 2026 resmi dibuka dengan dentuman gendang di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (27/8) sore. Di tengah kebanggaan atas masuknya tradisi tahunan tersebut dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, menitipkan satu pesan penting kepada masyarakat: jangan sampai pengakuan nasional justru menggerus keaslian tradisi.

Pembukaan Mulud Adat Bayan ditandai dengan prosesi pemukulan gendang secara simbolis oleh Sinta M. Iqbal bersama unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Tradisi yang telah hidup turun-temurun di Bayan itu kini menjadi salah satu event unggulan nasional setelah dikurasi Kementerian Pariwisata RI dalam Karisma Event Nusantara 2026.

Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Matangkan Pengamanan Kedatangan Rider, Official hingga Logistik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinta mengatakan masuknya Mulud Adat Bayan ke dalam KEN harus menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama masyarakat NTB, khususnya warga Bayan, untuk terus merawat dan menjaga otentisitas warisan budaya tersebut.

“Warga Nusa Tenggara Barat, terutama warga Bayan, harus sangat berbangga hati dan menjaga betul budaya yang saat ini sudah ada,” tegasnya.

Menurut Sinta, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan ritual dan tradisi. Regenerasi menjadi bagian penting agar pengetahuan, keterampilan, dan nilai budaya tetap hidup dalam kehidupan generasi muda.

Perhatian tersebut secara khusus ia tujukan kepada keberadaan tenun khas Lombok Utara dan Jong, aksesori tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Di tengah keberadaan tenun KLU yang mulai semakin sulit ditemukan, Sinta mengapresiasi upaya regenerasi penenun muda di Bayan yang telah diperkenalkan dengan keterampilan memintal benang sejak usia sekolah dasar.

“Saya titip kepada Pak Kades, Pak Kadus, dan Pak Camat untuk terus menghidupkan ini. Ajarkan juga di sekolah-sekolah. Keunikan tenun KLU dan Jong ini harus terus kita gaungkan. Jangan sampai generasi muda tidak mengenal budayanya sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Lombok Timur Ukir Prestasi Nasional di Program LSDP, Ketua LP3M Muara Kasih Beri Apresiasi

Keunikan tenun khas Lombok Utara dan Jong juga sebelumnya mendapat perhatian dari Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Bagi Sinta, perhatian tersebut menjadi dorongan agar kekayaan budaya lokal tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus tumbuh menjadi identitas sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Pesan menjaga budaya juga sejalan dengan arah penyelenggaraan Mulud Adat Bayan tahun ini yang mengusung tema “Bayan in Harmony: Merawat Tradisi, Menjaga Bumi.”

Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, yang hadir mewakili Menteri Pariwisata, mengatakan tema tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata nasional yang menempatkan keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat sebagai ukuran utama sebuah event.

“Ukuran keberhasilan sebuah event bukan hanya seberapa ramai acaranya, tetapi seberapa besar manfaatnya yang kembali kepada masyarakat, mendorong kunjungan wisatawan, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Baca juga: ASDP Bergerak Cepat Tangani Ibu Hamil Pecah Ketuban di Atas KMP Portlink II

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabudin, yang mewakili Pemkab Lombok Utara, mengatakan Mulud Adat Bayan menjadi cerminan harmonisasi antara nilai keagamaan dan kearifan lokal yang telah hidup dalam masyarakat Bayan.

“Maulid Adat memberikan gambaran bahwa agama dan budaya saling berdampingan dan melengkapi di Lombok Utara. Kegiatan ini juga menunjukkan masyarakat kami inklusif dan terbuka melalui akulturasi budaya Sasak, Jawa, hingga Bali,” ujarnya.

Baca juga: Putri Mahkota Swedia Victoria ke Lombok, NTB Siapkan Cerita Lokal untuk Dibawa ke Panggung Dunia

Pembukaan Mulud Adat Bayan 2026 dihadiri unsur Forkopimda NTB dan Lombok Utara, tokoh adat, serta ribuan masyarakat. Festival 1000 Jong yang melibatkan anak-anak hingga perempuan masyarakat lokal menjadi salah satu atraksi utama dan memperlihatkan bahwa tradisi masih hidup melalui tangan generasi penerusnya.

Masuknya Mulud Adat Bayan ke panggung nasional melalui KEN 2026 membuka ruang yang lebih luas bagi Bayan untuk dikenal dunia. Namun, pesan yang mengemuka dari pembukaan pergelaran itu tetap sederhana dan mendasar: semakin jauh sebuah tradisi melangkah, semakin kuat pula akar budayanya harus dijaga. Sebab yang membuat Bayan bernilai bukan sekadar kemeriahan perayaannya, melainkan keaslian warisan yang tetap hidup di tengah masyarakatnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:33 WITA

Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:18 WITA

Tak Butuh Waktu Lama, URC Puma Polda NTB Ringkus Residivis Curanmor di Mataram

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:49 WITA

22 Hari Koma Usai Diduga Dikeroyok di Kafe Mataram, Keluarga Korban Desak Polisi Usut Semua Pelaku

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:14 WITA

Tekan Angka Kejahatan 3C dan Balap Liar, Tim URC Puma Ditreskrimum Polda NTB Gencarkan Patroli Strong Point

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:38 WITA

BPK Ungkap Modus Pinjam Nama di 11 Sekolah Lombok Barat, Temukan Imbalan dan Kelebihan Bayar Rp1,4 Miliar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Berita Terbaru