Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Perkuat Sinergi, Infrastruktur dan Pariwisata

- Wartawan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB bersama ITDC dan MGPA usai menggelar Rapat Koordinasi dan Kick Off Persiapan MotoGP Mandalika 2026, Rabu (12/8/2026).(Foto: Istimewa)

Foto bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB bersama ITDC dan MGPA usai menggelar Rapat Koordinasi dan Kick Off Persiapan MotoGP Mandalika 2026, Rabu (12/8/2026).(Foto: Istimewa)

MATARAM, Halontb.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama seluruh pemangku kepentingan mematangkan persiapan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan kick off yang berlangsung di Lantai 6 Bank NTB Syariah, Rabu (12/8/2026).

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 dengan target lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan. Persiapan dilakukan jauh lebih awal untuk memastikan aspek teknis, keamanan, infrastruktur, transportasi, akomodasi, kesehatan, pariwisata, promosi, hingga pemberdayaan masyarakat dapat dipersiapkan secara terpadu.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa persiapan tidak boleh menunggu hingga satu atau dua bulan sebelum pelaksanaan. Seluruh persoalan harus dipetakan sejak awal, dilengkapi checklist, penanggung jawab atau PIC, serta target penyelesaian yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap persoalan harus ada PIC-nya dan memiliki target penyelesaian, kalau dalam waktu yang ditentukan belum selesai, harus segera dieskalasikan,” tegas Gubernur Iqbal.

Baca juga: Menyambut HUT Ke-81 RI, Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan kepada Masyarakat

Dalam rapat tersebut, ITDC dan MGPA diminta menyampaikan posisi serta perkembangan masing-masing bidang. Hasilnya akan menjadi dasar koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, aparat keamanan, sektor pariwisata, transportasi, kesehatan, UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Iqbal juga meminta seluruh pihak menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia. Meskipun belum terdapat kepastian, kesiapan harus dilakukan sejak awal agar seluruh kebutuhan dapat segera ditindaklanjuti apabila agenda tersebut telah dipastikan.

Salah satu perhatian utama adalah kesiapan akomodasi. Pemerintah bersama penyelenggara akan melakukan pemetaan hotel, wisma, homestay, asrama, dan fasilitas akomodasi lainnya untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan kamar selama MotoGP.

Kebutuhan akomodasi tidak hanya untuk penonton, tetapi juga peserta, tamu undangan, tenaga medis, perwakilan instansi, tenaga operasional, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

“NTB harus semakin terbiasa menjadi tuan rumah event internasional. Ketersediaan akomodasi yang cukup dan terjangkau harus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan event yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.

Baca juga: Menyambut HUT Ke-81 RI, Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan kepada Masyarakat

Persoalan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan Mandalika, juga menjadi perhatian. Gubernur Iqbal telah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan penanganan ruas jalan yang dibutuhkan sebelum pelaksanaan MotoGP.

Untuk jangka panjang, pemerintah juga mendorong penanganan infrastruktur secara permanen sehingga perbaikan tidak hanya dilakukan melalui pola tambal sulam.

Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap keberlanjutan MotoGP Mandalika.

Ia menyampaikan bahwa MotoGP telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang memberikan dampak luas. “MotoGP bukan lagi sekadar event olahraga, tetapi sudah menjadi ekosistem ekonomi yang menggerakkan banyak sektor,” ujarnya.

Berdasarkan riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), penyelenggaraan MotoGP 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp4,96 triliun. Dampak tersebut dirasakan di berbagai sektor seperti perhotelan, transportasi, UMKM, tenaga kerja, dan pariwisata di Mataram, Senggigi, dan wilayah lainnya di NTB.

Baca juga: Kunjungi Pelabuhan Lembar, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Keamanan dan Penambahan Dermaga

MotoGP 2025 juga melibatkan ratusan UMKM serta ribuan tenaga kerja, volunteer, dan marshal. Dari sisi promosi, event ini memberikan eksposur global bagi Mandalika dan NTB melalui siaran internasional.

Karena itu, MotoGP 2026 diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas melalui konsep “Beyond Grand Prix, Discover Paradise”, sekaligus memperkuat semangat Race in Paradise dan #MandalikaMendunia.

Konsep tersebut menempatkan MotoGP sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi wisata NTB. Wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dan menikmati destinasi, kuliner, serta ekonomi kreatif di NTB.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa dukungan lintas sektor dalam persiapan MotoGP 2026 dikelompokkan ke dalam tiga klaster utama.

Baca juga: KMP Putri Yasmin Terbakar, Direktur RSUD Tripat Turun Langsung Pantau Penanganan Korban

Klaster pertama mencakup keamanan, ketertiban, dan pengawalan, termasuk pengamanan mobilitas penonton, shuttle bus dan hub, area event dan camping ground, serta pengawalan logistik dari pelabuhan dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit.

Klaster kedua meliputi infrastruktur, promosi, pariwisata, dan layanan medis, termasuk penyediaan sekitar 130 unit shuttle bus, perbaikan akses jalan, rambu lalu lintas, penerangan, serta kesiapan tenaga medis.

Di sektor pariwisata dilakukan kurasi homestay, promosi perhotelan, serta penguatan promosi melalui berbagai kanal pemerintah, bandara, pelabuhan, dan media luar ruang.

Klaster ketiga mencakup event, pemberdayaan masyarakat, dan koordinasi, seperti Riders Parade, Opening Ceremony, Festival MotoGP, hingga program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Sejumlah musisi nasional juga dijadwalkan memeriahkan MotoGP 2026, di antaranya Judika, Juicy Luicy, Tipe-X, dan Happy Asmara.

Penyelenggaraan MotoGP 2026 juga diarahkan semakin inklusif. Fasilitas luxury camp akan disiapkan bagi penonton disabilitas, lengkap dengan kamar mandi dan kebutuhan pendukung lainnya.

“Disabilitas akan kita fasilitasi dengan baik, termasuk skema Buy One Get One untuk pendamping agar aksesibilitas semakin inklusif,” ujar Troy.

Program tiket khusus dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga tengah difinalisasi, termasuk jumlah tiket yang akan disediakan.

Pemberdayaan masyarakat turut diperkuat melalui keterlibatan UMKM lokal, program kebersihan bersama ASN, siswa dan komunitas, serta berbagai kegiatan edukasi bagi generasi muda seperti Riders Goes to School dan Students Go to Paddock.

Gubernur NTB menekankan pentingnya promosi pariwisata yang lebih agresif dan terintegrasi. Pasar potensial seperti Kuala Lumpur, Singapura, Makassar, Yogyakarta, Bali, dan NTT akan menjadi fokus promosi.

“Setiap daerah dengan konektivitas langsung ke NTB harus kita anggap sebagai pasar yang harus digarap secara serius melalui promosi bersama,” jelas Gubernur Iqbal.

Baca juga: Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Promosi akan diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, serta penguatan konten digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga bersifat penjualan.

Selain itu, Gubernur Iqbal juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas penerbangan. “Saya akan berkoordinasi dengan maskapai di Jakarta untuk memastikan penambahan penerbangan selama periode MotoGP,” ujarnya.

Pengembangan layanan bandara melalui sistem automatic gate atau e-gate juga didorong untuk meningkatkan efisiensi pelayanan penumpang sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pertumbuhan pariwisata NTB.

Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan MotoGP tidak hanya diukur dari kelancaran balapan, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat.

Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya kolaborasi dan inisiatif bersama. “Tidak ada satu orang yang harus melakukan semuanya. Kita semua harus memiliki inisiatif, memperbaiki diri, dan bersama-sama melakukan perubahan,” tegasnya.

persiapan yang lebih awal, sinergi lintas sektor, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia serta mendorong NTB semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kunjungi Pelabuhan Lembar, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Keamanan dan Penambahan Dermaga
DPRD Lobar Ungkap Dugaan Pola Pergeseran Anggaran, 90 Persen Proyek Temuan KPK Tak Pernah Dibahas di Paripurna
Jalur Administratif Buntu, DPRD dan Pemkab Lobar Tempuh Jalur Politik ke DPR RI Perjuangkan Nasib 31 Honorer
Asak Datu Desak Pemkab Lombok Barat Bekukan Aplikasi BANTU-IN, Soroti Serapan Anggaran dan Dasar Hukumnya
12 Tuntutan Forum FBI Warnai Hearing Akbar Bersama Seluruh Komisi DPRD Lombok Barat
Pemkab Lombok Barat Targetkan Kemiskinan Turun 1 Persen, Fokus Tangani 4.000 KK Miskin Ekstrem
Haniy, Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026
Tenggang Waktu Menipis, DPRD Lombok Barat Desak Pemda Tuntaskan Status 31 Honorer Sebelum Desember

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:46 WITA

Kunjungi Pelabuhan Lembar, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Keamanan dan Penambahan Dermaga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:06 WITA

Ditlantas Polda NTB Edukasi Ratusan Pelajar SMPN 1 Gerung soal Keselamatan Berlalu Lintas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:57 WITA

DPRD Lobar Ungkap Dugaan Pola Pergeseran Anggaran, 90 Persen Proyek Temuan KPK Tak Pernah Dibahas di Paripurna

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:25 WITA

12 Tuntutan Forum FBI Warnai Hearing Akbar Bersama Seluruh Komisi DPRD Lombok Barat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:27 WITA

Haniy, Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:45 WITA

NasDem Bantah Dugaan Aliran Dana di Balik Sikap Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Lombok Barat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:14 WITA

Hadiri Wisudawan Takhasus Ponpes NU Abhariyah, Wakil Ketua DPR RI Hj. Sari Yuliati Serahkan Bantuan PIP dan Bantuan Program Sanitasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:41 WITA

Pengasuh Ponpes NU Abhariyah Puji Komitmen Hj. Sari Yuliati Salurkan Bantuan PIP dan KIP Kuliah Untuk Santri

Berita Terbaru