Dewas RSUD Tripat Disorot, DPRD Lombok Barat Desak Evaluasi Menyeluruh

- Wartawan

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat, Muhammad Munip, M.Kes., saat memberikan keterangan terkait desakan evaluasi Dewan Pengawas RSUD Tripat, di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).(Foto: Halontb)

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat, Muhammad Munip, M.Kes., saat memberikan keterangan terkait desakan evaluasi Dewan Pengawas RSUD Tripat, di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).(Foto: Halontb)

LOMBOK BARAT, Halontb.com— Komisi IV DPRD Lombok Barat mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan komposisi Dewas telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap pelayanan rumah sakit.

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat dari Fraksi PPP, Muhammad Munip, M.Kes., mengatakan keberadaan Dewan Pengawas memiliki peran strategis dalam mengawasi tata kelola rumah sakit agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Karena itu, menurutnya, proses pembentukan Dewas harus mengacu pada regulasi yang berlaku.

Baca juga: Viral Gedung Nifas RSUD Tripat Disorot Netizen, Begini Klarifikasi dan Langkah Manajemen

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munip menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2014 tentang Dewan Pengawas Rumah Sakit, unsur Dewan Pengawas terdiri atas empat kelompok utama, yakni unsur pemilik rumah sakit, unsur organisasi profesi, unsur organisasi perumahsakitan, dan unsur tokoh masyarakat.

“Unsur pemilik rumah sakit diwakili pemerintah daerah, kemudian ada unsur organisasi profesi kesehatan, unsur organisasi perumahsakitan, serta unsur tokoh masyarakat. Keempat unsur ini harus menjadi dasar dalam pembentukan Dewan Pengawas,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/8).

Baca juga: Tragedi Selfie di Pantai Semeti: Empat Wisatawan Terjatuh dari Tebing, Satu Tewas Terseret Ombak

Menurut Munip, komposisi Dewas yang tidak mencerminkan unsur-unsur sebagaimana diatur dalam regulasi berpotensi memengaruhi efektivitas fungsi pengawasan. Ia menilai setiap anggota Dewas harus memiliki representasi yang jelas sesuai unsur yang diwakilinya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterwakilan organisasi profesi kesehatan dalam Dewas. Menurutnya, pemahaman terhadap sistem pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam melakukan pengawasan terhadap manajemen rumah sakit.

“Bagaimana pengawasan terhadap pelayanan rumah sakit bisa berjalan maksimal apabila tidak didukung oleh unsur yang memahami bidang kesehatan dan tata kelola rumah sakit,” katanya.

Baca juga: Sebelum Kena OTT KPK, LAZ Disebut Diam-diam Lobi Kursi Ketua Gerindra NTB saat Masih Pimpin PAN

Selain aspek komposisi Dewas, Munip menilai masih terdapat sejumlah persoalan pelayanan di RSUD Tripat yang memerlukan perhatian serius. Salah satunya adalah persoalan antrean panjang dalam pelayanan pengambilan obat yang sempat menjadi keluhan masyarakat.

Menurutnya, antrean tersebut dapat mengindikasikan adanya persoalan pada sistem pelayanan maupun kecukupan sumber daya manusia di instalasi farmasi. DPRD, kata dia, akan meminta penjelasan dari manajemen rumah sakit mengenai penyebab utama permasalahan tersebut.

“Apakah persoalannya berada pada sistem pelayanan, kekurangan tenaga, atau faktor lainnya, itu perlu dijelaskan oleh pihak manajemen rumah sakit agar dapat dicarikan solusi yang tepat,” ujarnya.

Baca juga: Polresta Mataram Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Munip menegaskan, evaluasi tidak semata-mata ditujukan kepada Dewan Pengawas, tetapi juga terhadap manajemen rumah sakit apabila terbukti terdapat kelemahan dalam tata kelola pelayanan.

Menurut dia, ukuran utama keberhasilan Dewan Pengawas adalah sejauh mana mampu mendorong perbaikan kualitas pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

“Muara dari semua ini adalah pelayanan kepada masyarakat. Kalau pelayanan masih dinilai belum maksimal, tentu harus dilakukan evaluasi terhadap seluruh aspek yang berkaitan, baik dari sisi manajemen maupun pengawasannya,” katanya.

Baca juga: Siapa yang Akan Duduki Wakil Bupati Lombok Barat? PAN Langsung Klaim Hak, Sejumlah Nama Mulai Bermunculan

Lebih lanjut ia menambahkan, Komisi IV DPRD Lombok Barat akan membahas persoalan tersebut dalam forum rapat kerja bersama pihak terkait untuk mengidentifikasi permasalahan paling mendesak serta merumuskan langkah-langkah perbaikan.

Dalam rapat tersebut, DPRD akan mendalami berbagai aspek, mulai dari efektivitas sistem pelayanan, kecukupan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Pengawas.

Baca juga: Sehari Sebelum OTT KPK, NasDem Terima LKPJ APBD 2025: KNPI Lobar Desak Penjelasan Terbuka

Munip menegaskan, DPRD tidak ingin evaluasi hanya berhenti pada aspek administratif, melainkan menghasilkan perbaikan nyata yang berdampak langsung terhadap kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Barat.

“Kami berharap seluruh sektor yang menjadi ruang lingkup Komisi IV, khususnya bidang kesehatan, dapat terus menunjukkan perbaikan. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan rumah sakit yang semakin profesional, efektif, dan memberikan kepastian pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BKD Mataram Akui PT Tukad Mas Pernah Sewa Lahan Karang Anyar, Tetapi Kepastian Status Tanah Masih Menunggu Telaah Pimpinan
Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan, Ini Pesan Muazzim Akbar kepada Masyarakat
Pasca-OTT KPK, Aliansi Lobar Desak Wabup UNA Bumi Hanguskan Kroni LAZ di Tubuh Pemkab
Profil Shofiul Abidin Abror, S.H., Dari Aktivis Menuju Calon Kades Bagek Payung
PDI Perjuangan NTB Tegas! Musyafirin Dipecat Setelah Polemik Jabatan Komisaris Bank NTB Syariah
Breaking News: Zulkifli Hasan Resmi Tunjuk Budi Santoso Pimpin PAN NTB hingga 2029
H. Suhaili Diprediksi Unggul di Pilkades Taman Ayu 2026, Dukungan Disebut Merata di Sejumlah Dusun
Rayakan HUT ke-12, Perindo Lombok Barat Tebar Kebaikan Lewat Bakti Sosial

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:42 WITA

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

Senin, 2 November 2026 - 20:24 WITA

Munas IKA Unram Belum Digelar, Alumni Soroti Masa Jabatan Pengurus

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:59 WITA

Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:55 WITA

Salat Istisqa di MAN Lombok Barat, TGH Taufikurrahman Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:00 WITA

Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:33 WITA

Jelang OMI NTB, 33 Juara OMI Lombok Barat Terima Reward dari Kemenag dan BAZNAS

Rabu, 30 September 2026 - 09:55 WITA

Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Berita Terbaru