Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Usai Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Disegel

- Wartawan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garis pembatas KPK terpasang di pintu ruang kerja Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengejutkan, Senin (20/7/2026).

Garis pembatas KPK terpasang di pintu ruang kerja Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengejutkan, Senin (20/7/2026).

LOMBOK BARAT, Halontb.comOperasi Tangkap Tangan (OTT) mengejutkan terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan mengamankan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), pada Senin (20/7/2026) dini hari.

Penangkapan tersebut terjadi hanya beberapa saat setelah Bupati LAZ menghadiri acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia antara Argentina melawan Spanyol.

Baca juga: KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat, 7 Orang Dibawa ke Jakarta

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mengamankan orang nomor satu di Lombok Barat tersebut, tim penyidik KPK juga bergerak cepat melakukan penggeledahan dan penyegelan di sejumlah titik strategis di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat. Pantauan di lokasi menunjukkan garis pembatas KPK berwarna merah-hitam bertuliskan “Dilarang melewati garis batas” terpasang di pintu ruang kerja Bupati.

Penyegelan serupa juga dilakukan di sejumlah ruang kerja pejabat tinggi lainnya, yakni ruang kerja Kepala Dinas PUPRPKP, Kepala Bapenda Lobar, Kepala Bagian PBJ Lobar, serta ruang kerja Direktur Utama PT PAM Giri Menang yang berlokasi di Mataram.

Baca juga: Tingkatkan Standar Pelayanan, ASDP Lembar Resmi Terapkan Sistem Zonasi dan Face Recognition

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, H. Akhmad Saikhu, membenarkan adanya penyegelan oleh lembaga antirasuah tersebut. Ia mengaku sangat terkejut saat tiba di kantor pada Senin pagi pukul 07.30 Wita.

“Yang jelas, pasti kaget kita. Kaget dan blank juga. Ini kan sifatnya mendadak sekali, kita tidak punya firasat apa pun,” ujar Saikhu saat ditemui di ruanganya.

Baca juga: Dua Atlet Putri Lombok Barat Persembahkan Emas di Porprov NTB 2026

Saikhu mengungkapkan, dirinya sempat berada di lokasi yang sama dengan Bupati LAZ untuk menyaksikan laga final Piala Dunia hingga menjelang subuh. Namun, setelah acara nobar selesai dan ia memutuskan pulang ke rumah, ia tidak mengetahui keberadaan sang bupati selanjutnya.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Bupati LAZ. Upaya menghubungi melalui ajudan maupun telepon seluler tidak membuahkan hasil karena nomor kontak bupati sudah tidak aktif.

Baca juga: Polemik Berakhir Damai, Ponpes Al-Ishlahuddiny Terima Permohonan Maaf tvOne dan Imbau Jamaah Jaga Kondusivitas

Meski situasi birokrasi sempat terguncang akibat operasi senyap ini, Pj Sekda menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia memastikan roda pemerintahan akan terus berputar demi melayani masyarakat Lombok Barat.

“Pemerintahan tetap harus berjalan. Secara administrasi, kepala daerah ada bupati dan wakil bupati. Kami akan memastikan pelayanan publik tetap normal,” tegasnya.

Baca juga: Terkendala Lahan, Pemdes Mekarsari Tunggu Kepastian Pusat Terkait Realisasi KDMP

Terkait status hukum Bupati LAZ maupun detail perkara yang melatarbelakangi OTT ini, Saikhu menyatakan pihaknya masih menunggu keterangan resmi dan komprehensif dari pihak KPK.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail kasus yang menjerat kepala daerah di Nusa Tenggara Barat tersebut. Sementara itu, suasana di kantor Bupati Lombok Barat terpantau dijaga ketat oleh sejumlah pihak terkait pasca-tindakan penyegelan tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejati Periksa Anak Eks Gubernur NTB dalam Kasus Kredit Bank NTB Syariah Rp 11 Miliar
Giliran Ketua KPU Lombok Barat Dipanggil KPK dalam Penyidikan Kasus Bupati Nonaktif LAZ
Polda NTB Olah TKP Kematian 3 Penambang di Lantung Sumbawa, Penyebab Masih Diselidiki
Kades Labuan Tereng Kecam Dugaan Pengeroyokan Ketua KNPI Lobar, Desak Polisi Ungkap Pelaku
KPK Periksa Direktur Operasional PT AMGM Terkait Dugaan Korupsi yang Menjerat Mantan Bupati Lombok Barat
Kasus Djembank Mataram Masuki Babak Baru, Berkas Tersangka Pendorong Korban Koma Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Ngaku Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha Lewat Modus Donasi Korban Kebakaran Sade
Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:48 WITA

Kejati Periksa Anak Eks Gubernur NTB dalam Kasus Kredit Bank NTB Syariah Rp 11 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 13:30 WITA

Giliran Ketua KPU Lombok Barat Dipanggil KPK dalam Penyidikan Kasus Bupati Nonaktif LAZ

Sabtu, 5 September 2026 - 06:42 WITA

Kades Labuan Tereng Kecam Dugaan Pengeroyokan Ketua KNPI Lobar, Desak Polisi Ungkap Pelaku

Rabu, 2 September 2026 - 01:12 WITA

KPK Periksa Direktur Operasional PT AMGM Terkait Dugaan Korupsi yang Menjerat Mantan Bupati Lombok Barat

Selasa, 1 September 2026 - 09:35 WITA

Kasus Djembank Mataram Masuki Babak Baru, Berkas Tersangka Pendorong Korban Koma Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:27 WITA

Ngaku Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha Lewat Modus Donasi Korban Kebakaran Sade

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:33 WITA

Dari Mataram hingga Lombok Barat, Puma Jatanras Polda NTB Sisir Titik Rawan Malam Hari

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:18 WITA

Tak Butuh Waktu Lama, URC Puma Polda NTB Ringkus Residivis Curanmor di Mataram

Berita Terbaru