Kembalikan Figur Ayah di Sekolah, SMKN 1 Gerung Jadi Pelopor Gerakan GEMAR di NTB

- Wartawan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, M.Pd (kanan) menyerahkan rapor kepada orang tua siswa dalam acara GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) pada hari Sabtu, (20/6/2026).(Foto: Istimewa)

Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, M.Pd (kanan) menyerahkan rapor kepada orang tua siswa dalam acara GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) pada hari Sabtu, (20/6/2026).(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Sebagai upaya nyata mengatasi fenomena krisis kehadiran figur ayah dalam pengasuhan anak, SMKN 1 Gerung bekerja sama dengan perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).

Kegiatan strategis ini diselenggarakan pada Sabtu (20/6/2026) pagi bertempat di Aula SMKN 1 Gerung, Kabupaten Lombok Barat, dengan melibatkan puluhan wali murid secara proaktif. Langkah progresif ini merujuk langsung pada Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026.

Regulasi tersebut mengamanatkan penguatan ketahanan keluarga melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, yang secara makro bernaung di bawah payung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, menjelaskan bahwa penunjukan institusinya sebagai sampel pelaksanaan program oleh BKKBN NTB bertumpu pada karakteristik unik sekolah vokasi. Sebagai lembaga yang mencetak sumber daya manusia siap kerja, keterlibatan aktif orang tua khususnya ayah menjadi variabel krusial dalam membentuk kesiapan mental dan profesionalitas siswa.

“Gerakan Ayah Menerima Rapor ini sebenarnya wujud keprihatinan pemerintah karena makin berkurangnya figur dan peran ayah di rumah selain sebagai pencari nafkah utama. Komunikasi dengan anak semakin menipis, terlebih di tengah beratnya tuntutan ekonomi saat ini. Melalui momentum ini, kita mengembalikan ruang dialog itu,” ujarnya saat ditemui langsung, Sabtu (20/6).

Erni menambahkan, proses pembagian rapor di SMKN 1 Gerung tidak lagi sekadar menjadi ritual administratif tahunan yang formalitas belaka. Sekolah mendesain ruang penyerahan tersebut sebagai media komunikasi dua arah yang intensif antara ayah, guru, dan anak untuk membedah perkembangan akademik serta karakter peserta didik secara komprehensif.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Meski di tengah kultur masyarakat yang biasanya mendelegasikan urusan sekolah kepada ibu, sekitar 40 persen kehadiran fisik di aula didominasi oleh kaum bapak, sementara sisanya dihadiri oleh para ibu yang berkomitmen penuh untuk mendorong suaminya hadir pada kesempatan berikutnya.

Untuk fase awal ini, program difokuskan bagi siswa kelas 10, mengingat siswa kelas 11 saat ini sedang menjalankan kewajiban Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia industri.

Melalui respons positif dari para wali murid dan sinergi lintas sektoral bersama Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Lombok Barat, gerakan GEMAR di SMKN 1 Gerung ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif secara nasional.

Kehadiran ayah di sekolah diharapkan tidak lagi menjadi sebuah anomali, melainkan sebuah standardisasi baru demi masa depan generasi emas Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berkarakter.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite
Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata
MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA
Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan
Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Berita Terbaru