LOMBOK BARAT, Halontb.com — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat sukses mengintegrasikan teknologi dalam sistem evaluasi pembelajaran. Hingga memasuki hari keempat pada Rabu (05/06/2026), pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berbasis Computer Based Test (CBT) dilaporkan berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mendukung penuh transformasi digital di sektor pendidikan. Seluruh peserta didik terpantau mengikuti asesmen dengan disiplin tinggi di bawah pengawasan ketat dari dewan guru yang bertugas.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh ekosistem madrasah yang telah berkolaborasi menyukseskan agenda krusial ini. Menurutnya, pemanfaatan CBT bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk membentuk ekosistem pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, pelaksanaan ASAS Genap berjalan dengan lancar dan tertib. Meskipun sempat muncul kendala teknis minor seperti fluktuasi jaringan, tim teknis yang bersiaga di lapangan mampu merespons cepat. Evaluasi tetap berjalan lancar tanpa mengganggu konsentrasi peserta didik,” ujar H. Kemas Burhan saat memantau jalannya ujian.
Kemas Burhan menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif. “Saya berterima kasih kepada panitia, guru pengawas, operator, teknisi, dan para siswa atas kedisiplinannya. Semoga instrumen evaluasi ini memberikan gambaran objektif terhadap capaian belajar siswa, sekaligus menjadi potret nyata untuk peningkatan mutu pendidikan madrasah ke depan,” tambahnya.
Kelancaran transisi ujian berbasis kertas ke digital ini tidak terjadi dalam semalam. Ketua Panitia ASAS Genap yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Agus Setiyono, S.E., M.M., membeberkan bahwa manajemen risiko telah disiapkan jauh-jauh hari.
“Kami sudah melakukan sinkronisasi sistem CBT, simulasi berkala, hingga mitigasi gangguan jaringan pra-pelaksanaan. Secara umum, semua berjalan sesuai blueprint perencanaan kami,” terang Agus.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa adopsi CBT membawa dampak positif multisektoral bagi madrasah. Selain memotong birokrasi logistik kertas, sistem ini mempercepat guru dalam mengolah data nilai dan melakukan analisis hasil belajar.
“Melalui sistem CBT, proses penilaian menjadi lebih transparan dan terukur secara real-time. Ini selaras dengan visi madrasah untuk terus menghadirkan layanan pendidikan modern,” jelasnya optimis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak madrasah terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian guna memastikan stabilitas sistem hingga hari terakhir pelaksanaan.
Dengan kesiapan infrastruktur dan respons cepat dari tim teknis, MAN Lombok Barat optimistis dapat menutup rangkaian ASAS Genap TP. 2025/2026 dengan hasil yang maksimal, sekaligus menetapkan standar baru bagi model evaluasi pendidikan di wilayah Lombok Barat.











