Lombok Barat,Halontb.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar mencatat tren positif layanan Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 (1447 Hijriah), meski jumlah penumpang pada arus balik mulai menunjukkan penurunan memasuki H+4 di lintasan Pelabuhan Lembar–Pelabuhan Padangbai.
Berdasarkan data produksi per 26 Maret 2026 (H+4), arus penumpang di lintasan tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pergerakan sektor logistik justru meningkat, menandakan aktivitas distribusi barang kembali bergeliat setelah libur panjang Lebaran.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, menjelaskan bahwa secara umum operasional penyeberangan tetap berjalan normal, lancar, dan terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada H+4 Lebaran 2026, jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Lembar–Padangbai sebanyak 16 unit dengan total 16 trip, sama seperti tahun 2025. Namun jumlah penumpang pejalan kaki turun dari 735 orang menjadi 538 orang atau berkurang 26,8 persen,” ujarnya, Jumat (27/3).
Penurunan juga terjadi pada penumpang dalam kendaraan yang tercatat turun sebesar 15,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kendaraan roda dua mengalami penurunan sebesar 4,93 persen, dan kendaraan kecil turun cukup tajam hingga 23,33 persen.
Meski terjadi penurunan volume penumpang, kondisi operasional di Pelabuhan Lembar dipastikan tetap optimal. Cuaca cerah berawan mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan, sementara sistem e-ticketing berjalan baik dengan dukungan jaringan internet yang stabil serta tiga loket cadangan yang disiagakan.
“Infrastruktur pendukung juga dalam kondisi prima. Pasokan listrik, genset, hingga UPS berfungsi normal, dan 29 unit CCTV aktif memantau aktivitas pelabuhan,” jelas Handoyo.
Kondisi serupa juga tercatat di Pelabuhan Padangbai, Bali. Operasional berjalan stabil dengan jumlah kapal dan trip yang sama, yakni 16 unit kapal dengan 16 perjalanan.
Di sisi penumpang, terjadi penurunan pejalan kaki sebesar 9,78 persen serta penumpang dalam kendaraan turun 7,31 persen. Namun, terdapat kenaikan pada kendaraan roda dua sebesar 4,05 persen. Sebaliknya, kendaraan kecil kembali mengalami penurunan sebesar 21,2 persen.
“Seluruh sistem pendukung operasional di Padangbai berjalan optimal. Perangkat IT, listrik, genset, serta 26 unit CCTV dalam kondisi aktif dan berfungsi baik. Tidak ada permasalahan menonjol di lapangan,” tambahnya.
Handoyo menegaskan bahwa data yang ada masih bersifat dinamis. ASDP memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada akhir pekan ini.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, mengingat potensi puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu (28/3) atau Minggu (29/3),” ujarnya.
Dalam operasional Angkutan Lebaran, ASDP tetap mengacu pada kebijakan pembatasan kendaraan sumbu dua dan tiga sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB), guna menjaga kelancaran layanan bagi pengguna jasa umum.
Manajemen ASDP memastikan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan aspek service, safety, dan security bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang dan melakukan pembelian tiket lebih awal secara daring.
“Pengguna jasa dapat membeli tiket melalui aplikasi Ferizy atau website resmi. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi call center ASDP,” pungkasnya.
Sumber Berita : Taufik Natanagara







