Pinjaman ‘Senyap’ Rp118,8 Miliar PT AMGM Disorot: KASTA NTB Ultimatum DPRD Segera Lakukan Audit Independen!

- Wartawan

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat, Tontowi Jauhari, berpose di depan kantor PT Air Minum Giri Menang (AMGM) usai menyampaikan desakan audit independen terkait pinjaman Rp118,8 miliar.(Foto istimewa)

Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat, Tontowi Jauhari, berpose di depan kantor PT Air Minum Giri Menang (AMGM) usai menyampaikan desakan audit independen terkait pinjaman Rp118,8 miliar.(Foto istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Gelombang tuntutan terhadap transparansi pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Lombok Barat kembali memanas. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada PT Air Minum Giri Menang (AMGM) terkait komitmen finansial bernilai fantastis yang diduga dilakukan tanpa prosedur koordinasi yang transparan.

Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat, Tontowi Jauhari, secara terbuka mendesak DPRD Lombok Barat untuk segera mengambil langkah konkret dengan melakukan audit independen terhadap PT AMGM.

Langkah tegas KASTA NTB ini dipicu oleh terungkapnya pinjaman jumbo senilai Rp118,8 miliar dari Bank BPD Bali pada Desember 2022 silam. Tontowi menyoroti kejanggalan proses peminjaman yang dinilai bergerak “di bawah radar” alias tanpa sepengetahuan penuh lembaga legislatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan angka kecil. Pinjaman Rp118,8 miliar adalah beban yang akan ditanggung perusahaan dalam jangka panjang. Bagaimana mungkin DPRD sebagai fungsi pengawas tidak dilibatkan atau setidaknya diberitahu secara resmi?” ujar Tontowi kepada media, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, sangat ironis jika perusahaan milik daerah melakukan komitmen finansial sebesar itu tanpa melalui kajian mendalam bersama DPRD Lombok Barat dan Kota Mataram selaku representasi rakyat pemilik saham.

“Jika ini dilakukan secara senyap, tentu publik bertanya-tanya, ada apa di balik pintu PT AMGM?” tegasnya.

kabarnya bahwa hanya Ketua DPRD Kota Mataram saat itu yang mengetahui proses tersebut, sementara anggota dewan lainnya di Lombok Barat maupun Mataram seolah ditinggalkan dalam kegelapan informasi.

Ia menegaskan bahwa audit internal perusahaan dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab keraguan publik. Oleh karena itu, diperlukan audit oleh pihak ketiga yang independen dan netral guna mengkaji secara komprehensif urgensi pengambilan pinjaman, menelusuri alokasi dan aliran dana, serta memastikan skema pengembalian pinjaman agar tidak menimbulkan beban terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tontowi menilai, jika DPRD diam saja, maka mereka secara tidak langsung membiarkan preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan daerah.

“DPRD jangan hanya menjadi penonton. Mereka punya hak interpelasi atau setidaknya hak untuk memanggil jajaran direksi PT AMGM. Rakyat butuh kepastian bahwa uang daerah dikelola dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), bukan seperti arisan keluarga yang diputuskan secara sepihak,” pungkas Tontowi.

Hingga berita ini diturunkan, media telah berupaya meminta klarifikasi resmi kepada pihak PT Air Minum Giri Menang terkait mekanisme persetujuan, tujuan penggunaan dana, hingga skema pengembalian pinjaman tersebut. Namun, pihak PT AMGM belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi.

Publik kini menunggu keberanian DPRD untuk mengambil langkah konkret. Di tengah tuntutan transparansi yang menguat, teka-teki pinjaman Rp118,8 miliar ini menjadi ujian nyata bagi komitmen tata kelola BUMD di Bumi Patut Patuh Patju.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua BUMDes Giri Sasak: Sosialisasi Empat Pilar TGH Ibnu Khalil Sangat Bermanfaat bagi Warga
Lalu Ivan Indaryadi Apresiasi Program Irigasi Sari Yuliati di Desa Tempos, Dongkrak Produktivitas Tani
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Serahkan Program Irigasi di Desa Tempos, Dorong Peningkatan Produktivitas Petani
Sinergi BPKH dan Komisi VIII DPR RI, Hj. Lale Syifaun Nufus Edukasi Warga Mataram soal Pengelolaan Dana Haji
Dr. Syamsuriansyah Apresiasi Capacity Building Bupati LAZ, Dorong Perspektif Futuristik Kepala OPD
Lombok Barat Gebrak Pembangunan: Bupati LAZ Siapkan 1 Miliar Per Desa dan 100 Juta Per Dusun
Terseret Isu Dana Proyek PJU, Komisi IV DPRD NTB Siap Panggil Instansi Terkait
DPRD Soroti Ironi Kuripan: Jadi Penyangga, tapi Jalan Masih Tanah dan Puskesmas Tanpa Rawat Inap

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:46 WITA

Kunjungi Pelabuhan Lembar, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Keamanan dan Penambahan Dermaga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:06 WITA

Ditlantas Polda NTB Edukasi Ratusan Pelajar SMPN 1 Gerung soal Keselamatan Berlalu Lintas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:57 WITA

DPRD Lobar Ungkap Dugaan Pola Pergeseran Anggaran, 90 Persen Proyek Temuan KPK Tak Pernah Dibahas di Paripurna

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:25 WITA

12 Tuntutan Forum FBI Warnai Hearing Akbar Bersama Seluruh Komisi DPRD Lombok Barat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:27 WITA

Haniy, Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:45 WITA

NasDem Bantah Dugaan Aliran Dana di Balik Sikap Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Lombok Barat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:14 WITA

Hadiri Wisudawan Takhasus Ponpes NU Abhariyah, Wakil Ketua DPR RI Hj. Sari Yuliati Serahkan Bantuan PIP dan Bantuan Program Sanitasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:41 WITA

Pengasuh Ponpes NU Abhariyah Puji Komitmen Hj. Sari Yuliati Salurkan Bantuan PIP dan KIP Kuliah Untuk Santri

Berita Terbaru