Sinergi BPKH dan Komisi VIII DPR RI, Hj. Lale Syifaun Nufus Edukasi Warga Mataram soal Pengelolaan Dana Haji

- Wartawan

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Lale Syifaun Nufus saat memberikan sosialisasi pengelolaan dana haji kepada masyarakat di Ponpes Nahdlatul Mujahidin NW Jempong, Kota Mataram.(Foto istimewa)

Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Lale Syifaun Nufus saat memberikan sosialisasi pengelolaan dana haji kepada masyarakat di Ponpes Nahdlatul Mujahidin NW Jempong, Kota Mataram.(Foto istimewa)

MATARAM, Halontb.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Lale Syifaun Nufus, menegaskan komitmennya dalam mengawal amanah dana haji masyarakat. Bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), cucu Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini menggelar sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan haji yang produktif, berkeadilan, dan transparan bagi masyarakat Kota Mataram.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Mujahidin NW Jempong tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, calon jemaah, dan para santri. Selain sebagai ajang edukasi, kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi bagi masyarakat untuk berhaji melalui perencanaan anggaran yang tepat dan aman.

Dalam sambutannya, politisi yang akrab disapa Lale Syifa ini menekankan bahwa dana haji bukanlah sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan sebuah instrumen ibadah yang melibatkan keringat dan tabungan jutaan Jemaah Calon Haji (JCH).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dana haji adalah amanah suci. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi harapan jutaan jemaah yang telah menyisihkan harta demi memenuhi panggilan ke Baitullah. Pengelolaannya harus dijalankan dengan integritas penuh,” tegas Lale Syifa di hadapan para undangan.

Lale Syifa menjelaskan bahwa dana haji memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan nasional jika dikelola secara produktif. Ia mendorong BPKH untuk mengalokasikan aset ke sektor-sektor pembangunan strategis yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, sinergi antara BPKH dan pelaku usaha adalah kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.

Peserta sosialisasi yang terdiri dari tokoh masyarakat, calon jemaah haji, dan santri mengikuti dialog interaktif terkait pengelolaan dana haji bersama BPKH.(Foto istimewa)

“Kita butuh kolaborasi erat agar dana ini menjadi instrumen produktif tanpa mengorbankan prinsip keamanan (safety) dan kepatuhan syariah. Jika dikelola dengan tepat di sektor strategis, manfaatnya akan kembali secara luas kepada masyarakat, bukan hanya jemaah,” tambahnya.

Terkait distribusi nilai manfaat, Lale Syifa menyoroti pentingnya keadilan bagi seluruh jemaah. Ia meminta agar hasil pengembangan dana haji dapat dirasakan secara merata dan dikelola dengan akuntabilitas tinggi.

“Keadilan dalam transparansi harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap jemaah memiliki hak yang sama, dan pengelolaan ini tidak boleh menyimpang dari prinsip-prinsip Islam,” jelasnya.

Sebagai mitra kerja BPKH di legislatif, Lale Syifa memastikan bahwa Komisi VIII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami di Komisi VIII akan terus mengawasi setiap kebijakan terkait dana haji. Kami percaya bahwa sinergi antara semua pihak pemerintah, BPKH, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan tata kelola keuangan haji yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.

Acara sosialisasi ini diakhiri dengan sesi dialog interaktif, di mana masyarakat mendapatkan pemahaman langsung mengenai cara kerja BPKH dalam menjaga dan mengembangkan dana yang telah mereka setorkan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua BUMDes Giri Sasak: Sosialisasi Empat Pilar TGH Ibnu Khalil Sangat Bermanfaat bagi Warga
Pinjaman ‘Senyap’ Rp118,8 Miliar PT AMGM Disorot: KASTA NTB Ultimatum DPRD Segera Lakukan Audit Independen!
Lalu Ivan Indaryadi Apresiasi Program Irigasi Sari Yuliati di Desa Tempos, Dongkrak Produktivitas Tani
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Serahkan Program Irigasi di Desa Tempos, Dorong Peningkatan Produktivitas Petani
Dr. Syamsuriansyah Apresiasi Capacity Building Bupati LAZ, Dorong Perspektif Futuristik Kepala OPD
Lombok Barat Gebrak Pembangunan: Bupati LAZ Siapkan 1 Miliar Per Desa dan 100 Juta Per Dusun
Terseret Isu Dana Proyek PJU, Komisi IV DPRD NTB Siap Panggil Instansi Terkait
DPRD Soroti Ironi Kuripan: Jadi Penyangga, tapi Jalan Masih Tanah dan Puskesmas Tanpa Rawat Inap

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 04:46 WITA

Fakta Sidang Jadi Sorotan, Massa Nilai Mawardi Tak Terbukti Korupsi

Selasa, 7 April 2026 - 14:02 WITA

KNPI NTB Soroti Maraknya Judi Sabung Ayam di Mataram, Desak Aparat Bertindak Tegas

Selasa, 7 April 2026 - 07:44 WITA

Polisi Naikkan Status Kasus BIN Gadungan di Lombok Barat ke Tahap Penyidikan

Senin, 6 April 2026 - 13:44 WITA

Polda NTB Amankan Terduga Pelaku Penimbun BBM Subsidi di Sumbawa, 800 Liter Solar Disita

Senin, 6 April 2026 - 01:34 WITA

Niat Jual Motor Curian di Gerung, Pencuri N-MAX Biru di Sekotong Tak Berkutik saat Diringkus Polisi

Rabu, 1 April 2026 - 03:21 WITA

Polres Lombok Barat Pastikan Lokasi Tambang Emas di Sekotong Sudah Tidak Beroperasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:40 WITA

Proyek Prestisius, Dugaan Korupsi Serius: Kasus Lahan Samota Masuk Tahap Penuntutan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:07 WITA

Polsek Kuripan Bubarkan Praktik Judi Sabung Ayam, Tidak Ada Ruang untuk Penyakit Masyarakat

Berita Terbaru