Halontb.com, Mataram – Keberhasilan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026), tidak hanya ditentukan oleh kesiapan penyelenggaraan acara maupun pengamanan VVIP. Di balik kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tersebut, terdapat dedikasi puluhan personel PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) yang bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil, andal, dan bebas gangguan.
Bagi PLN, menjaga keandalan listrik pada agenda kenegaraan bukan sekadar menjalankan tugas operasional. Lebih dari itu, setiap personel mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh aktivitas Presiden Republik Indonesia dapat berlangsung tanpa hambatan akibat gangguan kelistrikan. Karena itu, setiap tahapan pengamanan dipersiapkan secara detail dengan mengedepankan profesionalisme, disiplin, dan koordinasi yang terukur.
Sejak beberapa hari sebelum Presiden tiba di Nusa Tenggara Barat, PLN UIW NTB telah mengaktifkan sistem siaga penuh. Tim teknik diterjunkan untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jaringan distribusi, gardu, sistem proteksi, hingga seluruh jalur pasokan listrik yang menopang lokasi kegiatan. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap agar setiap potensi gangguan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesiapan tersebut tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Puluhan personel teknik dengan pengalaman menangani pengamanan kelistrikan berbagai agenda nasional ditempatkan di sejumlah titik strategis. Mereka bekerja secara bergantian dengan sistem siaga selama 24 jam untuk memastikan kondisi jaringan tetap berada dalam performa terbaik.
Manager PLN UP3 Mataram, Hengky Purbo Lesmono, mengatakan keberhasilan menjaga keandalan listrik merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim yang telah mempersiapkan pengamanan secara matang.
Menurutnya, seluruh personel memahami bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan dalam pengamanan agenda Presiden. Oleh sebab itu, setiap petugas bekerja berdasarkan prosedur yang ketat dengan mengedepankan kecepatan, ketelitian, dan komunikasi yang efektif.
“Setiap personel memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Kami memastikan seluruh sistem komunikasi berjalan terpadu sehingga apabila terdapat kondisi yang memerlukan penanganan, respons dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Hengky.
Selain kesiapan personel, PLN juga menerapkan strategi pengamanan berlapis yang menjadi standar dalam setiap pengamanan kelistrikan kegiatan berskala nasional. Berbagai perangkat pendukung seperti Uninterruptible Power Supply (UPS) dan genset portable disiagakan di sejumlah titik penting sebagai sumber pasokan cadangan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Keberadaan peralatan tersebut memberikan jaminan bahwa kontinuitas pasokan listrik tetap terpelihara meskipun terjadi kondisi yang tidak diinginkan pada jaringan utama. Dengan sistem cadangan yang telah dipersiapkan, perpindahan sumber listrik dapat dilakukan secara cepat tanpa mengganggu jalannya acara.
Tidak hanya itu, PLN juga melaksanakan simulasi perpindahan suplai listrik atau switching dari sumber utama menuju sistem cadangan. Simulasi tersebut dilakukan berulang kali untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi sesuai standar operasional dan siap digunakan kapan pun diperlukan.
Budaya kerja seperti inilah yang terus dibangun PLN UIW NTB dalam menjaga keandalan pelayanan. Setiap pekerjaan dilakukan berdasarkan prinsip antisipatif, di mana seluruh kemungkinan risiko dipetakan terlebih dahulu sebelum kegiatan dimulai. Dengan demikian, gangguan dapat dicegah sedini mungkin sehingga pelayanan kepada masyarakat maupun negara tetap berjalan optimal.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan kelistrikan pada peresmian Bendungan Meninting merupakan hasil dari dedikasi seluruh insan PLN yang bekerja dengan semangat pengabdian tinggi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan budaya profesional yang terus dikembangkan PLN, yakni menghadirkan pelayanan terbaik melalui kesiapan personel, pemanfaatan teknologi, dan sistem pengamanan yang terintegrasi.
“PLN UIW NTB berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan dengan tingkat keandalan terbaik pada setiap agenda strategis nasional. Seluruh personel, sistem, dan peralatan telah kami siagakan melalui skema pengamanan berlapis untuk memastikan pasokan listrik tetap andal tanpa gangguan. Keberhasilan pengamanan kelistrikan pada peresmian Bendungan Meninting menjadi bukti kesiapan PLN dalam mendukung setiap program pembangunan nasional sekaligus memberikan pelayanan kelistrikan terbaik bagi masyarakat dan negara,” kata Yondri.
Keberhasilan tersebut menjadi cerminan bahwa di balik layanan listrik yang dinikmati masyarakat, terdapat insan-insan PLN yang selalu siap bekerja kapan pun dibutuhkan. Mereka hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan, tetapi juga memastikan gangguan itu tidak pernah terjadi melalui perencanaan yang matang, pengawasan yang ketat, serta kerja sama yang solid.
Peresmian Bendungan Meninting akhirnya menjadi bukti nyata bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari kesiapan menghadirkan hasil terbaik tanpa terlihat oleh publik. Saat seluruh rangkaian acara kenegaraan berjalan lancar tanpa kendala kelistrikan, itulah wujud nyata dedikasi puluhan personel PLN UIW NTB yang bekerja di balik layar demi menjaga kepercayaan negara dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Editor : Reza











