BIMA ,Halontb.com– Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kota Bima tidak berlalu sebagai seremoni tahunan. Bersama Pemerintah Kota Bima, PT PLN (Persero) UIW NTB menghadirkan aksi konkret melalui program penghijauan dan penguatan sarana pengelolaan sampah di Pantai Kolo.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Wisata Kolo tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, jajaran OPD, serta para lurah se-Kecamatan Asakota. Kehadiran unsur pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kawasan pesisir.
Penanaman 40 pohon tabebuya dan ketapang kencana menjadi simbol investasi ekologis jangka panjang. Vegetasi pesisir memiliki fungsi vital, memperindah lanskap, menurunkan suhu kawasan, hingga mengurangi dampak abrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, bantuan tempat sampah khusus plastik menandai keseriusan mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah. Pantai sebagai destinasi wisata kerap menghadapi tekanan limbah, terutama plastik sekali pakai.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa transformasi energi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kami ingin memastikan setiap langkah perusahaan memberi dampak positif bagi bumi dan masyarakat,” ujarnya.
Ramadan menjadi momentum reflektif. Nilai kepedulian yang terkandung di dalamnya memperkuat komitmen perusahaan terhadap praktik keberlanjutan.
Manager PLN UPK Tambora, Doddy Rizqi, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif di sekitar wilayah operasional pembangkit. Ia berharap masyarakat ikut merawat pohon dan menjaga kebersihan kawasan.
Dengan kolaborasi yang terus diperluas, PLN UIW NTB menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar slogan. Di Pantai Kolo, komitmen itu kini tumbuh bersama akar-akar pohon yang ditanam untuk masa depan pesisir Kota Bima yang lebih hijau dan berdaya.





















